300611 Smartfren Selesaikan Proyek BSS dan VAS

JAKARTA—PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) telah menyelesaikan proyek   Business Support System (BSS) dan Value Added Service (VAS) dengan menggandeng penyedia solusi dari China, ZTE.
“Selesainya proyek BSS dan VAS ini menjadikan Smartfren lebih kompetitif di pasar karena dalam membuat satu produk, masa masuk ke pasarnya (time to market) menjadi lebih cepat, dari biasanya 3-6 bulan dipangkas menjadi 1-3 minggu,” ungkap Chief Technology Officer Smrtfren Telecom Merza Fachys di Jakarta, Selasa (28/6).
Dijelaskannya, BSS dan VAS bagi operator yang memiliki sekitar 7 juta pelanggan ini adalah otak dari jaringan untuk memberikan layanan yang variatif bagi pelanggannya.
“Indonesia adalah negeri prabayar dimana sistem penagihan harus dilakukan secara akurat. BSS dan VAS terbaru yang mengkonvergensikan dua sistem milik Mobile-8 dan Smart Telecom ini akan mempercepat  peluncuran lebih dari sepuluh layanan VAS Smartfren ke pasar Indonesia,” ungkapnya.
Diharapkannya, adanya solusi baru ini bisa membantu perseroan untuk mencapai 10 juta pelanggan pada akhir tahun nanti dan meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) yang masih di kisaran 23 ribu rupiah.
“Sistem pembayaran dari perangkat ini melihat produktivitas dari setiap pelanggan Smartfren. Dari situ, sekitar di bawah lima persen akan dipotong untuk membayar ZTE. Sistem seperti ini kami gunakan untuk mengakali keadaan keuangan yang tidak memberatkan perseroan, karena itu kami butuh ARPU yang lebih tinggi,” jelasnya.
Managing Director ZTE Indonesia  Chen Jiang mengungkapkan, proses penyelesaian untuk proyek di Smartfren hanya memakan waktu tak lebih dari satu tahun dengan kapasiatas melayani 25 juta pelanggan. “Dalam proyek ini, ZTE telah menciptakan beberapa rekor baru seperti waktu terpendek dalam penginstalan perangkat, waktu terpendek dalam proses debug, dan waktu terpendek dalam pengujian perangkat,” katanya.
Dijelaskan Chen, Solusi BSS dari ZTE yang digunakan oleh Smartfren  merupakan bagian dari solusi ZSmart untuk nirkabel, OCS, Mediasi, Self-care, Customer Relationship Management (CRM) dari  layanan prabayar dan pascabayar yang terintegrasi.
Berdasarkan catatan, Smartfren pada tahun ini menargetkan mampu meraih omset sebesar satu triliun rupiah yang didukung belanja modal sekitar 3,8 triliun rupiah dimana 95 persen di alokasikan untuk pengembangan jaringan seperti menambah jumlah BTS dari 1500 menjadi 4.500 site.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s