110611 Persaingan di Siskomdat Kian Ketat

JAKARTA—Persaingan di  bisnis Sistem Komunikasi Data (Siskomdat) diperkirakan kian ketat dengan hadirnnya pemain raksasa telekomunikasi dari Amerika Serikat, AT&T, yang memiliki lini produk nan lengkap.

“Tentunya persaingan di bisnisnya akan ketat dan berat.  AT&T diperkirakan akan membidik semua perusahaan asal AS yang berada di Indonesia untuk dilayani sistem komunikasinya dengan kantor pusat di negeri Paman Sam. Apalagi jika nantinya semua layanan berbasis internet protocol (IP) dimana semuanya adalah data,” ungkap Ketua Bidang Teknologi Masyarakat Telematika Informatika (Mastel) Taufik Hasan, di Jakarta, Jumat (10/6).

Diperkirakannya, sebagai pemain baru di pasar lokal, AT&T, akan menawarkan tarif yang kompetitif dengan memberikan diskon yang menarik bagi pengguna jasanya.

“Bagi perusahaan lokal jika inngin bersaing harus mulai meperbaiki kualitas layanannya. Apalagi bagi perusahaan internasional tentu akan menggunakan preferensi operator dari negara masing-masing untuk kualitas layanan yang diberikan,” katanya.

Sekjen Mastel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi  mengungkapkan, ditambahnya pemain di  Siskomdat akan berdampak tergerusnya pemain lama mengingat nilai bisnis dari jasa tersebut tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

“Pihak yang bisa meraup keuntungan mungkin adalah pemain jarinngan tertutup (Jartup) karena infrastrukturnya akan disewa untuk menyalurkan data. Tetapi ini juga akan sementara karena setelah itu, AT&T akan menekan harga sewa ke pemilik jartup,” jelasnya.

Praktisi telematika Teguh Prasetya mengatakan, sebagai perusahaan raksasa telekomunikasi, AT&T memiliki lini produk yang lebih lengkap ketimbang pemain lokal yang bermain di bisnis ini.

“Dari sisi konsumen tentunya mendapatkan harga yang lebih kompetitif karena AT&T akan menawarkan sistem subsidi untuk semua lini produk yang dimilikinya. Sekarang tinggal dilihat, jenis jasa dari siskomdat yang ditawarkan oleh AT&T,” katanya.

Diungkapkannya, pemain lokal masih mendominasi jasa Internet Protocol berbasis Virtual Private Network (IPVPN) yang merupakan bagian dari Siskomdat seperti  Lintas Arta, IM2, dan Telkom.

“Kalau perangkatnya memang semuanya asing, lokal belum mampu. Untuk  IPVPN router masih  didominasi  Cisco, Juniper, dan  Huawei,” ungkapnya.

VPN banyak dimanfaatkan oleh perusahaan asing untuk berkoordinasi dengan kantor pusat atau kantor cabangnya dengan memanfaatkan jaringan tertutup. Selama ini penyelenggara jaringan lokal dianggap hanya menyediakan jalan tol sedangkan platform services dikuasai oleh asing.

Teguh mengakui, jasa ini bisa dikontrol dari luar negeri karena sifat dari internet yang borderless dan global sehingga banyak sekali aplikasi yang hosting di luar negeri dengan pertimbangan globalisasi layanan.

“Tetapi keberadaan fisik untuk pendirian dan usaha masih tetap harus ada di dalam negeri. Selain itu, penyelenggara VPN  jika ingin bermain di domestik   harus punya akses lokal link. Jadi kekhawatiran perusahaan semu   bisa dikesampingkan,” katanya.

Dijelaskannya, kondisi saat ini pemain asing untuk IPVPN hanya mendapat   porsi menggarap kantor cabang internasiona karena dibutuhkan  interkoneksi  dengan penyedia  global IPVPN provider.

“Kunci dari keberhasilan IPVPN itu tetap lokal akses dan melayani secara langsung. Tidak ada itu bisa diremote dari luar negeri,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto mengungkapkan,  pihaknya telah memberikan AT&T   izin penyelenggaraan layanan komunikasi data jasa multimedia di Indonesia. Izin penyelenggaraan komunikasi data AT&T dikeluarkan pada 27 Mei 2011 lalu.

“Dengan dipegangnya izin penyelenggaraan artinya AT&T sudah bisa menjalankan bisnisnya di layanan komunikasi data. Umumnya target bisnis layanan ini adalah korporat,” jelas Gatot.

Dicontohkan, layanan yang bisa dijajakan AT&T adalah terkait jalur komunikasi perusahaan seperti supermarket atau shooping center yang ingin mengetahui persediaan stok barang di cabang-cabangnya di berbagai kota.

“Jadi layanan komunikasi data yang dimaksud lebih ke storage communication systems. Namun tidak hanya untuk bisnis supermarket, di kepabeanan juga bisa diterapkan layanan ini,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s