300511 Kemenhub Benahi Infrastruktur Kereta Api di Sei Mangkei

JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian akan membenahi infrastruktur kereta api di kawasan industri khusus Sei Mangkei Sumatera Utara untuk mengembangkan komoditi kelapa sawit mentah (CPO) dan turunannya di daerah tersebut.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengungkapkan, dana sebesar 500 miliar rupiah akan digunakan untuk pembenahan jalur existing sepanjang 18,25 km yang terbentang dari Stasiun Bandar Tinggi hingga Pelabuhan Kuala Tanjung.

“Pemerintah akan membantu infrastruktur, agar arus barang dari kebun kelapa sawit ke kawasan industri, hingga ke pelabuhan Kuala Tanjung tidak mengalami kendala,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (27/5).

Diungkapkannya, PT Kereta Api (PT KA) juga ikut ambil bagian dengan mengalokasikan dana 40 miliar rupiah untuk membenahi jalur existing dari Stasiun Perlanaan hingga Sei Mangkei dengan panjang jalur 6,86 km.

Dikatakannya, selain jalur kereta api, jalur laut pun akan dibenahi diantaranya yaitu pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, Pelindo I sudah mengalokasikan dana sebesar 450 miliar rupiah untuk mendukung pengembangan jangka pendek dari 2011-2016. Pengembangan yang akan dilakukan Pelindo I di Kuala Tanjung diantaranya yaitu pembenahan terminal kargo, terminal curah cair, dan reklamasi pantai.

Kawasan industri Sei Mangkei yaitu kawasan industri berbasis kelapa sawit yang dibangun oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III. Proyek ini diharapkan menjadi proyek percontohan untuk pengembangan industri hilir kelapa sawit dan CPO.

Tahap awal pembangunan kawasan Sei Mangkei sebagai kawasan industri khusus akan dipakai untuk membangun pabrik refinery dan oleochemicals seluas 104 hektar. Kawasan industri khusus seluas 104 hektar ini secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 600 hektar hingga 3000 hektar. Kawasan industri khusus Sei Mangkei dijadwalkan pelaksanaan pembangunannya 2010-2014. Pengembangan kawasan industri khusus Sei Mengkei membutuhkan investasi sedikitnya Rp 6,8 triliun termasuk untuk industri di dalamnya.

Sebelumnya, perusahaan asing asal Jerman, Ferrostaai AG sudah terlebih dahulu berinvestasi sekitar Rp 2,8 triliun untuk memproduksi biodiesel berbasis minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Pemanufaktur asing itu akan menggandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III untuk membangun pabrik biodiesel dan produk turunan CPO di Seimangkei.

Dirut PTPN III Chairul Muluk menjelaskan, Ferrostaal AG sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia yang memiliki potensi perkebunan CPO, singkong, dan tebu. “Di sisi lain, pabrik-pabrik biodiesel di Eropa banyak yang shutdown. Ini keuntungan untuk kita. Mereka kemungkinan besar akan merelokasi pabriknya ke Indonesia,” kata Chairul.

Ferrostaal AG merupakan perusahaan besar Jerman yang telah menamamkan investasinya di lebih dari 60 negara dengan kompetensi utama di berbagai sektor antara lain industri biodieseD, petrokimia, gas, pembangkit listrik, energi surya, pulp dan kertas.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s