240511 Telkomsel Pilih Amdocs

JAKARTA—Telkomsel akhirnya memilih solusi  customer relationship management (CRM) dari Amdocs untuk meningkatkan kualitas layanannya ke pelanggan.
”Kami sudah melakukan tender sejak tahun lalu dan hasilnya sudah keluar. Pemenangnya secara resmi akan diumumkan oleh procurement. Pihak yang menang sama dengan lelang  Operating System Software, Billing Software System (OSS, BSS),” ungkap Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, kemarin.
Untuk diketahui, Amdocs memenangkan tender OSS,BSS senilai 1,2 triliun rupiah. Sedangkan untuk tender   CRM diperkirakan nilainya   sekitar  1,8 triliun rupiah.

Sarwoto menegaskan, proses tender berjalan secara transpran dan Amdocs dipilih karena sanggup menjalankan Direct Principle dan  telah mengerjakan  OCS, CBS, dan Billing melalui OSS,BSS sehingga  integrasi ke downstream system akan lebih mudah.

”Masalah ada pihak-pihak yang meragukan kualitas dari Amdocs itu hak mereka. Sebagai pengguna kami yang paling tahu apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan layanan. Walaupun kala migrasi OSS,BSS sempat ada masalah, itu hal yang normal dalam penerapan teknologi baru,” jelasnya.

Ditegaskannya, Telkomsel tidak akan pernah mundur untuk mengembangkan sarana mendukung kualitas layanan bagi pelanggan seperti untuk purna jual akan dibuat beroperasi 24 jam di beberapa area. ”Kami menganggarkan lima persen dari belanja modal 5 triliun rupiah untuk kualitas layanan,” katanya.

Sebelumnya, proses migrasi  OSS,BSS yang dikerjakan  oleh Amdocs menjadi sorotan karena  molor penyelesaian dari April menjadi Juni 2011. Tidak hanya itu, kurang mulusnya migrasi membuat terjadi salah perhitungan pada pelanggan prabayar sehingga banyak pulsa terpotong tanpa sepengetahuan pelanggan. Dampaknya, Telkomsel dihujani surat pembaca di media-media.

Dampak lainnya beberapa produk bundling atau value added services  seperti Telkomsel Messenger yang akan ditanam di ponsel-ponsel lokal menjadi ditunda peluncurannya.  Belum lagi aplikasi seperti apps zone, mobile advertising, dan T-cash yang sangat tergantung pada sistem penagihan yang canggih harus mangkrak di atas meja menunggu migrasi selesai.   Bahkan di pusat pelayanan purna jual mulai terpengaruh pelayanannya karena sistem billing dan aktivasi menjadi bermasalah.

Amdocs sendiri tidak memiliki perwakilan resmi di Indonesia. Semua operasional  dikendalikan dari kantornya di Singapura. Hal ini tentu membuat pengembangan sumber daya manusia lokal  yang dilakukan Amdocs menjadi terbatas dan ujungnya Telkomsel menjadi sangat  bergantung dengan service dari perusahaan tersebut.

Amdocs   eksis di tak kurang 60 negara.  Dalam laporan keuangan Amdocs di tahun 2009 disebutkan 100 persen saham Amdocs Inc yang berdomisili di Missouri, AS, dimiliki Amdocs Ltd yang bermarkas di Ra’na, Israel. Amdocs Inc hanya berperan sebagai principal operating subsidiaries atau anak perusahaan operasional Amdocs Ltd di Israel.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s