150611 Kemenhub Pantau Penerapan KRL Commuter Line

JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memantau penerapan KRL Commuter Line yang ditargetkan beroperasi pada 2 Juli 2011 oleh  PT Kereta Api Indonesia (KAI).  li 2011.

“Saat ini sedang dilakukan evaluasi sampai sejauh mana pelaksanaan sosialisasinya sehingga dapat diterima oleh masyarakat. Sebaiknya KRL Commuter Line Jabodetabek yang menggunakan operasional tunggal perlu diberlakukan dulu sebagai proses uji coba pada 2 Juli 2011. Jika dalam perjalanannya tidak berhasil, akan ditinjau ulang ,” kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan di Jakarta, Selasa (14/6).

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan menambahkan instansinya  akan melihat sejauh mana kesiapan KAI khususnya KCJ yakni dalam hal sosialisasi ke masyarakat. “Nanti kami akan terus pantau, mereka rencananya uji coba single operation ini pada 18-19 Juni. Apakah mereka sudah siap, bagaimana sosialisasinya,” tutur Bambang.

Menurut Bambang, sebenarnya dengan pola baru tidak terjadi kenaikan tarif, tetapi ada perubahan pola kereta dari  tadinya Ekonomi AC menjadi commuter line, dan tidak ada lagi ekspress yang sering menyusul. “Sebenarnya bukan kenaikan tarif, tetapi beda pelayanan, commuter line ini bukan kereta AC Ekonomi, sehingga tidak disubsidi lagi,” jelasnya

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan Denny Siahaan mengatakan operasional tunggal Commuter Line perlu diberlakukan  sebagai proses uji coba.

“Coba dululah operasional tunggal KRL Commuter Line, karena ada trial and eror, berhasil tidaknya nanti baru kelihatan nanti,” katanya.

Menurutnya, kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek ini diperlukan sebagai angkutan massal yang dapat mengatasi kemacetan di Jakarta. “Memang, 70 persen pengguna KRL ekspress yang ditiadakan seiring penerapan KRL Commuter Line karena akan menambah waktu tempuh setidaknya 30 menit lebih lama ketimbang ekspress,” jelasnya

Namun, lanjutnya,  saat dilakukan  survei para pengguna KRL Ekspress yang keberatan ini ternyata masih setia akan menggunakan KRL Commuter Line nantinya, hanya 3 persen  yang menyatakan akan pindah ke kendaraan pribadi.

Masih menurut Denny,  kedepannya mengenai sistem transportasi kereta, seharusnya berada di bawah tanah, karena kalau di atas tanah, akan banyak persimpangan dengan jalur kendaraan bermotor. “Bisa dibayangkan bagaimana mobil dipersimpangan kereta api, kalau kereta per 2 menit lewat, mobil tidak bisa lewat. Maka seharusnya kereta di bawah tanah, tetapi memang biayanya jadi mahal,” kata dia.

Sebelumnya,  PT KAI Commuter Jakarta (KCJ), anak perusahaan PT KAI yang khusus tangani operasional KRL Jabodetabek akan melakukan uji coba pada 18-19 Juni 2011 sebelum penerapan operasional tunggal KRL Commuter Line pada 2 Juli 2011. Dengan demikian nantinya KRL yamg beroperasi di Jabodetabek hanya ada dua jenis, yakni Commuter Line yang berhenti di setiap stasiun (seperti AC Ekonomi) dan kereta ekonomi non ac. Kereta ekspress yang hanya berhenti di stasiun tertentu ditiadakan.

Komunitas penumpang Kereta Api Listrik Jakarta (KRL Mania) menolak rencana kenaikan tarif KRL Ekonomi AC hampir 90 persen yang dibungkus dalam pola baru single operation atau operasional tunggal per 2 Juli 2011. Untuk itu komunitas ini meminta Kementerian Perhubungan untuk meninjau ulang kebijakan baru tersebut.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan anak perusahaannya PT KAI Commuter Jakarta (KCJ), yang didukung Kementerian Perhubungan dinilai kurang peka terhadap masyarakat dengan menaikkan tarik tetapi menurunkan pelayanan.

KRL Mania berpendapat bahwa rencana kenaikan 90 persen tarif KRL Ekonomi AC tidak dapat diterima, dan menyerukan kepada Kementerian Perhubungan untuk meninjau rencana ini.

Keberatan KRL Mania atas dua hal, pertama kenaikan hampir 90 persen untuk tarif KRL Ekonomi AC Depok/Bogor 9 ribu rupiah dari sebelumnya 5.500 rupiah. Tarif KRL Ekonomi AC Serpong, Bekasi, Tangerang 8 ribu rupiah dari sebelumnya 4.500 rupiah. Kedua, waktu tempuh rata-rata bertambah 15-30 menit.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s