070611 Wadirut Bakrie Telecom Hengkang

JAKARTA—Wakil Direktur Utama (Wadirut) Bidang Jaringan Bakrie Telecom, M. Danny Buldansyah, dikabarkan hengkang dari operator yang mengusung merek esia itu dan bergabung dengan Qatar Telecom  (Qtel).

“Danny baru kembali dari Qatar untuk bertemu dengan petinggi Qtel. Danny untuk sementara akan bergabung dengan Qtel grup. Setelah itu, tiga bulan kemudian akan ditugaskan menjadi Wadirut atau Chief Operating Officer (COO) di Indosat karena Qtel adalah pemilik 65 persen saham operator itu,” ungkap sumber Koran Jakarta, Senin (6/6).

Diungkapkannya, Danny nantinya di Indosat akan mengambil peran yang ditinggalkan mantan eksekutif Singapore Technologies Telemedia (STT), Kaizad B Heerjee, yang mengundurkan diri pada awal 2010. “Danny akan mengurusi pengembangan jaringan dan pemasaran dari Indosat nantinya,” katanya.

Mantan petinggi Indosat di era kepemilikan saham masih dikuasai oleh STT yang enggan disebutkan namanya, mengakui sosok Danny sudah didekati sejak beberapa tahun lalu untuk menempati posisi itu. “Ini sebenarnya isu lama karena setahu saya Danny memang sudah diincar sejak lama oleh Indosat. Jika kali ini terealisir, ini tentu kabar gembira bagi Indosat agar bisa lebih kompetitif setelah banyak eksekutifnya yang hengkang,” katanya.

Berdasarkan catatan, Danny yang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988 memang akrab dengan pengembangan jaringan operator baik ketika bergabung dengan AT&T, Lucent Technologies Indonesia, XL Axiata, dan terakhir di Bakrie Telecom sejak 2007.

Sayangnya, Danny ketika dikonfirmasi enggan memberikan keterangan. Sikap serupa juga ditunjukkan oleh  Direktur Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi.

Sedangkan Head Of Corporate Communication Indosat Djarot Handoko mengakui pada 24 Juni 2011 akan digelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa Indosat. “Masalah ada isu  urusan penggantian direksi  atau komisaris adalah urusan pemegang saham. Agenda  terkait RUPST/LB Indosat akan disampaikan dalam waktu dekat,” katanya.

Sementara menurut Pengamat Ekonomi dari Universitas Trisakti Fransiscus Paschalis derasnya arus bajak-membajak eksekutif di industri telekomunikasi disebabkan dua hal yang saling terkait.

Pertama, bermunculannya pemain baru yang banyak melakukan proyek ekspansi, sehingga perusahaan itu membutuhkan banyak SDM. Kedua, tingginya kebutuhan tidak didukung suplai pasar, terutama pasokan dari perguruan tinggi yang kurang.  “Biasanya penyebab utama turnover ini adalah gaji, di samping reputasi perusahaan, suasana, dan fasilitas kerja,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s