070711 Musik Digital Harus Berikan Nilai Tambah

JAKARTA—Para pelaku usaha di industri musik disarankan untuk memberikan nilai tambah bagi produknya agar bisa bersaing dengan maraknya pembajakan hak cipta melalui media digital.

“Para pemain di industri musik itu tidak bisa perang melawan barang gratis. Kalau mau sukses berikan nilai tambah bagi pengguna produk legal. Misalnya,  gratiskan material yang legal secara online  sehingga memacu orang mengunduh produk original  yang memiliki digital signature lalu bebaskan untuk saling bertukar kesenangan sehingga lambat laun sumber material illegal akan hilang,” ungkap Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (IDSIRTII) M. S. Manggalanny di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, untuk membudayakan masyarakat mengunduh  material original dan menciptakan kebanggaan untuk memilikinya diperlukan sentuhan secara personal  dari sang  artis, personalisasi itu memungkinkan secara teknologi misalnya authorized foto dan signature dalam file multimedia digital secara spesifik untuk pengguna tertentu yang dimaksud dimana fitur itu  tidak ada dalam berkas file illegal.

Praktisi telematika Irwin Day mengatakan, masalah memberikan musik digital yang murah bagi masyarakat akan terhambat ego dari label rekaman yang tidak rela pendapatannya tergerus. “Dulu itu  yang mahal bagi artis adalah menyebarkan produknya karena CD dan kaset itu mahal reproduksinya. Sekarang di era digital label mencoba melindungi hak cipta dengan Digital Right Management (DRM) yang justru ditentang oleh para pecinta kebebasan,” katanya.

Direktur Teknologi Informasi Telkom Indra Utoyo mengungkapkan, sedang mempersiapkan layanan “Freemium” bagi jasa Digital Content Exchange Hub (DCEH) yang dikembangkan oleh Melon Indonesia.

“Kami akan banting harga dengan membeli lagu selama sebulan nyaris gratis. Tetapi untuk fitur-fitur lainnya seperti klip musik akan dikenakan biaya. Inilah yang dinamakan konsep Freemium itu, dimana untuk konten intinya gratis, tetapi nilai tambahnya berbayar,” jelasnya.

Direktur GenID  M Gopal Utiarrachman mengungkapkan, juga tengah menyiapkan konsep membayar hanya seribu rupiah per minggu  untuk mengunduh seribu lagu.  “Kita melakukan ini agar para musisi bias menikmati pendapatan dari setiap lagu yang diunduh ketimbang semuanya lenyap ditelan pembajakan,” katanya.[dni]

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s