070611 Mandala Belum Bisa Mengangkasa

JAKARTA—Maskapai swasta, PT Mandala Airlines (Mandala), dipastikan belum bisa mengangkasa kembali pada Juni ini, walaupun telah berhasil menggandeng mitra investor baru yakni Saratoga Capital dan Tiger Airways mengingat otoritas penerbangan sipil  menilai  persyaratan teknis (technical requirements) berupa rencana bisnis (bussiness plan)  belum dipenuhi oleh operator tersebut.

“Mandala sepertinya belum akan terbang pada  Juni-Juli 2011,  karena kami masih evaluasi beberapa hal terkait technical requirement yang belum dipenuhi. Meski rute masih terbuka untuk diterbangi lagi oleh Mandala Airlines,” ungkap Menteri Perhubungan Freddy Numberi  di Jakarta, Senin (6/6).

Diakuinya, peluang Mandala untuk terbang lagi bagi maskapai itu  memang terbuka lebar. Hal ini karena  telah memiliki investor baru, yakni Saratoga Capital dan Tiger Airways, dan  rute yang ditinggalkan Mandala belum diambilalih oleh maskapai lain. “Meski izin rute telah dibekukan, sejatinya Mandala masih menjadi pemilik rute tersebut,” jelasnya.

Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Edward Alexander Silooy mengakui, hingga kini rencana bisnis terbaru Mandala belum sampai di Kemenhub. Padahal, rencana bisnis menjadi poin krusial bagi operasional sebuah maskapai. Dalam rencana bisnis tak hanya memuat tentang struktur dan komposisi pemodal baru, permodalan dari pemodal baru, pengadaan pesawat, hingga rencana operasional seperti rute yang diterbangi.

“Sampai saat ini rencana bisnis terbaru Mandala Airlines belum kami terima. Jadi terus terang kami belum bisa bicara apa-apa, kemarin itu baru lapor tentang adanya calon pemodal baru yang hendak menghidupkan maskapai itu, lainnya belum ada,” jelas Silooy.

Secara terpisah, Manajer Investasi Saratoga Capital Devin Wirawan mengatakan, Mandala Airlines memang tidak mungkin terbang pada Juni-Juli tahun ini. Pasalnya, saat ini saja proses uji tuntas (due dilligence) masih dilakukan antara manajemen Mandala Airlines dan Saratoga Capital serta Tiger Airways. Saratoga menargetkan Mandala bisa terbang kembali pada semester II-2011 sejalan dengan selesainya proses uji tuntas.

“Dari Saratoga menargetkan Mandala bisa terbang lagi pada tahun ini, tapi bukan Juni-Juli tidak keburu-lah. Karena saat ini masih saja uji tuntas, jadi Saratoga dan Mandala pada 19 Mei 2011 kemarin baru menyepakati term sheet yang dilanjutkan due dilligence,” jelasnya.

Devin juga  belum bisa memastikan nilai akuisis dari Mandala Airlines oleh Saratoga Capital, meski dipastikan Saratoga akan menguasai 51 persen saham Mandala Airlines dan Tiger Airways menguasai 33 persen. Nilai akuisisi baru akan diketahui setelah proses uji tuntas selesai yang akan dilanjutkan dengan penandatangan sales purchase agreement (SPA).

Selain nilai akuisisi, Saratoga juga belum bisa memastikan jumlah dan jenis pesawat, termasuk rute yang dilayani.

“Kalau layanan yang akan dipilih mungkin sudah bisa dipastikan. Dalam publikasi sebelumnya oleh pihak-pihak terkait memang Mandala akan mengikuti model bisnis yang dijalankan Tiger Airways selama ini, yakni low cost carrier (LCC),” ungkapnya.

Sebelumnya pada Kamis (19/5) Kantor berita Reuters  menyebutkan, maskapai berbiaya murah (low cost carrier) Tiger Airways dalam pernyataannya telah mengakui untuk menyetujui akuisisi 33 persen saham di PT Mandala Airlines. Namun nilai akuisisi atas jumlah saham itu tidak diungkapkan.

Disebutkan pula, Mandala tengah merestrukturisasi keuangannya sesuai proses hukum di Indonesia . Tiger Airways yang kini 33 persen  sahamnya dimiliki Singapore Airlines (SIA) akan menerapkan strategi perjalanan murah untuk rute domestik mapun internasional dengan waktu tempuh lima jam. Untuk masuk ke Mandala Airlines, Tiger Airways akan menggandeng Saratoga Group yang nantinya akan memiliki saham mayoritas sebesar 51 persen di Mandala.

Dengan pernyataan itu, komposisi saham Mandala yang dulu 51 persen dimiliki PT Cardig International Aviation dan 49 persen milik Indigo Indonesia Investment Sarl menjadi Saratoga Capital (51%), Tiger Airways (33%), dan kreditor konkuren Mandala (16%).

Mandala menghentikan operasional maskapainya sejak 13 Janurai 2011 lalu karena kesulitan keuangan, sehingga seluruh pesawat yang berjumlah tiga unit ditarik kembali oleh lessor (perusahaan penyewa pesawat). Total kewajiban Mandala saat itu mencapai 2,45 triliun rupiah kepada kreditur konkuren yang jumlahnya ratusan telah dikonversi ke dalam saham Mandala dan utang ke kreditur separatis yaitu Bank Victoria 54,14 miliar rupiah.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s