300611 SMS Spam Kembali Marak

JAKARTA—Pengiriman pesan pendek melalui ponsel (SMS) yang berisikan promosi atau penipuan kembali marak sehingga membuat resah pengguna layanan telekomunikasi.
“Kami menyesalkan kembali maraknya pengiriman SMS berisikan promosi atau Spam ini. Kita harapkan operator dan regulator menertibkan hal ini,” tegas Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq di Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, kedua pihak belum serius menertibkan hal ini walaupun pada akhir Februari   2011 telah disepakati dengan parlemen untuk menyelesaikan masalah ini. ”Hingga sekarang belum ada sepertinya penyelesaian,” sesalnya.
Berdasarkan catatan, sesuai hasil Rapar Dengar Pendapat  (RDP) antara Kemenkominfo dengan Komisi I DPR pada akhir Februari lalu disepakati untuk menertibkan masalah SMS Spam karena melanggar regulasi seperti UU No 36/99 Pasal 42 ayat 1 dan   Peraturan Menteri Kominfo No. 23/2005 yang benang merahnya menyatakan  data pelanggan tidak bisa disirkulasikan tanpa ada izin.
Kala itu Kemenkominfo diberikan batas waktu satu bulan untuk menyelesaikan masalah ini dan harus membuat   call center serta  situs pengaduan. Sayangnya, hingga sekarang tidak terdengar gaung dari kesepakatan ini bagi pengguna layanan telekomunikasi.
Sementara Menkominfo Tiffatul Sembiring mengakui  agak sulit memberantas SMS spam secara satu persatu. “SMS spam maupun SMS penipuan agak sulit untuk dilacak sumbernya satu persatu karena mereka sangat banyak jumlahnya,” ujarnya.
Dijelaskannya, Kemenkominfo sudah bekerjasama dengan para operator penyedia layanan telekomunikasi untuk melacak para pengirim SMS spam tersebut. ”Tapi karena jumlahnya sangat banyak, nggak mungkin dong kita lacak sekaligus. Bayangkan saja jumlah ponsel di Indonesia sendiri ada lebih dari 200 juta. Tetapi, kami juga sudah  membuka posko pengaduan untuk kasus penipuan seperti itu.,” jelasnya.
Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menegaskan, tidak mungkin opertaor telekomunikasi membocorkan data milik pelanggannya kepada pihak ketiga untuk dimanfaatkan sebagai sasaran pengiriman SMS Spam.
”Tidak mungkin itu kami lakukan karena melanggar regulasi. Kita harus ingat, masyarakat agak lalai dengan pengelolaan data. Bisa saja kala melakukan aplikasi untuk satu produk perbankan mencantumkan nomor telepon dan lupa mencentangkan tanda nomor telepon untuk keperluan pribadi sehingga menjadi sasaran SMS Spam,” jelasnya.[dni]
Iklan

1 Komentar

  1. yg saya pelajari dari penipu sendiri … sms spam yg marak terjadi belakangan ini . menggunakan sofwer sms caster (sms massal ) banyangin saja satu laptop 30 modem yg di pakai …. jadi sehari bisa mengirim
    700 ribu data secara acak .. itu menngunakan sms gratis … jadi jika kita ingin meredam sms spam sebaiknya tutup semua layanan promosi sms gratis … pasti penipu berfikir untuk membeli pulsa tiap hari …. he he he he


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s