070711 Telkomsel Hambat Penataan Frekeunsi 3G

JAKARTA—Penataan kepemilikan kanal kedua untuk frekeunsi 3G terhambat oleh aksi Telkomsel yang tidak mau dipindahkan alokasinya guna memberikan jalan terwujudnya posisi bersebelahan (Contigous) bagi semua pemain.
“Hingga sekarang pemberian kanal kedua 3G untuk pemain seperti Axis Telekom Indonesia (Axis)  dan  Hutchison CP Telecom Indonesia (HCPT)  masih terkatung karena Telkomsel belum mau pindah sesuai usulan regulator,” ungkap Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika M.Budi Setyawan di Jakarta, Rabu (6/7).
Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)  M. Ridwan Effendi mengungkapkan, telah disiapkan lima opsi bagi pemerintah untuk menata spektrum 2,1 GHz. “Kami sudah menyiapkan opsi yang bisa diambil oleh pemerintah. Sebaiknya kebijakannya diambil secara paralel untuk tambahan blok kedua dan ketiga agar operator tidak dua kali pindah kanal yang berujung pemborosan investasi,” jelasnya.
Opsi yang disiapkan oleh regulator, pertama, setiap pemain diberikan blok yang bersebelahan. Untuk mewujudkan ini, Telkomsel diminta pindah dari blok ke 4 ke 6 dengan konsekuensi operator itu harus mengeluarkan dana sekitar 34 miliar rupiah dan ada kendala kualitas layanan kala salah satu kanal dimatikan.
Kedua, NTS diberikan kanal kedua agar contigous. Dampaknya, blok milik HCPT tidak contigous. Ketiga, NTS diberikan kanal ke 6. Dampaknya, HCPT memiliki blok contigous, sementara NTS tidak. Keempat, NTS di blok ke 1 dan 2, HCPT di blok 3 dan 6. konsekuensinya blok milik HCPT akan terpakai sebagian untuk guard band. Kelima, disiapkan kajian refarming 2,1 GHz yang menyertakan tambahan blok ketiga.
Direktur Penjualan Axis Syakieb A Sungkar mengungkapkan, telah membeli peralatan untuk mengembangkan 3G dan tidak bisa digunakan karena alokasi frekuensi belum ada dari pemerintah. “Kami sudah terlanjur membeli perangkat karena percaya dengan janji pemerintah dalam penataan frekuensi di 3G ini. Kita harapkan pemerintah bisa lebih tegas,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menegaskan tidak akan pindah alokasi karena sudah terlanjur berinvestasi. Tidak hanya itu, semacam menguji wibawa regulator,   Telkomsel berani mengajukan tambahan kanal ketiga dan harus bersebelahan
Dasar yang digunakan adalah sesuai aturan operator diberikan penambahan setelah dilakukan evaluasi baik dari sisi jumlah pelanggan dan pembangunan BTS 3G (Node B). “Kami  pertama kali yang mengajukan tambahan blok ketiga. Logikanya regulator hanya melakukan evaluasi saja untuk melihat siapa yang layak mendapatkan tambahan,” tegas Sarwoto.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s