010711 Garuda Jadikan Makassar Hub Indonesia Timur

JAKARTA—PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda) secara resmi menjadikan  kota Makassar sebagai Pusat Distribusi (hub) untuk wilayah Indonesia Timur pada Selasa (31/5).

Direktur Utama Garuda Indonesi Emirsyah Satar melalui keterangan tertulisnya menjelaskan, penetapan Makassar sebagai hub Garuda merupakan bagian dari program pengembangan jaringan (network) dan rute penerbangan khususnya di wilayah timur Indonesia, serta sebagai upaya untuk mendukung program percepatan ekonomi nasional yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Konsep Pembangunan Enam Koridor Ekonomi Nasional.

“Mengingat kota Makassar tumbuh sangat cepat sebagai kota bisnis dan posisi Makassar yang sangat strategis dikawasan Indonesia Timur, maka hari ini Garuda membuka Makassar sebagai hub untuk wilayah Indonesia Timur, untuk meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan ini bagi peningkatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Emir di siaran pers yang diterima Selasa (31/5).

Dijelaskannya, dengan penetapan Makassar sebagai hub untuk wilayah Indonesia Timur, maka selanjutnya dari Makassar, Garuda akan melayani penerbangan ke tiga belas kota tujuan di domestik dan internasional yaitu Ambon, Balikpapan, Biak, Denpasar, Jakarta, Jayapura, Palu, Surabaya, Gorontalo, Manado, Ternate, Timika dan Singapura.

Menurut Emir, mengingat Koridor Ekonomi Sulawesi disiapkan menjadi garis depan ekonomi nasional terhadap pasar Asia Timur, Australia dan Amerika, maka saat ini adalah saat yang tepat untuk mengembangkan Makassar. Untuk menunjang pengembangan Makassar sebagai kota bisnis di masa mendatang, Garuda juga membuka rute penerbangan dari Makassar ke beberapa kota bisnis lainnya seperti Singapura dan Balikpapan. Ke depan Garuda juga akan membuka Medan sebagai hub untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya.

Untuk mendukung pengembangan jaringan  penerbangan dan ekspansi Garuda tersebut, melalui program “Quantum Leap”, hingga tahun 2015, perseroan merencanakan akan menambah armada dari yang saat ini  berjumlah sebanyak 84 pesawat menjadi 153 pesawat yang terdiri dari B737-800NG, A330-200 dan B777-300ER.

Selanjutnya Emir mengungkapkan,  mulai 1 Juni 2011 Garuda membuka beberapa rute baru dari Makassar untuk semakin memantapkan kota Makassar sebagai kota “pusat distribusi”. Rute – rute penerbangan tersebut antara lain rute Makassar – Singapura yang dilayani satu kali setiap hari menggunakan  pesawat sub-100 (B737-500) dengan kapasitas kursi 12 kelas bisnis dan 84 kelas ekonomi.

Selain itu Garuda juga membuka rute baru Makassar – Balikpapan pp, dan Balikpapan – Jogjakarta pp, dan Surabaya – Ambon yang dilayani satu kali penerbangan setiap hari masing masing menggunakan pesawat B737-500 dengan kapasitas 96 kursi terdiri dari 12 kursi di kelas bisnis dan 84 kursi dikelas ekonomi.

Garuda juga telah  menambah frekuensi pada beberapa rute penerbangan antara lain :  Jakarta – Palembang (dari 8 penerbangan menjadi 9 penerbangan sehari),  Jakarta – Batam (dari 3 menjadi 4 penerbangan sehari), Jakarta – Padang (dari 3 menjadi 4 penerbangan sehari), Jakarta – Surabaya (dari 15 menjadi 17 penerbangan sehari), Jakarta – Balikpapan (dari 7 menjadi 8 penerbangan sehari), Jogjakarta – Denpasar (dari 2 menjadi 3 penerbangan sehari), Surabaya – Denpasar (dari 3 menjadi 4 penerbangan sehari), dan Surabaya – Makassar (dari 1 menjadi 2 penerbangan sehari)

Untuk rute internasional, Garuda juga menambah frekuensi penerbangan dari Jakarta ke Beijing dari 3 menjadi 5 penerbangan per minggu, Denpasar – Seoul dari 3 menjadi 5 penerbangan per minggu, Jakarta – Singapura dari 7 penerbangan menjadi 8 penerbangan setiap harinya, dan Jakarta – Bangkok dari 1 penerbangan menjadi 2 penerbangan setiap harinya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama juga ditandatangani kerjasama antara PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF-AA) dengan PT. Angkasa Pura I (API) dalam bidang pemanfaatan lahan untuk pembangunan hangar di lokasi Bandara Hasanuddin  Makassar yang lama antara Direktur Utama GMF- AA Richard Budihadianto dan Direktur Utama PAPI Tommy Soetomo.

Kerjasama pengembangan hangar perawatan pesawat di Bandara Makassar tersebut merupakan upaya untuk mendukung bandara Makassar sebagai bandara tersibuk selain Jakarta, yang memiliki frekuensi penerbangan yang meningkat hampir tiga kali lipat. Dengan pola hub yang dikembangkan saat ini, maka nantinya perawatan pesawat yang bersifat ringan dan menengah tidak perlu lagi dilaksanakan di Jakarta, namun dapat dilaksanakan di hangar GMF-AA di bandara Makassar.[dni]

Iklan

1 Komentar

  1. Sudah seharusnya, bahkan seharusnya dari dulu. Merpati & lion air sudah lebih dahulu menggunakan Makassar sebagai hub, garuda aja yg baru sadar.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s