090711 Penumpang IAA Tumbuh 29,18%

 

JAKARTA – PT Indonesia AirAsia (IAA)  berhasil meningkatkan jumlah penumpang sepanjang semester I 2011 sebesar 29,18 persen menjadi 2,34 juta penumpang, dari realisasi 1,81 juta penumpang pada semester I 2010.

Corporate Communication Manager Indonesia AirAsia Audrey Petriny menjelaskan,  ditambahnya frekuensi penerbangan sejumlah rute gemuk dengan mengoptimalkan armada yang dioperasikan, menjadi pendorong peningkatan jumlah penumpang tersebut.

“Dengan realisasi tersebut, artinya kami sudah memenuhi 52 persen dari target penumpang tahun ini sebanyak 4,5 juta penumpang,” ujarnya di Jakarta, kemarin

Diungkapkannya,  meningkatnya jumlah penumpang Indonesia AirAsia sepanjang semester I 2011 didorong oleh dua faktor.

Pertama, pada kuartal I perseroan mendatangkan dua Airbus A320 sehingga total armada yang dioperasikan sebanyak 20 unit terdiri dari 16 Airbus A320 dan empat Boeing 737-300.

Kedatangan dua pesawat tersebut otomatis menambah kapasitas kursi tersedia yang diberikan perseroan. Kedua, maskapai melakukan penambahan frekuensi sejumlah rute yang banyak diminati.

“Kami menambah frekuensi masing-masing satu kali per hari, sehingga rute Jakarta-Singapura menjadi enam kali per hari, Denpasar-Singapura menjadi empat kali per hari, dan Denpasar-Perth menjadi empat kali per hari. Khusus rute Jakarta-Singapura, kami juga sempat melakukan penerbangan ekstra karena tingginya permintaan menjadi delapan kali per hari,” jelasnya.

Pada 5 April 2011, Indonesia AirAsia juga mulai menggunakan Airbus A320 untuk penerbangan dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menggantikan Boeing 737-300 yang selama ini digunakan. Penggantian armada tersebut menyebabkan bertambahnya kapasitas kursi tersedia penerbangan ke Bandung.
Kurangi Kecelakaan
Secara terpisah, Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan, Yurlis Hasibuan mengatakan,  pemerintah dan operator penerbangan sedang membuat kesepakatan upaya untuk mengurangi tingkat kecelakaan penerbangan.

“Saat ini kita  sedang menghitung tingkat kecelakaan penerbangan (rate of accident)  di Indonesia. Kemudian mencari bagaimana solusi agar tingkat kecelakaan bisa diturunkan,” jelasnya.

Dijelaskannya, berdasarkan standar organisasi penerbangan sipil dunia (ICAO), jelasnya, tingkat kecelakaan penerbangan normalnya adalah 0,55 kecelakaan per satu juta penerbangan per tahun.

Di Asia sendiri, beberapa tahun  lalu, rate of accident penerbangan mencapai 2,5 akibat seringnya kecelakaan di Indonesia. Namun pada 2008 dan 2009 angka tersebut menurun. [Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s