060711 Kemenhub Bantah Praktik Monopoli Penunjukkan Agen Inspeksi

 

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) membantah adanya praktik monopoli dalam penunjukkan agen inspeksi (Regulated Agent/RA) untuk memeriksa kargo udara.
“Tidak benar ada monopoli  RA di bandara Soekarno-Hatta. Saat ini memang baru ada 3 RA, tetapi Angkasa Pura II juga telah ditunjuk  sebagai temporary RA. Setiap Cargo Warehouse Operator juga diberikan kesempatan untuk mendaftar sebagai  RA bila memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Dirjen hubud No 255/IV/2011,” tegas juru bicara Kemenhub Bambang S Ervan di Jakarta, Selasa (5/7).
 Dijelaskannya, adanya  gudang yang  ditutup karena  tidak memenuhi persyaratan. “Selama ini pemeriksaan barang tidak teliti, setiap orang bisa masuk ke ring 1 dan bila barangnya belum terangkut memaksa maskapai untuk segera angkut. Antrian kargo ini sangat tidak teratur,” jelasnya.
 Diungkapkannya,  dalam uji coba beberapa waktu  lalu ditemukan   pistol yang dicoba untuk diselundupkan  dan barang berbahaya berbahan gas yang dapat meledak diudara.  “Kalau terjadi insiden atau aksiden akibat kargo tersebut Indonesia  bisa diembargo,  tidak boleh kirim kargo internasional,” cetusnya.
Dikatakannya, sebagai jalan keluar dari tuntutan para pengusaha ekspedisi,  AP II menjadi temporary RA dan akan diajukan menjadi RA definitif dengan tiga operator lainnya. Petugas AP II akan melaksanakan fungsinya memeriksa barang di warehouse dan pemeriksa X-Ray milik Garuda Indonesia. Penambahan RA diharapkan  mampu mempercepat proses X-Ray barang-barang yang akan dikirim melalui pesawat.
Sementara Menurut Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanuddin menjadikan  AP II sebagai temporary RA bukan menjadi solusi permasalahan yang ada saat ini. Hal ini karena penunjukan AP II maupun tiga regulated agent lainnya oleh Kemenhub tidak berdasar.
“Dari awal kita telah melihat ada tiga regulated agent yang ditunjuk, namun kenapa tiga itu saja dan yang lain tidak diberi kesempatan,” katanya.
Dijelaskannya, masalah yang disoroti oleh pelaku usaha adalah efisiensi dimana pemberlakuan aturan RA ini secara otomatis juga akan meningkatkan biaya pengiriman barang. Hal ini terkait pemberlakukan peraturan untuk meningkatkan tarif dan biaya sehingga menimbulkan biaya ekonomi tinggi.
“Meningkatnya biaya pengiriman tersebut sangat signifikan yang berujung industri kargo Indonesia semakin tidak kompetitif. Selain itu program ini juga memiliki proses yang lebih panjang namun kurang efektif,” ujarnya.
Selain itu, dia juga mengeluhkan delivery time (ketepatan waktu pengiriman barang) yang terhambat karena pada saat pemeriksaan yang terpisah-pisah hingga menyebabkan barang tidak cepat tiba saat dikirim. “Inikan jadi semakin lama waktu pengirimannya, karena ragulated agent yang ditunjuk itu berada di luar ring satu (Bandara Soekarno-Hatta),” jelasnya.
Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Indonesia (Asperindo) H Syarifuddin mengungkapkan, dari hasil pertemuan dengan regulator pada pertengahan Mei lalu disepakati  Warehaouse operator (WO) yang memiliki sertifikat diberi kesempatan selama 3 bulan untuk tetap beroperasi sambil memenuhi persyaratan sebagai RA. “Ini belum 90 hari tiba-tiba sudah ditutup gudangnya. Karena itu teman-teman yang dilapangan menjadi kaget, sehingga barang menumpuk di bandara. Apalagi harga yang ditetapkan tiga RA itu mahal sekali yakni sekitar 850 rupiah per Kg, sementara sebelumnya hanya 60 rupiah per kg,” keluhnya.

Seperti diketahui, mulai pertengan Mei (16/5) silam, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menujuk tiga regulated agent yaitu PT Duta Angkasa Prima Kargo (DAPK), PT Fajar Anugrah (FAS), dan PT Gita Avia Trans (Gatra). Untuk Gatra dan DAKP menetapkan tarif untuk membawa barang hingga ke lini I, sementara FAS tidak sampai ke Lini I.

RAmerupakan badan hukum yang melaksanakan transaksi dengan operator pesawat udara untuk  pemeriksaan keamanan terhadap barang kargo dan pos. Kebijakan ini sesuai dengan revisi Keputusan Ditjen Perhubungan Udara Nomor 47 / 2010 tentang Regulated Agent.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s