210611 APJII Siap Blokir Lagu Ilegal

JAKARTA—Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) siap memblokir peredaran lagu ilegal di dunia maya dengan syarat adanya kekuatan hukum yang menjadi dasar untuk aksi tersebut.

“Kami tidak keberatan untuk memblokir situs yang menyediakan lagu illegal asalkan dasar hukumnya kuat. Saya sarankan si pemilik lagu membuat laporan ke polisi kalau terjadi pembajakan, jika ada dasar hukum yang kuat, kami tinggal melaksanakan putusan hukum tersebut. Harus dipahami posisi PJI, salah-salah memblokir, malah kami yang dituntut balik,” kata Wakil Ketua Umum APJII, Sammy Pangarepan di Jakarta, Senin (20/6).

Menurut Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (IDSIRTII) M. S. Manggalanny  melakukan  pemblokiran file sharing untuk memberantas lagu ilegal di dunia maya  bukanlah  solusi mengatasi pembajakan dan  nyaris mustahil dilaksanakan.

Hal in karena file sharing itu aplikasi Person To Person  alias antar penggunadan banyak yang menggunakan Virtual Private Network  Tunnel alias dienkripsi sehingga tidak  mungkin bisa dicegah. Makin sulit, karena dalam penyebaran biasanya pelaku  menyamarkan jenis atau ekstensi file sehingga filtering berbasis identifikasi file dan ukuran pun tidak akan mampu memblokir.

”Kita tidak bisa menang melawan barang yg digratiskan, lewat berbagai cara dan saluran akan selalu ada. Mereka yang menyebarkan material ini bukan sindikat yang mengambil keuntungan tetapi individu yang  istilahnya hacktivis. Mereka menganut ideologi karya cipta adalah milik dunia, tidak mau disebut pembajak karena yang dilakukan cuma membebaskan karya seni dari kapitalisme,” jelasnya.

Dijelaskannya, sebenarnya situs yang menyediakan file sharing memiliki aturan  yang harus dipatuhi pengguna yakni  dilarang menaruh file material yang dianggap illegal, dan pengelolanya pun secara rutin melakukan sweeping,” katanya.

Ditegaskannya,  tak ada larangan untuk menyelenggarakan layanan file hosting di Indonesia karena keberadaan material itu jelas tanggung  jawab personal para pengguna yang mengunggah, pihak penyedia layanan kalau tidak tahu menahu dan tidak bisa mendeteksi tidak  mungkin untuk  dipermasalahkan karena dia  meng-host ribuan bahkan jutaan file lain yang legal sehingga tidak  masuk akal karena pelanggaran pihak lain, pengelola situs yang diblokir.

Sementara Praktisi telematika Heru Nugroho Setio Utomo menegaskan,  seseorang yang meng-upload materi digital yang bukan haknya, itu tindakan kriminal sesuai  tertera di UU-ITE pasal 32.

”Terserah persepsi masing-masing pihak menginterpretasikan hukum, setahu saya pihak yang membantu tindakan kriminal juga bisa dihukum. Kita harus berfikir jangka panjang, yakni menyelamatkan musisi lokal yang menjadi korban dari pembajakan di dunia digital dimana kerugiannya mencapai sekitar 12 triliun rupiah,” ketusnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s