200511 Manajemen Telkomsel akan Dievaluasi : Telkom Grup Dijadikan Pemain Broadband Terbesar

JAKARTA—Pemerintah menginginkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menjadi pemain broadband terbesar di Indonesia agar setoran  dividen ke negara tetap  besar.

“Kami menginginkan Telkom secara grup tetap dominan di era jasa data dengan akses pita lebar (Broadband) ini. Semua pembenahan untuk menuju ke arah yang lebih baik kita dukung bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini,” tegas Deputi Bidang Industri Primer dan Manufaktur Kementrian BUMN yang juga Kuasa Pemegang Saham Pemerintah di Telkom, Irnanda Laksanawan  seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom, di Jakarta, Kamis (19/5).

Diungkapkannya, salah satu cara untuk menjadikan Telkom grup sebagai pemain broadband terbesar adalah dengan memperkuat anak usaha yang selama ini dominan memberikan pasokan pendapatan bagi induk usaha yakni Telkomsel. “Salah satu butir keputusan RUPST adalah meminta manajemen Telkom untuk menegosiasikan kembali Shareholder Agreement Telkomsel dengan SingTel. Ini termasuk mengaji opsi pembelian kembali (buyback) 35 persen saham Telkomsel yang dimiliki SingTel dan penambahan direksi dari lima menjadi 8 orang,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebagai pemegang saham Dwi Warna, pemerintah sendiri tengah mengevaluasi kinerja manajemen Telkomsel dengan mempersiapkan tiga opsi yakni diganti, reposisi, atau dipertahankan. “Kami sudah melakukan assessment terhadap orang-orang dari Telkom grup atau di luar perseroan. Masalah ada pergantian direktur utama atau tidak tergantung RUPSLB pada Juni nanti. Kalau melihat kinerja Telkomsel yang melambat sejak tahun lalu memang butuh penyegaran, nanti kita lihat saja perkembangannya,” katanya.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan,  perseroan telah menyiapkan berbagai aksi korporasi untuk menjadi pemain broadband terbesar. Pertama, mulai akhir tahun nanti menanamkan investasi sebesar 150 juta dollar AS untuk membangun backbone guna mewujudkan pada 2015 nanti 70 persen jaringan berbasis kabel memiliki kecepatan 20 Mbps dan sisanya 100 Mbps.

“Untuk pembangunan ini sebagian akan menggunakan belanja modal tahun ini dan depan. Biasanya pembangunan memakan waktu dua tahun,” katanya.

Sedangkan aksi kedua adalah mensinergikan layanan yang dimiliki oleh setiap anak usaha seperti yang terjadi pada produk Speedy dan Telkomse Flash dengan nama Speedy Flash, serta membangun titik hot spot untuk mengakses internet yang lebih massal. “Untuk layanan ini disiapkan investasi sebesar 200 miliar rupiah,” jelasnya.

Berkaitan dengan negosiasi Shareholder Agreement yang diamanatkan oleh RUPST, Rinaldi optimistis, masalah penambahan jumlah direksi bisa diwujudkan menjelang tutup Juni nanti. “Kalau masalah direksi itu bisa diselesaikan lebih cepat. Sedangkan untuk buyback akan dibicarakan lebih jauh dengan SingTel,” jelasnya.

Sementara Ketua Komite Audit Telkomsel yang juga Komisaris Telkomsel, Arief Yahya mengungkapkan, pihaknya masih mendalami informasi terkait isu tak sedap yang menghinggapi manajemen Telkomsel terutama masalah pengadaan perangkat dan renovasi gedung. “Kami akan evaluasi dulu informasinya, baru setelah itu audit pendahuluan. Satu hal yang pasti, pengirim surat yang dicantumkan namanya sudah membantah dengan mengatakan namanya dicatut. Sekarang yang didalami substansi surat,” jelasnya.

Ketua Serikat Karyawan  Telkom Wisnu A. Wuryanto mendukung langkah adanya negosiasi ulang kepemilikan di Telkomsel karena hal yang terjadi selama ini sebagai pemegang saham dominan, kekuasaan Telkom tidak seperti persentase di kepemilikan. “Kami siap mendukung langkah itu. Jika perlu tidak usah keluar uang dalam meminta hak kita,” tegasnya.

Untuk diketahui, Telkomsel sebagai pemasok 60 persen pendapatan bagi induk usahanya sejak tahun lalu dalam posisi sempoyongan. Sinyal itu datang dari kinerja 2010 dimana pertumbuhan pendapatan Telkomsel sekitar lima persen dengan omset 42 triliun rupiah. Isu tak sedap pun menerpa anak usaha ini karena dinilai tidak transparan dalam pengadaan perangkat serta renovasi gedungnya. Kinerja Telkomsel pun pada kuartal I berlanjut melambat dengan pendapatan masih tumbuh 5 persen.

Penggunaan Laba
Selanjutnya Rinaldi mengungkapkan, hasil lain dari  RUPST adalah menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2010 sebesar 11,5 triliun rupiah.

“Alokasi terbesar untuk setoran dividen tunai sebesar 6,34 triliun rupiah atau 55 persen dari laba bersih,” ungkapnya.

Dijelaskannya, setoran dividen yang dibayarkan pada tahun 2011 sebesar 6,34 triliun rupiah  sudah termasuk dividen sementara (dividen interim) sebesar 526,1 miliar rupiah  yang telah dibagikan kepada pemegang sahan pada 11 Januari 2011.

Pemegang saham juga menyetujui pembelian kembali saham (share buy back) IV sebesar 5,1 triliun rupiah. “Ada peningkatan anggaran untuk buy back dari sebelumnya sekitar 3 triliun menjadi 5 triliun rupiah,” jelasnya.

Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno menuturkan, masa eksekusi program buy back dilakukan dalam jangka waktu 18 bulan sejak RUPST digelar pada 19 Mei 2011. “Share buy back akan dilaksanakan melalui pembelian saham pada Bursa Efek Indonesia dan New York Stock Exchange,” ujar Sudiro.

Ditambahkannya, alokasi laba bersih juga untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun 2011 meliputi, Program Kemitraan sekitar 115,37 miliar rupiah dan Program Bina Lingkungan 115,37 miliar rupiah  atau masing-masing 1 persen dari laba bersih perseroan.

Adapun sisa laba bersih sebesar 5,1 triliun rupiah akan dibukukan sebagai laba ditahan yang digunakan untuk pengembangan bisnis Telecommunication, Information, Media dan Edutaintmen (TIME).

Irnanda menjelaskan, dinaikkannya jumlah buy back karena pemegang saham menginginkan nilai saham Telkom di pasar terangkat. “Sekarang nilai saham Telkom itu under valued. Saya yakin besok nilainya terkoreksi dengan adanya pemberitaan nilai buy back yang direvisi,” tuturnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s