050711 Biaya Interkoneksi Baru Molor


JAKARTA—Implementasi  biaya interkoneksi dengan formula baru dimana terjadi penurunan rata-rata 6 persen dibandingkan besaran 2008 dipastikan molor seiring belum selesainya kajian  Daftar Penawaran Interkoneksi (DPI) milik dua operator incumbent oleh regulator.
Kedua operator incumbent yang dievaluasi DPI-nya adalah Telkom untuk telepon tetap lokal, Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ), serta Sambungan Langsung Internasional (SLI) dan Telkomsel   untuk seluler. Keduanya dinyatakan sebagai operator dominan  berdasarkan pendapatan kotor (gross revenue) lebih dari 25 persen secara industri.
“Saat ini DPI sedang dievaluasi, setelah itu  operator akan menyampaikan ke regulator tarif dasar masing-masing sesuai perubahan biaya interkoneksi. Dalam diskusi tentang DPI milik incumbent disorot juga tentang biaya SMS yang tidak turun signifikan,” ungkap Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi di Jakarta, Senin (4/7).
Menurutnya, evaluasi DPI milik incumbent sangat penting karena akan menjadi   menjadi acuan implementasi interkoneksi. ”Seharusnya untuk biaya interkoneksi seluler sudah bisa dijalankan sesuai nota kesepakatan, sementara untuk FWA menunggu perubahan KM 35/2004 dan publikasi DPI,” jelasnya.
Sayangnya, kala didesak tentang implementasi di lapangan untuk seluler yang belum terjadi perubahan tarif retail dan tidak adanya publikasi layaknya biaya interkoneksi dipangkas 20-40 persen pada April 2008, Heru tidak mau berkomentar banyak.
Biaya interkoneksi merupakan biaya yang dibebankan sebagai akibat adanya saling keterhubungan antarjaringan telekomunikasi yang berbeda dan ketersambungan jaringan telekomunikasi dengan perangkat milik penyelenggara jasa telekomunikasi.
Biaya ini salah satu komponen menentukan tarif retail selain margin keuntungan dan biaya pemasaran.  Harapan regulator dengan penurunan biaya interkoneksi 3-9 persen secara logika harusnya tercermin di tarif retail operator
Penurunan kali ini tidak berlaku bagi  biaya terminasi lokal fixed to fixed,  begitu juga untuk terminasi lokal dari Fixed Wireline Lokal (FWL)  ke Fixed Wireless Access (FWA) yakni  tetap sebesar 73 rupiah  per menit per panggilan untuk setiap panggilan yang berhasil.  Sedangkan pola penagihan SMS tetap berbasis  sender keeps all (SKA). Biaya interkoneksi baru  untuk seluler berlaku mulai 1 Januari 2011. Sedangkan untuk FWA per 1 Juli 2011.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s