200611 Telkom Tingkatkan Kapasitas Speedy di Jabodetabek

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan akses internet produk Speedy untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

”Konsekuensi dari adanya peningkatan kapasitas ini, layanan Speedy  akan terganggu  selama kurang lebih 15 menit di beberapa wilayah di area Jabodetabek,” ungkap Operation Vice  President Public Relations Telkom, Agina Siti Fatimah melalui keterangan tertulisnya Minggu (19/6).

Dikatakannya, pihaknya  berusaha menekan seminimal mungkin gangguan akibat penambahan dan peningkatan  kapasitas Speedy. “Kami  perkirakan gangguan hanya akan berlangsung selama 15 menit pada periode waktu  pukul 04.00 s.d 06.00 pagi dan itupun hanya terjadi di wilayah-wilayah tertentu saja. Sengaja kami melakukannya pagi hari sekali agar aktivitas pelanggan tidak terganggu,” jelasnya.

Dijelaskannya,  pada 20 Juni 2011,  lokasi-lokasi  yang kemungkinan sedikit terkena gangguan  adalah area Depok, Pasar Rebo, Cileungsi, Pancoran  Mas, Bogor, Bojonggede, Ciawi, Cibinong, Cisarua, Dermaga, Gunung Putri, Gedung Halang dan Semplak. Pada 24 Juni  2011 , area yang  terganggu adalah Gambir, Cikini dan Cempaka Putih.

Berikutnya, pada  27 Juni 2011 , area yang terganggu adalah Kalibata, Jagakarsa, Kemang, Cinere, Pasar Minggu, Cipete, Serua, Pondok  Aren, Ciledug, Bintaro, Ciputat, Kebayoran dan Tanah Kusir sedangkan pada  29 Juni 2001  lokasi-lokasi yang  terganggu mencakup Gatot Subroto, Palmerah, Slipi, Bandara Soekarno-Hatta dan  Cengkareng. Saat ini Speedy digunakan sekitar dua juta pelanggan dimana 60 persen berada di area Jabodetabek.

Sehubungan dengan  kemungkinan terganggunya aktivitas pelanggan akibat pekerjaan penambahan dan  peningkatan kapasitas layanan Speedy tersebut, Telkom memohon maaf yang  sebesar-besarnya atas kemungkinan kekurangnyamanan dalam beberapa waktu tersebut. “Itu sebabnya kami melaksanakannya sangat pagi  – pukul 04.00-06.00 – sehingga kami berharap pelanggan tidak merasakannya,” katanya.[dni]

200611 Maskapai Tambah Frekuensi

JAKARTA—Maskapai penerbangan mulai menambah frekuensi penerbangannya guna mengantisipasi lonjakan penggunaan angkutan udara selama  masa liburan sekolah Juni-Juli 2011.

Kepala Sub Direktorat Pengembangan Angkutan Udara Domestik Kemenhub Hemi Pamuraharjo mengungkapkan, hingga 30 Juni mendatang, empat  maskapai besar telah meminta penambahan penerbangan tambahan (flight approval/FA) sebanyak 58 penerbangan domestik.

“Sepertinya akan ada maskapai lainnya yang akan menyusul mengingat  Juni ini baru liburan sekolah bagi kelulusan, masih ada liburan kenaikan kelas. Jadi biasanya masih akan lebih besar lagi FA yang akan diajukan,” ungkapnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Berdasarkan catatannya, Indonesia AirAsia (IAA) telah menyiapkan pesawat Airbus A320 untuk penerbangan tambahan Jakarta-Denpasar pp sebanyak 28 frekuensi mulai tanggal 17 hingga 30 Juni.  Untuk rute yang sama Batavia Air juga menyiapkan delapan penerbangan tambahan.

Sementara Garuda Indonesia akan menambah penerbangan Jakarta-Denpasar pp sebanyak tiga penerbangan. Selain rute tersebut, Garuda juga akan mengerahkan pesawat berbadan lebar  Airbus A330 untuk penerbangan Jakarta-Balikpapan. Sedangkan Sriwijaya Air mengincar penerbangan Makassar-Balikpapan pp, dalam dua hari (16-17 Juli) maskapai tersebut mengajukan penerbangan tambahan enam kali.

Manajer Komunikasi Indonesia AirAsia, Audrey Progastama Petriny mengungkapkan, selain menambah penerbangan domestic,  maskapainya  juga  akan menambah penerbangan internasional yaitu Denpasar-Perth (Australia), Denpasar-Darwin, Denpasar-Kuala Lumpur (Malaysia), Denpasar-Bangkok, Denpasar-Phuket (Thailand), Jakarta-Singapura dan Jakarta-Kuala Lumpur.

“Rute yang menjadi primadona masyarakat saat liburan adalah Jakarta-Singapura, Jakarta-Kuala Lumpur dan Denpasar-Perth,” kata Audrey.

Menurutnya, adanya penerbangan tambahan tersebut membuat penumpang maskapai tersebut mengalami kenaikan lebih dari 25 persen. “Pertumbuhannya cukup besar, karena pada liburan kali ini Indonesia AirAsia juga telah menambah beberapa unit pesawat,” jelasnya.

Juru bicara Sriwijaya Air, Agus Soedjono mengatakan, pihaknya melirik rute-rute di Indonesia bagian timur karena permintaan lumayan tinggi di sana. Misalnya, rute Makassar-Balikpapan. “Pada liburan ini kita juga akan membuka rute baru yaitu Sorong-Manokwari. Permintaan juga besar di Papua,” jelasnya.

Lebih Ketat
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kemenhub  Denny H Siahaan mengatakan,  pemberian extra flight akan lebih diperketat  khususnya maskapai yang memiliki rekam jejak ketepatan jadwal penerbangan (on time performance/OTP) rendah.

” Kondisi yang tampak saat ini, suplai armada masih lebih sedikit dibandingkan jumlah penumpang. Ini yang harus dikontrol, supaya bisa mengantisipasi terjadinya penundaan jadwal penerbangan (delay) khususnya saat peak season, ” jelasnya.

Menurutnya, pengetatan izin extra flight bisa mengacu pada hasil evaluasi terhadap maskapai, baik dari jumlah pesawat, rute, hingga jumlah penumpang yang bisa diangkut. “Tolak ukurnya kan jelas, ditambah lagi aspek jam terbang pesawat terkait jadwal perawatan (maintenance),” katanya.

Selain itu, perlu adanya pengaturan jam operasi bandara yang lebih jelas, supaya tidak ada lagi penumpukan penumpang akibat delay karena bandara tujuan sudah ditutup jam operasionalnya.

Berdasarkan data Ditjen Udara Kementerian Perhubungan, selama periode Jan-April 2011 rata-rata ontime performance (OTP) masing-masing maskapai, Batavia Air mencapai 68 persen (2010:59%), Lion Air 66 persen (2010:67%), Indonesia AirAsia 71 persen (2010:66%), Sriwijaya Air 74 persen (2010:64%), dan Garuda Indonesia 86 persen (2010:75%).

Melihat data diatas, maskapai yang kerap mengalami penundaan jadwal penerbangan (delay) ialah Lion Air. Bahkan, jumlah OTP turun dibandingkan tahun sebelumnya.[dni]