010711 MTI Dukung Konsorsium BUMN Bangun KA Bandara

 

JAKARTA—Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendukung langkah pemerintah untuk menunjuk konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membangun jalur kereta api (KA) dari Stasiun Duri, Jakarta, menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.
“Rencana mengeluarkan  Keputusan Presiden (Kepres) untuk menunjuk  konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Angkasa Pura II (Persero) dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk membangun jalur KA dari Stasiun Duri ke  Bandara  Soekarno-Hatta sangat tepat. Jika langkah terobosan ini tidak dilakukan, infrastruktur itu akan selalu menjadi wacana saja,” tegas Ketua Forum Perkeretapian MTI Joko Setiawarno di Jakarta, Kamis (30/6).
Menurutnya, penunjukkan kedua BUMN dan jalur yang dibangun sudah tepat karena tidak bertentangan dengan rencana tender KA Bandara pada tahun depan yang rencananya akan mengusung Public Private Partnership (PPP). “Langkah ini justru bagus untuk memperlihatkan pada calon investor di rute lainnya bahwa permintaan rute KA Bandara itu tinggi. Hal yang penting infrastruktur ini ada dulu, karena hanya  Soekarno-Hatta satu-satunya bandara internasional di dunia yang tidak punya jalur KA untuk angkutan massalnya,” katanya.
Direktur Angkasa Pura II Tri S Sunoko mengungkapkan, pihaknya sedang menunggu keluarnya Kepres untuk menunjuk konsorsium membangun rute KA tersebut dan diharapkan pembangunan akan selesai pada 2014 nanti. “Kami terus terang belum melakukan persiapan apa pun karena menunggu Kepres dulu. Tetapi pembangunan ini akan bersamaan nantinya dengan pengembangan bandara Soekarno-Hatta yang masterplan-nya telah selesai dan menunggu persetujuan,” jelasnya.
Diungkapkannya, AP II nantinya bersama PT KA akan mencarikan hutang untuk pembangunan tersebut karena jalur KA tidak masuk dalam masterplan pengembangan bandara Soekarno-Hatta. “Anggaran untuk pengembangan yang di masterplan itu terpisah dari jalur KA,” jelasnya.
 Wakil Ketua Komisi V DPR RI Nusyirwan Soejono mengatakan sudah ada pembahasan dengan Anggota DPR Komisi V sebelumnya tentang konsersium BUMN yang ditunjuk untuk membangun kereta bandara, setelah Kepres-nya keluar pembangunan fisiknya dapat segera dikerjakan. “Draft-nya akan dikirim pada Juli mendatang.  Kita harapkan ini menjadi solusi untuk dapat segera merealisasi pembangunan KA bandara,” katanya.
Menurutnya, pembangunan kereta bandara ini sangat mendesak untuk dikerjakan oleh pemerintah. Pasalnya, ruas jalan tol yang biasa digunakan masyarakat untuk menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah melebihi kapasitas, hingga kerap menyebabkan kemacetan panjang.
 Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tunjung Inderawan menyatakan, ruas jalur kereta api yang akan digarap konsersium BUMN tersebut yaitu dari Stasiun Duri menuju Stasiun Tanggerang sepanjang 20,20 kilometer (km). Di jalur tersebut masih terdapat 7 km single track. Jalur tersebut lah yang akan dibangun oleh konsersium BUMN itu.
“Jika satu kilometernya dibutuhkan anggaran sebesar 20 miliar rupiah, maka untuk membangun doubel track jalur kereta bandara dibutuhkan sedikitnya 140 miliar rupiah. Namun anggaran tersebut diluar biaya pembebasan tanah,” kata Tunjung.
Dijanjikannya,  jika Kepres tentang penunjukan konsersium BUMN tersebut telah diteken Presiden, maka pembangunan fisik double track kereta bandara dari Stasiun Duri menuju Stasiun Tanggerang (Bandara) akan dimulai pada tahun depan. Dengan target pembangunan selama dua tahun, kereta bandara direncanakan dapat mulai dioperasikan pada akhir 2013 mendatang.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s