170611 Telkom Alokasikan Modal Ventura Rp 15 Miliar

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengalokasikan dana sebesar 15 miliar rupiah sebagai modal ventura bagi pelaku usaha di industri kreatif guna mendorong hadirnya wirausaha berbasis teknologi informasi (Teknoprenuer).

“Untuk mendorong kehadiran Teknoprenuer kami memiliki program tanggung jawab sosial Indigo Fellowship. Anggaran untuk Indigo Fellowship ini sebesar 60 miliar rupiah, alokasi untuk modal ventura diambil dari situ,” ungkap Direktur Teknologi Informasi Telkom Indra Utoyo di Jakarta, Kamis (16/6).

Dijelaskannya, Indigo Fellowship merupakan program apresiasi kepada individu atau kelompok yang dinilai berhasil membuat karya kreatif digital dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas. “Para pemenang Indigo Fellowship inilah yang kita sertakan modal ventura di bawah 50 persen jika inovasinya dinilai bisa dikembangkan dan dikomersialkan. Pada tahun ini dibidik 5 perusahaan disuntik dengan modal ventura, tahun lalu sebanyak 4 perusahaan baru dengan total alokasi sebesar 10 miliar rupiah,” ungkapnya.

Menurutnya, Telkom berkepentingan mendorong munculnya Teknoprenuer baru karena kontribusi industry kreatif bagi GDP Indonesia menunjukkan sumbangan yang positif. Tercatat kontribusi industry kreatif mencapai 151 triliun rupiah atau 7,28 persen dimana ada 5 bidang industry dengan kontribusi terbesar diantarantya fesyen (43%), crafts (25%), advertising (8%), design (6%), dan musik (5%).

“Selain itu kami berkepentingan dengan teknoprenuer ini mengisi jaringan broadband yang dibangun Telkom dengan aplikasi lokal agar devisa tidak lari keluar negeri,” tegasnya

Akuisisi
Secara terpisah, Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, sedang mengaji  mengakuisisi perusahaan jasa penyedia konten  yang menawarkan  musik digital, mobile advertising, payment system, maupun media on-line untuk disinergikan dengan layanan broadband miliknya.

“Saat ini kami sedang mengamati perusahaan jasa kreatif yang akan kami akuisisi. Tinggal menunggu persetujuan dari pemegang saham saja (Telkom dan SingTel). Kalau setuju terhadap rencana tersebut, akan direalisasikan,” kata Sarwoto.

Menurutnya, walau Telkomsel melakukan akuisisi  perusahaan CP dan industri kreatif pendukung layanan seluler,  tidak akan mempengaruhi Telkom yang sudah terlebih dahulu memiliki layanan yang hampir sama. “Bisa saja sama, tapi kemasan dan cara penyampaian kepada pelanggan bisa berbeda. Lagi pula kan bisa disinergikan. Nilai perusahaan yang dibidik bervariasi mulai dari 10 miliar rupiah,” ujarnya.

Per  mei 2011 pelanggan Telkomsel mencapai 102 juta dan  diperkirakan menembus sebesar 104 juta pelanggan pada semester I 2011. Sedangkan target akhir tahun adalah meraih 115 juta pelanggan. Pangsa pasar Telkomsel tengah mengalami penurunan dari sebelumnya 50-55 persen menjadi sekitar 48 persen karena dampak kompetisi yang kian ketat diantara pemain terutama dalam perang tarif.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s