190511 Penguasa Tersandung Perangkat

Masuknya industri telekomunikasi ke era broadband menjadikan  masalah  kapasitas,  cakupan dan sistem pendukung infrastruktur seperti, solusi billing, customer relationship management (CRM), storage, dan solusi lainnya  menjadi faktor penting untuk menang dalam berkompetisi.

Telkomsel sebagai penguasa pasar sudah menyadari hal ini dengan berbenah diri sejak tahun lalu. Hal itu dibuktikan dengan menyelesaikan tender  Operating System Software, Billing Software System (OSS, BSS) senilai 1,2 triliun rupiah pada akhir Februari 2011  dengan menunjuk Amdocs sebagai pemenang lelang.

Sistem itu diyakini  mampu  menurunkan biaya dan menjaga efisiensi operasional, serta mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan mengingat  permintaan konsumen kian  dinamis.

Tak puas di situ, sejak akhir tahun lalu Telkomsel menggelar proyek CRM  bernilai sekitar  1,8 triliun rupiah  dimana kemungkinan besar Amdocs kembali menjadi pemenang menyisihkan pemain lainnya seperti Oracle, IBM, dan SAP.

Dipilihnya  Amdocs tentu tak lepas karena perusahaan ini telah mengerjakan  OCS, CBS, dan Billing melalui OSS,BSS sehingga  integrasi ke downstream system akan lebih mudah.

Sayangnya, walau sudah dikerjakan oleh perusahaan kelas dunia, ternyata proyek yang seharusnya meringankan langkah Telkomsel untuk bersaing di pasar justru menjadi bumerang. Proses migrasi dari proyek OSS,BSS terdahulu mandek dikerjakan oleh Amdocs. Proses  molor dari yang dijanjikan semula pada April menjadi Juni 2011

Alhasil, pencapaian 100 juta pelanggan yang seharusnya dicapai pada awal Maret 2011 menjadi molor karena perangkat tidak mampu mencatat dengan benar jumlah pelanggan yang diraih.

Dampak lainnya beberapa produk bundling atau value added services  seperti Telkomsel Messenger yang akan ditanam di ponsel-ponsel lokal menjadi ditunda peluncurannya.

Belum lagi aplikasi seperti apps zone, mobile advertising, dan T-cash yang sangat tergantung pada sistem penagihan yang canggih harus mangkrak di atas meja menunggu migrasi selesai.  Bahkan di pusat pelayanan purna jual mulai terpengaruh pelayanannya karena sistem billing dan aktivasi menjadi bermasalah.

GM Corporate Telkomsel Ricardo Indra menegaskan, terkait pemilihan mitra yang dilakukan oleh perseroan semuanya  melalui proses yang transparan mengikuti tata kelola perusahaan secara profesional. ”Jadi, siapa pun mitra yang bekerjasama dengan Telkomsel pasti melewati prosedur. Masalah tender proyek CRM itu masih dalam proses,” katanya di Jakarta, Rabu (18/5).

Praktisi telematika Raherman Rahanan mengungkapkan, perangkat milik Amdocs digunakan oleh operator Tier 1 dan 2 di dunia tier 1 dan 2  seperti AT&T, British Telecom, dan, Sprint.”Jika memang ada isu migrasi terkendala itu bisa terjadi di  Project Management and Consultancy Services. Telkomsel sebaiknya  mencari tenaga ahli yang berkompetensi khususnya dalam Project Management dan migrasi,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan, Amdocs tidak memiliki perwakilan resmi di Indonesia. Semua operasional  dikendalikan dari kantornya di Singapura. Hal ini tentu membuat pengembangan sumber daya manusia lokal  yang dilakukan Amdocs menjadi terbatas dan ujungnya Telkomsel menjadi sangat  bergantung dengan service dari perusahaan tersebut.

Amdocs sendiri  eksis di tak kurang 60 negara.  Dalam laporan keuangan Amdocs di tahun 2009 disebutkan 100 persen saham Amdocs Inc yang berdomisili di Missouri, AS, dimiliki Amdocs Ltd yang bermarkas di Ra’na, Israel. Amdocs Inc hanya berperan sebagai principal operating subsidiaries atau anak perusahaan operasional Amdocs Ltd di Israel.

Kalau sudah begini, nafsu besar Telkomsel untuk menguasai pasar broadband Indonesia bisa terkendala rendahnya kualitas perangkat pendukung,  mengingat walaupun barang yang dimiliki setara ”Ferarri” tetapi ”supir” yang berkompeten tidak ada. [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s