160611 Menanti Dukungan Pemerintah

Tingginya penggunaan internet  ternyata seperti dua mata pisau yang berbahaya. Di satu sisi, internet bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan perekonomian karena bergeraknya industri kreatif yang tidak membutuhkan sumber daya alam secara besar.

Tetapi di sisi lain, aksi tidak menghargai karya cipta juga semakin merajalela dengan alasan klasik, dunia internet adalah borderless dan selalu menawarkan hal yang gratis. Salah satu industri kreatif yang paling terpukul dengan aksi pembajakan melalui internet adalah musik.

Sejak 2004, industri musik digital di dunia terus meroket seiring perkembangan tren teknologi dan internet. Berdasarkan survei dari Razorfish Feed Study & NPD Group, pasar musik digital dunia tumbuh lebih dari 1000 persen sejak 2004 hingga 2009 dengan omset  4,6 miliar dollar AS.

Sayangnya, omset musik digital terus turun 31 persen karena pembajakan melalui download musik ilegal. Nilainya terus turun karena saat ini, 95 persen musik digital yang diunduh dari internet tidak berbayar walau  62 persen masyarakat  mendengarkan musik melalui dunia maya.

Di Indonesia, survei yang dilakukan oleh kelompok Heal Our Music (HOM) terhadap 111 anak muda tentang mengunduh lagu di internet membuat pelaku industri musik mengurut dada.

Tercatat, sebanyak 53 persen menyatakan jika lagu yang disediakan adalah gratis, kenapa harus memilih membayar, walaupun diketahui lagu itu adalah bajakan. Sedangkan 49 persen menyatakan tahu bahwa mengunduh lagu bajakan adalah illegal, tetapi tidak peduli, sisanya mengambil sikap tidak peduli.

Di negeri ini tercatat 15 server-server illegal dimana per April 2011 sebanyak 118.525.000 lagu diunduh  dari situs-situs tersebut  atau setiap detik sebanyak 92 lagu bajakan diunduh dari internet.

Periode Januari-Desember 2010, tercatat omset lagu legal di Indonesia  sekitar 1,811 triliun rupiah dengan jumlah lagu diunduh  15.395.253 lagu. Sementara nilai omset lagu bajakan diperkirakan sekitar 12 triliun rupiah dengan lagu yang diunduh 2,8 miliar karya cipta.

Menurut Juru bicara healourmusic.org, M Gopal Utiarrachman  industri musik digital Indonesia sudah mencapai titik nadir karena terus tergerus pembajakan melalui diunduhnya  musik ilegal. “Mayoritas diunduh  dari situs seperti gudanglagu.com, 4shared.com, index-of-mp3.com, dan masih banyak situs lainnya,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (15/6).

Masih menurut Gopal, produk mengunduh lagu secara lengkap atau yang dikenal dengan Full Track Download akan menjadi pengganti Ring Back Tone (RBT) di masa depan. Sayangnya, produk yang sedang berkembang itu dihantui oleh pembajakan.

“Di semua operator RBT mulai menurun pelanggannya. Full Track Download ini evolusi berikutnya. Sangat sayang kalau inovasi baru ini dihantam dengan pembajakan,” katanya.

Musisi senior Sam Bimbo mengungkapkan, merajalelanya pembajakan lagu di Indonesia karena pemerintah belum meratifikasi kesepakatan tentang hak cipta yang ada di dunia. “Padahal jika itu dilakukan, ini akan menjadi payung hukum bagi pemerintah untuk memberantas pembajakan ini. Pemerintah harus bergerak cepat, karena musik itu adalah ibunya kreatifitas dan kebutuhan akan seni ini terus meningkat,” katanya.

Bimbo meminta, untuk langkah jangka pendek pemerintah melalui Kemenkominfo berani melakukan aksi yang berani yakni memblokir situs-situs yang menawarkan lagu-lagu illegal.

“Langkah blokir ini ada payung hukumnya karena meletakkan konten di dunia maya  yang bukan haknya dan tidak memiliki ijin dari pemilik itu melanggar hukum.  Jangan hanya berani memerangi konten pornografi saja di internet, kami juga perlu dilindungi. Industri musik digital Indonesia bakal kolaps dan di ambang kehancuran jika  musik ilegal terus dibiarkan di internet,” tegasnya.

Bimbo pun meminta adanya lembaga independen yang diakui oleh tiga pihak yang bermain di industri musik digital yakni operator telekomunikasi, pencipta lagu, dan label rekaman, untuk mencatat setiap lagu legal yang diunduh oleh masyarakat.

“Kita tidak mau kejadian seperti RBT terjadi lagi. Kala RBT marak, pencipta lagu hanya mendapatkan 90 rupiah karena tidak adanya transparansi. Jika gejala tidak transparan ini mulai terjadi di full trek download, kapan pemusik yang mengandalkan kreatifitas bisa tenang di hari tua,” keluhnya.

Secara terpisah, Direktur e-Business Kominfo Azhar Hasyim, mengungkapkan, sedang mengaji bersama semua pemangku kepentingan di bisnis musik digital untuk memblokir konten musik illegal di internet.  “Kita sudah mengarah ke sana. Saat ini sedang didiskusikan dengan istansi terkait dan para produsen dan pencipta lagu,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s