310511 Telkom Investasi Rp 21,198 Triliun Kembangkan True Broadband

JAKARTA—PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menanamkan dana sebesar  21,198 triliun rupiah untuk membangun  true broadband dalam mendukung    pengembangan Enam Koridor Ekonomi Nasional yang telah ditetapkan Pemerintah,

“Dana yang kami siapkan itu dari internal. Pembangunan dimulai tahun ini hingga 2015 dengan target mencapai 13 juta homepass di 497 kota dan kabupate,” ungkap  Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, Senin (30/5).

Menurutnya,  guna mensukseskan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, Indonesia perlu didukung oleh infrastruktur telekomunikasi yang berkemampuan true broadband alias  akses yang menghubungkan rumah-rumah pelanggan (home pass) dengan content provider yang berkecepatan 20 Mbps dan 100 Mbps.

“Semua itu akan memperkuat konektivitas nasional yang meliputi konektivitas intra dan antar pusat-pusat pertumbuhan dalam koridor ekonomi, antar koridor ekonomi (antar pulau) dan internasional, antara lain untuk membuka pintu perdagangan dan wisatawan,” katanya.

Masih menurutnya, penggelaran infrastruktur tersebut sangat tepat, yaitu sesuai dengan lifestyle yang berkembang serta untuk meningkatkan daya saing wilayah-wilayah yang selama ini kurang berkembang karena hambatan infrastruktur telekomunikasi.

Dikatakannya, salah satu pemanfaatan infrastruktur true broadband access, antara lain  pembangunan National e-Health Ecosystem sebagai media transaksi berbasis teknologi informasi dan komunikasi bagi para pelaku kesehatan di mana pun berada, baik manfaat untuk pemerintah, masyarakat, rumah sakit, farmasi dan lain-lain.

Telkom True Broadband Access juga diharapkan dapat menumbuhkan Usaha Kecil Menengah melalui pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang tepat dengan memanfaatkan infrastruktur true broadband yang menjangkau seluruh Nusantara.

Pengembangan true broadband tidak terlepas dari kebutuhan akan layanan akses pita lebar yang terus meningkat dari semula kebutuhan coverage menjadi kebutuhan bandwidth dan kemudian menjadi kebutuhan keduanya. Sebagai Telecommunication, Information, Media dan Edutainment (TIME)) enabler, infrastruktur Telkom terus disiapkan untuk mampu melayani kebutuhan dimaksud.

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P Santosa menyambut gembira langkah yang dilakukan oleh Telkom karena akses broadband dengan kecepatan tinggi sudah menjadi kebutuhan di era ekonomi berbasis broadband. “True broadband itu identik dengan fixed broadband yang didukung serat optik,” katanya.

Direktur Utama Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) Peter Djatmiko mengharapkan, Telkom dalam mengembangkan true broadband  menggandeng perusahaan lokal dalam pengadaan serat optik. CCSI adalah salah satu perusahaan lokal yang bermain di kabel laut.

“Untuk tulang punggung jaringan yang berbasis kabel laut dalam mewujudkannya kami mengharapkan Telkom membeli produk lokal. Ini bisa menghemat biaya instalasi 30 persen dan ongkos angkut 10 persen,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s