010711 Kemenhub akan Revitalisasi Perlintasan Bogor-Sukabumi

JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian tengah menyiapkan revitalisasi perlintasan antara Stasiun Bogor hingga Stasiun Sukabumi sepanjang 26 kilometer  untuk peningkatan mutu lintasan dengan memperbarui rel.

“Kami rencananya akan memperbaharui rel  sepanjang 26 km dari Bogor menuju Cicurug. Dibutuhkan anggaran sebesar 520 miliar rupiah  untuk revitalisasi perlintasan kereta api (KA) agar  pendistribusian logistik angkutan barang produksi dari kawasan di sepanjang perlintasan tersebut menuju Jakarta lancer,” ungkap Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Selasa (31/5).

Dijelaskannya, langkah memperbaharui lintasan itu karena tahun 2011 dan 2012 telah ditetapkan sebagai  saatnya memperbaiki infrastruktur pendukung logistik angkutan barang melalui moda transportasi perkeretaapian,”Saat ini Ditjen Perkeretaapian tengah mengenjot melalui pembangunan infrastruktur KA baik itu melalui double track (jalur ganda) maupun pengiriman logistik barang melalui KA,” kata Bambang.

Diungkapkannya,  jalur KA antara Bogor-Sukabumi merupakan salah satu jalur yang diprioritaskan dalam upaya pengoptimalisasian sistem distribusi logistik nasional melalui jalur kereta api oleh pemerintah. Dibutuhkan anggaran sedikitnya 520 miliar rupiah  dengan asumsi 20 miliar rupiah  per kilometer untuk peningkatan mutu jalur KA yang telah ada sejak jaman pemerintahan Belanda yaitu 1911 tersebut.

“Perlu ada  short cart untuk jalur KA Cirebon ke arah Bandung dan Sukabumi, pemerintah menargetkan pengoptimalan jalur KA Bogor-Sukabumi ini dapat selesai pada tiga tahun dari sekarang,” tambahnya.

Dikatakannya, saat ini  terdapat beberapa permintaan industri dalam mendistribusikan barang produksi dari Sukabumi ke Jakarta. Salah satunya yaitu perusahaan air munim PT Tirta Investama (Aqua Danone), yang ingin mengalihkan sistem distribusi angkutan jalan mereka ke Jakarta melalui moda transportasi kereta api.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Hendro Baroeno  mendukung upaya pemerintah dalam mendorong pendistribusian logistik angkutan barang produksi dari menggunakan transportasi truk menjadi moda transportasi KA.

“Pengiriman barang melalui moda kereta api menurut kami lebih cepat dan efisien karena tidak ada kemacetan, selain itu bahan bakar minyak yang dikeluarkan juga relatif sedikit, hal ini turut pula mempengaruhi harga barang yang akan dijual pastinya lebih murah,” kata Hendro.

Sebelumnya,  Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan  mengatakan, rel yang terpasang di lintas Bogor-Sukabumi tersebut dibangun oleh pemerintah Belanda dengan usia rata-rata 90 tahun. Kegiatan peningkatan mutu lintasan tersebut dengan mengganti rel yang terpasang, dari ukuran R33 dengan rel berukuran R54. Tujuannya agar lokomotif jenis CC yang bersumbu enam (12 roda) bisa digunakan pada jalur tersebut.

”Ini agar  kapasitas angkutnya bisa besar. Kalau sekarang, yang bisa dioperasikan hanya Lok BB (bersumbu empat), dengan daya tarik maksimal antara 2-3 gerbong per sekali jalan, dan dengan ritase terbatas. Sedangkan dengan Lok CC kita bisa tarik sampai 20 gerbong per rangkaian, dan ritasenya juga bisa banyak,” jelas Tundjung.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s