270611 Tender Kali Baru Banjir Peminat

 

JAKARTA—Tender Kali Baru yang tengah dijalankan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) banjir peminat. Hal itu ditandai dengan adanya 15 perusahaan yang menyatakan minat mengikuti tender dalam proses prakualifikasi pada 15 Juni 2011.
“Sejak tender prakualifikasi dibuka, sudah 15 perusahaan yang menyatakan minatnya, 5 diantaranya perusahaan asing,” ungkap Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta akhir pekan lalu.
Diungkapkannya,  tender terbuka untuk umum asal memenuhi persyaratan peserta diantaranya berbadan hukum Indonesia dan memiliki izin badan usaha pelabuhan (BUP). Untuk asing bisa berupa badan usaha patungan sesama BUP, atau konsorsium antar sesama BUP dengan leading partner konsorsium adalah badan hukum Indonesia.
Persyaratan lainnya adalah memiliki pengalaman mengoperasikan terminal peti kemas dengan kapasitas minimal 1 juta TEUs per tahun selama 5 tahun terakhir di Indonesia atau di luar negeri. Atau memiliki jaringan angkutan peti kemas global termasuk Indonesia, Selat Malaka dan Asia minimum 1 juta TEUs selama 5 tahun terakhir serta didukung oleh perusahaan yang memiliki pengalaman dalam pembangunan fasilitas pelabuhan dan pengadaan peralatan pelabuhan.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan sudah memberikan kompensasi khusus kepada  Pelindo II berupa hak right match atau hak memberikan penawaran terhadap penawar terbaik. Pengelola perlabuhan Tanjung Priok ini mendapat kompensasi karena merupakan inisiator untuk proyek pengembangan pelabuhan tersibuk di Tanah Air itu.
“Dalam tender proyek wajar ada pemberian kompensasi kepada inisiator, karena kita menghargai apa yang sudah mereka lakukan untuk proyek tersebut. Calon peserta tender lainnya tidak akan terpengaruh,” jelas Bambang.
Wamenhub  menjelaskan, saat ini instansinya memberikan tiga pola kerja sama dengan pihak swasta untuk tiga proyek, yakni right to match untuk proyek Kalibaru Utara, kedua yakni untuk pembangungan Pelabuhan Tanah Ampo, pengerjaan bangunan sudah dilakukan pemerintah dengan dana dari APBN sedangkan tender untuk pengelolaan dan pengembangan. Pola ketiga yakni proyek Cilamaya yang murni kerjasama pemerintah dengan swasta.
Kawasan Kali Baru rencananya akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama menelan investasi sekitar 8,8 triliun rupiah, di mana 50 persen akan ditanggung oleh Jakarta International Cooperation Agency (JICA). Pengembangan tahap I ini diharapkan  memiliki kapasitas sekitar 1,9 juta teus dan selesai pembangunannya pada 2014.
Pelabuhan Kali Baru harus dikembangkan karena Pelabuhan Tanjung Priok terancam mengalami stagnasi dalam kurun tiga tahun mendatang. Sinyal stagnasi bisa dilihat dari pertumbuhan peti kemas internasional pada 2009-2010 sebesar 23 persen dan domestik 26 persen. Saat ini kapasitas Tanjung Priok sekitar 4 juta teus.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s