240511 Layanan Operator : VAS Berbasis Suara dan SMS. Tetap Tumbuh Memoles Nilai Tambah Tradisional

Produk telekomunikasi dasar seperti suara dan SMS yang dianggap mulai memasuki masa jenuh ternyata juga memberikan pengaruh kepada penjualan layanan nilai tambah (Value Added Services (VAS) berbasiskan kedua jasa tersebut.

Produk VAS berbasis suara dan SMS yang dikenal di masyarakat selama ini adalah SMS Premium,  nada sambung (Ring Back Tone/RBT), dan  SMS Iklan. Kontribusi terbesar biasanya datang dari RBT dan SMS Premium.

Vice President Digital Music & Content Management Telkomsel Krish Pribadi menjelaskan, dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun mendatang layanan VAS berbasis suara dan SMS tetap akan menjadi primadona untuk berjualan karena kondisi masyarakat Indonesia mendukung hal itu terjadi.

“Jika diperhatikan dalam VAS berbasis broadband pun tetap saja yang text messaging diminati pengguna. Lihat saja BlackBerry Messenger, itu kan sebenarnya berbasis text tetapi jalannya di jaringan data,” jelasnya di Jakarta, belum lama ini.

Dijelaskannya, sebagai operator pihaknya sebenarnya tidak membedakan antara aplikasi berbasis broadband dan telekomunikasi dasar karena konsep yang diusung adalah memberikan semua layanan nilai tambah ke masyarakat.

“Kami memiliki 3.500- 4 ribu layanan VAS, semua diberikan mulai dari yang sudah ada di pasar hingga yang belum terbayangkan oleh pelanggan. Kontribusi jasa ini sekitar 10-11 persen dari total omset 42 triliun rupiah tahun lalu. Tahun ini ditargetkan menjadi 13-15 persen,” jelasnya.

EGM Telkom Flexi Mas’ud Khamid menambahkan, tidak semua inovasi diterima pasar sehingga operator dalam berjualan VAS memiliki dua prinsip yakni menjadi inovator atau VAS Follower. Di Flexi sendiri layanan VAS berkontribusi sekitar 15-20 persen dari omset 3 triliun rupiah tahun lalu

“Telkom grup yang memiliki sumber daya paling lengkap mencoba mengkonversikan semua kekuatan untuk menggarap produk VAS ini. Salah satunya adalah dengan meluncurkan layanan Call My Name,” jelasnya.

Call My Name adalah layanan VAS  yang memungkinkan pelanggan Telkomsel dan Flexi memasukkan nama alias untuk melakukan panggilan atau mengirimkan SMS. Tidak perlu menekan nomor ponsel, pelanggan cukup mengirimkan SMS hanya dengan mengetik nama alias.

Call My Name memanfaatkan direktori telepon berbasis jaringan, sehingga pelanggan tidak membutuhkan menu kontak atau buku telepon untuk melakukan panggilan maupun mengirimkan SMS. Layanan ini tersedia untuk semua tipe dan jenis ponsel. Dalam kerjasama ini anak usaha Telkom, Infomedia, digandeng sebagai penyedia direktori bisnis.

Untuk registrasi alias cukup ketik REG CMN_namaalias kemudian SMS ke 9787.
Adapun biaya untuk memperoleh nama alias sebesar Rp5.000, sementara untuk berlangganan dwi mingguan Rp3.000, dan mingguan Rp1.500. Sedangkan registrasi nama alias berikutnya, pelanggan dikenakan biaya berlangganan yang lebih murah yaitu Rp2.500 untuk bulanan dan Rp1.500 dwi mingguan, dan Rp 750 mingguan.

Krish mengungkapkan,  Telkomsel menargetkan hingga akhir tahun 2011, sebanyak 450.000-500.000 pelanggan akan aktif menggunakan layanan Call My Name. . “Kami pun menargetkan pendapatan Telkomsel dari Call My Name mencapai sekitar 8 miliar-10 miliar rupiah sampai akhir 2011 hanya dari proses pendaftaran dan berlangganan,” ungkap  Krish.

Presiden Direktur Infomedia Muhammad Awaluddin menjelaskan, khusus pelanggan korporasi yang ingin membuat nama alias akan ditangani langsung oleh Infomedia.”Hingga akhir tahun ini ditargetkan  sebanyak dua hingga tiga ribu perusahaan   yang terdaftar dalam Yellow Pages  memiliki nama alias,” jelasnya.

Menurutnya, Nama alias akan menjadi sangat efektif untuk berpromosi bagi suatu perusahaan, karena akan memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan yang dibutuhkan.  Infomedia sendiri menargetkan layanan Call My Name bisa menciptakan pendapatan hingga sekitar 3 miliar rupiah  pada tahun ini.

Poles RBT
Jika Telkom Grup sibuk memoles layanan VAS berbasis teks, maka PT XL Axiata Tbk (XL) mendorong agar RBT tidak kalah pamor seiring mulai munculnya lagu berbasis Full Track Download yang berbasis broadband.

“RBT masih menjadi primadona di XL. Hingga kuartal I 2011, dari 39,3 juta pelanggan XL, sebanyak 9 juta di antaranya adalah pengguna aktif RBT,” ungkap Direktur Commerce XL Joy Wahjudi.

Diungkapkannya, XL mulai meluncurkan layanan  RBTPlus dimana mengubah pola menikmati jasa ini selama ini. Jika RBT yang biasa di pasar lagu didengarkan oleh pihak yang menelpon, maka RBTPlus menjadikan penelpon mendengarkan lagu yang dipilihnya sendiri.

“Selama ini RBT hanya didengarkan pelanggan di saat melakukan panggilan ke nomor lain, namun dengan RBTPlus pelanggan juga dapat mendengar sendiri lagu pilihannya,” kata Joy.

XL mengklaim layanan RBTPlus ini merupakan yang pertama di Indonesia dan telah 500 ribu pelanggan menggunakannya. Ditargetkan hingga akhir tahun ada 1,5 juta pelanggan yang akan memakai jasa ini. XL sendiri memiliki sekitar 55.000 lagu  sehingga memberi keleluasaan bagi pelanggan untuk memilih sendiri lagu yang dijadikan sebagai RBT.

Untuk mengakses RBTPlus, pelanggan dapat mengkuti pola berlanganan layanan playlist tiga buah lagu dengan tarif Rp7.700/30 hari. Selain pola berlangganan Alacarte dengan tarif Rp7.700 per konten. Sedangkan berlangganan selama 1 bulan dikenakan biaya Rp7.700, di mana tersebut sudah termasuk pajak dan baru akan dikenakan setelah 30 hari berlangganan.

Joy mengungkapkan, perseroan menargetkan  kontribusi  layanan  VAS dan data internet terhadap total pendapatan pada 2011 mencapai 18-20 persen, naik dari tahun 2010 yang mencapai 13 persen dari total omset sekitar 17,6 triliun rupiah. Pada tahun lalu, sebesar 6 persen di antaranya disumbang dari pendapatan VAS, dan 7 persen data. Sedangkan pada tahun ini diharapkan  masing-masing meningkat berkisar 9-10 persen.

Praktisi telematika Andy Zain mengatakan, jasa VAS berbasis telekomunikasi dasar  bisa berhasil jika dijalankan   strategi segmentasi yang brillian dan komunikasi pemasaran yang tepat. “Biasanya yang suka dengan VAS tipe ini dari segmen C dan D. Sekarang tergantung penyedia konten bisa berinovasi dengan baik tanpa ada keserakahan ingin jalan pintas seperti SMS Premium yang marak dikritisi beberapa tahun lalu karena dianggap mengambil pulsa tanpa permisi,” jelasnya.

Praktis Telematika lainnya, Faizal Adiputra mengatakan selama jasa suara dan SMS masih memberikan kontribusi yang signifikan bagi total omset operator, maka jasa VAS berbasis kedua produk itu akan tetap diminati pasar. “Kalau untuk SMS Premium itu yang menarik berbasis Pull seperti   informasi tentang sesuatu yang dibutuhkan oleh pengguna,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s