180511 Maskapai Mulai Nikmati Musim Libur Sekolah

JAKARTA—Maskapai penerbangan mulai menikmati  musim libur sekolah di tengah masih melonjaknya harga avtur untuk operasional armadanya.

“Biasanya untuk musim libur sekolah rute yang diminati adalah  ke Denpasar dan Yogyakarta. Tetapi  tahun ini pertumbuhannya merata, semua rute padat penumpang, ini dilihat dari pembukuan pemesanan,” ungkap Juru Bicara Sriwijaya Air Agus Soedjono di Jakarta, Rabu (18/5).

Diungkapkannya, liburan sekolah telah dimulai di beberapa daerah pada pertengahan Mei ini, liburan tersebut juga dimulai dengan libur panjang  menyambut  Hari Raya Waisak.

”Pemesanan tiket untuk penerbangan Mei dan Juni ini telah meningkat hingga 10 persen. Biasanya load factor (isian) pesawat mencapai 85 persen, tetapi saat ini telah terisi hingga 90-95 persen,” jelas Agus.

Dijelaskannya, walaupun harga avtur terus berfluktuasi  tetapi belum memberikan dampak  terhadap animo masyarakat untuk naik pesawat, apalagi pada masa liburan sekolah ini banyak keinginan masyarakat untuk bepergian ke luar kota seperti untuk berwisata atau mengunjungi rumah saudara.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengakui, ada tren yang meningkat terhadap penerbangan pada masa liburan sekolah. Hal itu sudah biasa terjadi setiap tahunnya.

“Akan ada pertumbuhan, tetapi biasanya kapasitas kami masih mencukupi. Semua berjalan seperti biasanya, kalau ada permintaan penambahan penerbangan, baru akan kami pikirkan untuk menambah kapasitas,” jelas  Edward.

Presiden Direktur PT Kalstar Aviation Andi Masyhur mengatakan perusahaannya telah membuka rute penerbangan Jakarta-Pontianak (Kalimantan Barat) untuk frekuensi tiga kali sehari pulang pergi (PP) sejak Senin, 16 Mei 2011.

Diharapkannya, permintaan yang tinggi pada musim libur sekolah ini  bisa dinikmati juga  oleh maskapai yang menganggarkan dana 26 juta dollar AS untuk mendatangkan 3 pesawat Boeing dan 2 ATR pada tahun ini.

Sementara itu Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar  menegaskan tidak akan melakukan upaya lindung nilai terhadap pembelian bahan bakar pesawat jenis avtur, meski harga avtur cenderung meningkat belakangan ini.

“Tidak akan hedging (lindung nilai) karena berdasarkan pengalaman selama ini, tidak  ada gunanya. Hasil studi pada lima maskapai dunia yang lakukan itu, tak signifikan dampaknya,” kata Emir.

Diakuinya,  kenaikan avtur yang tinggi membuat biaya operasional maskapai membengkak, sebab bahan bakar berkontribusi terhadap biaya sekitar 30-35 persen  dari total biaya maskapai. “Jika avtur naik, biaya operasional penerbangan juga naik sebesar 10-15 persen,” katanya.

Namun, lanjutnya, harga avtur juga fluktuatif sehingga tidak signifikan jika harus dilindung nilai. “Jadi, kalau pun harus di-hedging, maksimal 5-10 persen saja dari total kebutuhan avtur,” jelasnya.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay berjanji mengevaluasi kebijakan harga avtur pada Juni nanti setelah tiga bulan mengalami kenaikan berturut-turut sesuai dengan regulasi yang ada.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s