080611 Kemenhub Dapatkan Anggaran Rp 22,54 Triliun

JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapatkan anggaran sebesar 22,54 triliun rupiah atau  50 persen  dari total kebutuhan anggaran 2012  dalam pagu indikatif dari  45,49 triliun rupiah. Penetapan pagu indikatif tahun anggaran 2012 ini setelah dilakukan trilateral meeting antara Kemenhub, Kementerian Keuangan, dan Bappenas.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengungkapkan, dalam sidang kabinet yang digelar pada pertengahan Mei 2011, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mengusulkan tambahan anggaran Kemenhub untuk 2012 senilai 4,06 triliun rupiah.

Rinciannya,  3,91 triliun rupiah untuk mendukung realisasi proyek infrastruktur transportasi dalam MP3EI dan 150 miliar rupiah untuk penguatan baseline  Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) pada 2010-2014.

Adanya tambahan 4,06 triliun rupiah  pada 2012 pagu indikatif anggaran Kemenhub menjadi sedikitnya 26,30 triliun rupiah  setelah sebelumnya dilakukan pengurangan anggaran BP SDM Perhubungan pada 2012 senilai 300 miliar rupiah.

“Pada 2012, proyek-proyek dalam MP3EI mulai dijalankan. Kemenhub berkewajiban menciptakan domestic connectivity dengan proyek kereta api (KA), pelabuhan, dan bandara. Karena itu, kami diusulkan mendapat tambahan Rp3,91 triliun untuk merealisasikan proyek MP3EI,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (7/6).

Dijelaskannya,  dana 3,91 triliun rupiah itu  ada di  6 pos alokasi, yakni pengadaan lahan ketetaapi akses ke Bandara Soekarno-Hatta 1,05 triliun rupiah, pembangunan jalur ganda lintas Semarang-Surabaya (Rp 1,04 triliun), pembangunan jalur ganda lintas Cirebon-Tegal (Rp 689 miliar), pembangunan jalur ganda lintas Tegal-Semarang (Rp 651,4 miliar), pembangunan breakwater dan dermaga VI di Bakauheni I  (Rp335 miliar), dan pembangunan bandara Ahmad Yani-Jawa Tengah (sisi udara) (Rp 140 miliar).

Adapun tambahan anggaran dalam rangka perkuatan baseline RPJMN 2010-2014 sebesar 150 miliar rupiah  dengan rincian pembangunan dermaga di Pulau Aru 20 miliar rupiah, pelebaran runway atau landasan bandara Sultan Thaha (Rp 50 miliar), pengembangan bandara Jalaludin Gorontalo (Rp 40 miliar), dan perpanjangan dan perluasan apron bandara Tampa Padang Sulbar (Rp 40 miliar).

“Sehubungan dengan selisih anggaran yang cukup besar antara pagu kebutuhan dengan pagu indikatif yang mencapai 48 persen tersebut, maka dalam menetapkan program atau kegiatan RKA 2012, Kemenhub akan melakukan seleksi berdasarkan skala prioritas sesuai kriteria-kriteria yang mengacu padaarahan presiden dan wakil presiden,” jelasnya.

Ketua Komisi V DPR Yasti Soepredjo meminta meski hanya dipenuhi kebutuhannya sebesar 50 persen,  Kemenhub  tetap mengutamakan keamanan transportasi nasional.

“Kadang-kadang usulan Kemenhub soal kebutuhan anggaran memang sulit, harusnya dipenuhi untuk memenuhi angkutan massal yang aman nyaman, meminimalkan kecelakaan. Namun dengan anggaran yang minim, Kemenhub harus tetap mampu mewujudkannya. Kami memperjuangkan agar anggaran infrastruktur ditambah,” katanya.

Investasi Swasta
Anggota Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia menyarankan, pemerintah harus  mendorong masuknya investasi swasta sebesar-besarnya dengan meningkatkan profesionalisme kinerja aparaturnya.

“Penyebab enggannya pihak swasta terlibat dalam pembiayaan sektor transportasi disebabkan tidak matangnya proyek-proyek yang disusun pemerintah. Selain itu kalangan swasta menilai proyek-proyek yang ada tidak memiliki naungan kerangka kebijakan yang baik serta masih buruknya tata kelola sektor
transportasi. Ini harus diperbaiki,” katanya.

Menurutnya,  kebutuhan investasi di sektor perhubungan tahun ini lebih dari  350 triliun rupiah agar`pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,5 persen. Dari kebutuhan itu hanya sebagian kecil saja yang bisa disediakan pemerintah, selebihnya membutuhkan peran swasta.

Dikatakannya buruknya performa proyek transportasi bisa dilihat dari laporan World Bank, Asian Development Bank, maupun JBIC. Lembaga keuangan dunia itu menyebutkan nilai proyek KPS (kerjasama pemerintah dan swasta) di Indonesia yang gagal dilaksanakan mencapai 4.736 juta dollar AS. Jauh diatas Filipina yang hanya 935 juta dollar AS, Malaysia 238 juta dollar AS, Vietnam 154
juta dollar AS, Thailand 632 juta dollar AS, dan Kamboja 1 juta dollar AS.

Kegagalan tersebut semakin diperparah, karena Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) di daerah hingga saat ini belum tersosialisasi dengan baik. Disamping itu Peraturan Presiden No 67/2005 tentang KPS dianggap tidak fleksibel dengan kondisi di daerah. Dalam pandangan pemerintah daerah, proyek KPS hanya bisa dilaksanakan untuk proyek-proyek besar dengan jangka waktu panjang, sehingga sulit untuk dilaksanakan di daerah.

“Kondisi ini sangat disayangkan mengingat infrastruktur transportasi yang tidak memadai telah menghambat pembangunan ekonomi dan sosial. Bahkan gejala deindustrialisasi makin menguat belakangan ini,” terang Yudi.

Selain itu, dalam konteks desain pembangunan transportasi belum mampu menjawab kebutuhan Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan. Infrastruktur transportasi harus bisa menghubungkan seluruh daerah, baik antar pulau dan antar daerah pedalaman dengan daerah yang menjadi
pusat pertumbuhan ekonomi.

“Keterlibatan investasi pihak swasta ini nantinya dapat membantu untuk mempercapat proses konektivitas antar daerah yang masuk dalam koridor ekonomi yang telah dicanangkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Pembangunan infrastruktur perhubungan ini, lanjutnya, harus tetap mengutamakan prinsip cepat, murah dan juga aman, sehingga dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan. Ia menambahkan, geliat ekonomi yang cukup besar di daerah menuntut untuk semakin mengoptimalisasikan peningkatan kapasitas di setiap sarana transportasi, seperti bandara, pelabuhan, dan stasiun.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s