240611 Pemerintah Segera Putuskan Tambahan Operator Haji

JAKARTA–Pemerintah berjanji segera memutuskan tambahan operator domestik untuk angkutan haji mengingat batas waktu penyelenggaraan semakin dekat.

“Batavia Air kan sudah mengajukan penawaran, kita harap segera diproses. Mudaah-mudahan akhir bulan (Juni) ini, harus sudah selesai karena kan sedikit lagi waktunya (pemberangkatan haji),” ungkap Menteri Perhubungan, Freddy Numberi seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Kamis (23/6).

Diungkapkannya, pihaknya  terbuka mengizinkan maskapai penerbangan selain Garuda Indonesia untuk ikut serta dalam mengangkut jemaah haji agar terjadi perang kualitas layanan.

“Harapan lebih dari satu operator, itu yang kita harapkan. Operator kita dorong lebih banyak lagi, kita senang hati dan terbuka siapa saja boleh ikut (tahun ini),” jelasnya.

Freddy, juga mengusulkan biaya dan tarif angkutan haji 2011 sebesar 1.839 dolar AS. “Itu dengan margin sebesar 10 persen,” ujarnya

“Besaran margin itu hanya patokan,  kenyataannya di tahun 2010 lalu, Garuda Indonesia hanya mendapatkan margin sebesar tiga persen dari pemberangkatan haji,” tambahnya.

Sebelumnya, Batavia Air telah mengajukan penawaran harga kepada Panitia Kerja Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) 2011 untuk bisa mendapatkan jatah pengangkutan haji sebanyak 30-35 ribu jamaah reguler untuk musim haji 2011.

Batavia Air menawarkan tarif sebesar 1.810 dollar AS untuk embarkasi Banda Aceh dan 2.008 dollar AS untuk embarkasi Makassar.

Saat ini tawaran angkutan haji reguler Batavia Air tersebut belum diputuskan oleh pemerintah. Tawaran itu lebih rendah dari yang diajukan Garuda Indonesia sebesar 2.076 dolar AS.

Selama ini layanan angkutan udara jamaah haji Indonesia dilayani oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Saudi Airlines.

Komisi VIII DPR RI pun meminta kepada pemerintah agar jasa angkutan udara jamaah haji Indonesia tidak dimonopoli oleh kedua maskapai tersebut.

Komisi VIII DPR RI juga menilai kinerja Garuda Indonesia kurang maksimal dalam mengangkut jamaah haji di tahun lalu. “Garuda telat sebanyak 200 kali karena alasan tekhnis dan sebanyak 188 kali karena alasan operasional. Perbaikan sangat diperlukan,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI, H.M. Busro dari Fraksi Partai Golkar.

Ditambahkan, Anggota Komisi VIII DPR RI, Tetty Kadi Bawono, permasalahan keterlambatan ini berlangsung dari tahun ke tahun.

“Tahun lalu itu lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. On time performance di bawah 50 persen,” kata Tetty.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s