100611 Operator Lokal Minta Aturan Siskomdat Diperketat

JAKARTA—Operator lokal yang bermain di bisnis Sistem Komunikasi Data (Siskomdat) meminta regulator  memperketat pemberian izin jasa tersebut bagi pemain asing  agar pemain lokal bisa bersaing di pasar.

“Para pemain di jasa ini sudah terlalu banyak, mulai dari pemain lokal hingga asing. Ada baiknya aturan main dari jasa ini ditinjau ulang dengan diperketat pemberian izin dan komposisi kepemilkan saham aisngnya,” tegas Head Of Corporate Communication Telkom Eddy Kurnia kepada Koran Jakarta, Kamis (9/6).

Ditegaskannya, pemain lokal pada prinsipnya tidak takut dengan kehadiran dari pemain asing di bisnis tersebut. “Kami tidak ada masalah dengan hadirnya pemain asing. Tetapi yang menjadi masalah komitmen pembangunan jaringan tulang punggung (backbone) selama ini lebih banyak dilakukan oleh pemain lokal, terutama Telkom,” ketusnya.

Direktur Corporate & Wholesales Indosat Fadzri Sentosa mengungkapkan, bagi pemain besar seperti Indosat tidak khawatir masuknya pemain telekomunikasi raksasa dari Amerika Serikat AT&T karena biasanya kebutuhan penggunaan tulang punggung jaringan dan akses (last mile) akan menyewa kepada operator lokal.

“Mereka tidak membangun jaringan, biasanya sewa ke pemain yang punya backbone. Pemain lokal tidak takut adanya pemain asing ini karena selama ini sudah banyak operator asing menggarap Siskomdat seperti British Telecom, NTT (Jepang), dan Telestra di Indonesia,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan,  saat ini ada 9 perusahaan yang memegang izin penyelenggara Siskomdat di Indonesia dari investor  domestik.  Kesembilan pemain itu adalah PT Sejahtera Globalindo, PT Sistelindo Mitralintas, PT Centrin Nuansa Teknologi, PT Berca Hardayaperkasa, PT Dini Nusa Kusuma, PT EDI Indonesia, PT Imani Prima, PT Patrakom, PT Aplikanusa Lintasarta.

AT&T bisa masuk ke pasar Indonesia  karena sesuai Peraturan Presiden nomor 36 tahun 2010 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI). Di regulasi itu  bidang Siskomdat dibuka untuk asing hingga 95 persen.

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo M. Budi Setyawan mengungkapkan,  Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tengah  berencana memperketat izin Siskomdat agar pemain lokal bisa bersaing di pasar.

“Siskomdat itu seperti kantong dimana layanan-layanan yang tidak ada pada definisi telekomunikasi dan telekomunikasi khusus berada. Kami ingin memilah dan memperketat pemberian lisensinya agar jelas kategori jasa yang masuk dalam Siskomdat,” ungkapnya.

Diungkapkannya, rencananya pemilahan secara lengkap masalah Siskomdat akan dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang Konvergensi yang diusulkan ke parlemen. “Kami juga akan mengusulkan pembatasan kepemilikan asing di Siskomdat. Sekarang terlalu longgar dimana asing bisa berkuasa hingga 95 persen dalam komposisi saham,” tegasnya.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono menjelaskan, sebagai bisnis masa depan wajar Siskomdat diatur lebih ketat. “Jika dibuka terlalu besaruntuk investor asing, tidak ada transfer teknologi bagi anak bangsa. Idealnya dibatasi 30 persen saja, walau di negara lain ada yang membatasi hingga 20 persen,” jelasnya.

Dijelaskannya, salah satu wujud dari bisnis Siskomdat adalah penyediaan  Virtual Private Network (VPN) yang banyak digunakan oleh perusahaan asing di Indonesia untuk berkoordinasi dengan kantor pusat di luar negeri atau cabangnya di nusantara.

”Saat ini Telkom dan Indosat hanya menjadi penyedia pipa dari platform services VPN ibarat Jasa Marga yang mengelola  jalan tol. Sedangkan jasa angkutannya dikuasai oleh asing. Padahal, biaya angkutan itu memiliki pendaptan lebih besar dan sarat teknologi tinggi,” sesalnya.

Sebelumnya, Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto mengungkapkan,  pihaknya telah memberikan AT&T  izin penyelenggaraan layanan komunikasi data jasa multimedia di Indonesia. Izin penyelenggaraan komunikasi data AT&T dikeluarkan pada 27 Mei 2011 lalu.

“Dengan dipegangnya izin penyelenggaraan artinya AT&T sudah bisa menjalankan bisnisnya di layanan komunikasi data. Umumnya target bisnis layanan ini adalah korporat,” jelas Gatot.

Dicontohkan, layanan yang bisa dijajakan AT&T adalah terkait jalur komunikasi perusahaan seperti supermarket atau shooping center yang ingin mengetahui persediaan stok barang di cabang-cabangnya di berbagai kota.

“Jadi layanan komunikasi data yang dimaksud lebih ke storage communication systems. Namun tidak hanya untuk bisnis supermarket, di kepabeanan juga bisa diterapkan layanan ini,” jelasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s