310511 CCSI Raih Sertifikat UJC

JAKARTA–Produsen kabel optik nasional, PT Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) berhasil meraih sertifikat  lulus uji kabel optic dasar laut dari Universal Joint Consortium (UJC) belum lama ini.

UJC adalah konsorsium yang berwenang menetapkan standarisasi dalam sistem kabel laut yang beranggotakan empat perusahaan kabel ternama yaitu Alcatel Submarine Networks, Global Marine System Ltd (GMSL), Kokusai Cable Ship, dan Tyco Telecommunication Inc.

“Diraihnya sertifikat lulus uji kabel optik dasar ini menunjukkan kualitas produk CCSI telah diakui setara dengan besutan perusahaan-perusahaan ternama di luar negeri. Perusahaan kami adalah satu-satunya di Asia Tenggara yang telah terbukti dan teruji produknya untuk dioperasikan sampai kedalaman 1.500 meter di bawah permukaan laut,” tegas Direktur Utama CCSI Peter Djatmiko di Jakarta, Senin (30/5).

Diungkapkannya, untuk meraih sertifikat UJC serat optik besutan perseroan diuji selama 6 bulan di laboratorium GMSL, Inggris. Jenis tes yang dilakukan adalah melihat kekuatan terhadap tekanan air sampai kedalaman 1500 meter di bawah permukaan laut. Keberhasilan dalam uji tes ini juga dicapai berkat inovasi perseroan mengganti Copper Tube dengan Stainless Tube.

“Kabel optik dari CCSI untuk tipe single amoured memiliki kandungan lokal mencapai 41,48 persen dan tipe double amoured kandungan lokalnya sebesar 45,1 persen,” jelasnya.

Direktur Sales dan Marketing CCSI Julian Sudarno mengharapkan, diraihnya sertifikat dari UJC ini membuat operator telekomunikasi di Indonesia lebih memberikan kepercayaan kepada perusahaannya untuk memasok kebutuhan kabel optik laut karena selama ini segmen tersebut dikuasai oleh pemain asing. “Kami memiliki harapan besar agar diikutsertakan dalam proyek Palapa Ring II yang akan digelar oleh Telkom. Selama ini, selain Telkom, produk kami juga dipakai oleh Moratel, Indosat, Telkomsel, dan XL,” katanya.

Diungkapkannya, jika operator lokal memilih produk CCSI maka penghematan bisa terjadi pada dua sisi yaitu dari pengiriman ongkos kirim jika membeli produk luar negeri. Biasanya ongkos kirim itu memakan investasi dua juta dollar AS. Selain itu dari instalasi terjadi penghematan biaya operasional 35 persen dan harga produk sendiri lebih murah 10 persen ketimbang barang asing.

“Sebenarnya belanja untuk serat optik itu dari satu proyek hanya 20-30 persen dari nilai total investasi. Kami memiliki harapan besar produk dalam negeri diberikan kesempatan di pasar ini karena Indoensia masih rendah penetrasi kabel lautnya dibandingkan China. Di China setiap tahunnya dibentangkan 50 juta serat optik kilometer, Indoensia 1,5 juta serat optik kilometer. Melihat jumlah penduduk Indonesia harusnya dibentangkan 3-4 juta serat  optic kilometer setiap tahunnya,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s