050711 IM2 Bidik 500 Pengembang Aplikasi

JAKARTA—PT Indosat Mega Media (IM2) membidik sebanyak 500 pengembang aplikasi android lokal akan bergabung di toko aplikasi besutannya, i-store, pada tahun ini.
“Kami sudah memiliki 100 pengembang aplikasi android di i-store. Kita harapkan jumlah itu menjadi 500 pada akhir tahun ini agar omset terdongkrak,” ungkap Vas & Content Development and Partnership Manager IM2 Andri Fisaterdi di Jakarta, belum lama ini.
Diungkapkannya, saat ini perusahaan telah menjual 300 aplikasi dari berbagai kategori seperti games, jejaring sosial, dan entertainment di i-store. Saat ini aplikasi di i-store telah diunduh oleh sekitar 10 ribu orang. “Untuk pembagian dengan para pengembang aplikasi menggunakan model 60:40, dimana porsi terbesar dialokasikan bagi pemilik aplikasi,” katanya.
Dikatakannya, IM2 juga berencana untuk mengembangkan bisnis e-commerce dengan produk I-Pay. Produk ini memungkinkan pengguna internet bertransaksi dengan fasilitas bank. Tahun ini, direncanakan I-Pay kompatibel dengan kartu kredit. Saat ini I-Pay tercatat telah memiliki 30 merchant yang terdiri dari game publisher dan portal musik. Hingga akhir tahun ini jumlah merchant ditargetkan menjadi 50 mitra.
“Mayoritas pengguna bertransaksi untuk membeli barang berdomininasi 50 ribu rupiah seperti voucer game, fulltrack musik, dan game onlie,” jelasnya.
IM2 memang harus  mendiversifikasi layanannya seiring langkah dari perusahaan induknya, Indosat,  yang ingin mengelola penjualan ritel internet broadband. Hal itu sudah dimulai dengan ditawarkannya produk Indosat Internet.
Direktur Wholesales & Enterprises Indosat Fadzri Sentosa mengakui, sedang mengaji posisi dari IM2 nantinya di masa depan setelah produk ritel broadband ditarik dari anak usaha itu. “IM2 memiliki kekuatan lain seperti Penyedia Jasa Internet (PJI) dan melayani segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM),” katanya.
Menurut Fadzri, langkah ini harus dilakukan karena Indosat sempat terpukul dengan aksi dari kompetitor di pasar ritel internet broadband yang membanting harga. “Sekarang banyak yang banting harga untuk ritel broadband. Kita tarik produk ini ke induk usaha agar lebih efisien dan consumer centric,” jelasnya.
Untuk diketahui, pada kuartal I 2011 pelanggan broadband Indosat  tergerus 28,1 persen  dari 755,6 ribu nomor menjadi 543,2 ribu nomor. [dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s