100611 Sriwijaya Air Datangkan Dua Pesawat Latih

JAKARTA–Sekolah penerbangan milik maskapai Sriwijaya Air, National Aviation Management (NAM) Flying School, mendatangkan dua pesawat latih  tipe Piper Warrior III guna memperkuat armada yang sudah ada.

“Datangnya dua pesawat baru seharga 120-140 ribu dollar AS per unit ini memperkuat dua armada lama yang sudah ada. Sekarang NAM memiliki 4 pesawat untuk 41 siswa penerbangnya,” ungkap President Director NAM Flying School Fandi Lingga kepada Koran Jakarta,  Kamis (9/6).

Diungkapkannya, Sriwijaya Air memiliki target agar NAM mempunyai sekitar 7-10 pesawat latih tipe Piper Warrrior III guna menyesuaikan dengan kapasitas sekolah yang bisa menampung 82 siswa.

Pada Agustus nanti akan datang dua lagi pesawat dengan tipe sejenis. Sriwijaya Air sendiri menginvestasikan dana sekitar 20 miliar rupiah diluar 4 pesawat untuk membangun NAM.

NAM Flying School berdiri pada 2009 dengan 4 flight instruktur yang didukung fasilitas simulator frasca, dormitory, CBT room, briefing room, apron, dan shelter yang dapat menampung sampai 10 pesawat.

“Angkatan I dari NAM akan lulus pada Desember 2011 nanti. Untuk dua angkatan pertama ini kami memprioritaskan siswa dari kalangan internal Sriwijaya seperti saudara pegawai atau karyawan yang ingin menjadi pilot. Baru pada angkatan III akan dibuka bagi umum,” jelasnya.

Diungkapkannya, NAM Flying School memiliki target untuk dapat meluluskan jumlah penerbang antara 20-25 calon penerbang di setiap batch. Kelulusan setiap batch dibutuhkan waktu sekitar 18 bulan atau 150-160 jam terbang yang ditargetkan untuk mendapatkan Commercial Pilot License (CPL)- Instrument Rating (IR).

“Nantinya semua lulusan NAM akan menerbangi 29 armada yang dimiliki oleh Sriwijaya Air. Kami sangat membutuhkan pilot dan co pilot, karena idealnya satu pesawat memiliki 4 set kru ( 4 pilot, 4 co pilot),” jelasnya.

Namun, lanjut Fandi, tidak tertutup kemungkinan NAM mendidik calon penerbang untuk maskapai lainnya.

“Seperti saat ini kami sedang menyelenggarakan program Foreign Endorse License yang diikuti oleh penerbang dari Malaysia dan India untuk dapat bekerja sebagai penerbang di Indonesia,” jelasnya.

Kepala sekolah NAM Sunaryo mengungkapkan, para siswa dari NAM untuk angkatan I dan II mendapatkan beasiswa berupa pembiayaan dari Bank Internasional Indonesia (BII).

“Ketika lulus para siswa ini menjalani ikatan dinas selama 10 tahun dan biaya sekolah sebesar 500 juta rupiah dicicil melalui pemotongan gaji,” jelasnya.

Untuk diketahui, gaji dari co pilot umumnya sekitar 30 juta rupiah, sementara pilot sebesar 60 juta rupiah.

Diperkirakan Indonesia dalam jangka waktu empat tahun ke depan diyakini masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) pilot karena posisi suplai tidak seimbang degan permintaan.

Kebutuhan pilot sepanjang 2011-2015 diperkirakan mencapai 4.000 orang. Namun, kemampuan suplai pilot di Tanah Air baru mencapai 320 orang per tahun atau 1.600 orang sampai 2015.[Dni]

Iklan

1 Komentar

  1. berapa gaji pilot bar 2 sriwijaya air?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s