120511 Komite Audit Telkom Segera Selesaikan Isu Korupsi Telkomsel

JAKARTA— Komite Audit PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) segera menyelesaikan penyelidikan isu korupsi yang melanda anak usahanya, PT Telkomsel, dalam minggu ini agar ada kepastian hukum baik bagi perseroan atau pihak-pihak yang terlibat.

“Proses audit sedang berjalan. Untuk menyelesaikan audit tidak waktu lama.  Mudah-mudahan minggu ini bisa selesai,” ungkap Ketua Komite Audit Telkom Rudiantara di Jakarta, Rabu (11/5).

Diungkapkannya, tim yang dipimpinnya sebagai induk perusahaan sudah bertemu dengan tim audit internal Telkomsel. “Kita mencari fakta dan informasi terkait dengan isu tersebut. Komite audit bekerja menggunakan fakta dan data-data yang ada,” jelasnya.

Dijelaskannya,  masukan atau informasi sekecil apapun  akan dijadikan sebagai bahan untuk menemukan fakta yang sesungguhnya. Informasi bisa diperoleh dari internal Telkomsel maupun juga dari luar perusahaan.

“Intinya, dalam audit tersebut jika ada bantahan bahwa informasi itu tidak benar harus ada buktinya. Sebaliknya isu ini dikatakan benar, harus ada fakta otentiknya,” tegasnya.

Ditegaskannya, walau ada isu yang tak sedap menerpa Telkomsel, namun sejauh ini  tidak menganggu operasional dan kinerja Telkomsel.

Sementara Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengakui beberapa kegiatan yang disebutkan dalam informasi yang beredar di masyarakat tersebut. “Memang ada kegiatan seperti renovasi gedung atau pergantian perangkat. Sementara untuk pembelian SIM Card yang mendukung Radio Frequency Identification (RFID) bagi layanan uang digital T-Cash itu tidak ada,” katanya.

Ditegaskannya, walau isu tentang dua proyek itu ada, tetapi semua proses berjalan transparan tanpa ada kecurangan atau korupsi seperti isu yang beredar saat ini.

“Kita ini perusahaan yang menjunjung tinggi transparansi. Tim audit Telkomsel juga sudah turun memeriksa hal ini. Kita tunggu saja hasilnya dari Komite Audit dua atau tiga hari ini,” katanya.
Sarwoto pun membantah, molornya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa yang sedianya dilakukan sebelum 19 Mei 2011 karena adanya isu tak sedap ini. “Rencana mengundurkan sudah ada sejak jauh hari. Tidak ada hubungannya dengan ini,” ketusnya.

Kasus ini berawal dari surat terbuka atas nama  GM Special Audit PT Telkomsel HM Sukarni yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Surat tersebut dicantumkan pada salah satu forum komunitas terbesar di tanah air. Sayangnya, link menuju ke surat itu sudah diblokir oleh pengelola forum pada Senin (2/5) malam.

Dalam surat itu, Sukarni menuturkan alasannya menyurati Presiden karena Tim Audit tidak menindaklanjuti permintaan dari whistle blower agar dilakukan evaluasi sejumlah kasus yang terjadi di dua perusahaan itu.

Ia membeberkan terjadi indikasi korupsi terjadi pada proyek renovasi gedung senilai 35 miliar rupiah, proyek swap BTS Telkomsel, serta pengadaan SIM Card RF untuk Telkomsel Cash (T-Cash).

Pada proyek renovasi gedung tersebut dimenangkan oleh salah satu perusahaan dimiliki oleh “Mr R” yang disebut-sebut merupakan penyokong dana agar direksi Telkom dan Telkomsel tetap bisa mempertahankan jabatannya.

Pada proyek renovasi gedung diduga  ada penyelewengan uang negara hingga sebesar 10 miliar rupiah. Sementara pada proyek pergantian  perangkat BTS Telkomsel disinyalir dilakukan hal yang aneh dimana BTS berkualitas tinggi diganti menjadi produk berkualitas rendah yang diotaki oleh dua direksi di perusahaan itu dan hasilnya digunakan untuk upeti kepada pejabat di Kementerian Negara BUMN dan Direksi Telkom. Downgrade perangkat BTS ini mengakibatkan performa layanan seluler Telkomsel menurun.

Adapun kecurangan lain yang dilakukan direksi adalah pengadaan SIM Card RFID untuk Telkomsel Cash (T-Cash). Biaya produksi 1 unit SIM card seharusnya kurang dari 1 dolar AS, namun harganya ditetapkan sampai 12 dolar AS per unit.

Untuk kasus terakhir ini dikabarkan nomor-nomor yang sudah diinjeksi tidak bisa digunakan karena platform untuk uang digital berbasis RFID itu belum ada. Akhirnya, kartu yang sudah dibeli nomor-nomornya terpaksa di-recycle.
Seluruh kasus ini disebut-sebut melibatkan direksi Telkom-Telkomsel dan mantan Komisaris Utama Telkom yang juga mantan Menteri BUMN.

Banyak kalangan beranggapan isu ini berkembang sebagai  bumbu menjelang  RUPSLB Telkomsel yang sedianya dilaksanakan pada medio Mei ini. Telkom berencana memelarkan jumlah direksi Telkomsel dari lima menjadi 8 orang.

Berdasarkan catatan, susunan direksi Telkomsel sekarang adalah Direktur Utama Sarwoto Atmosutarno,    Direktur Keuangan Triwahyusari, Direktur Perencanaan & Pengembangan Herfini Haryono, Direktur Operasi Ng Kwon Kee dan Direktur Niaga Leong Shin Loong. Dua nama terakhir adalah perwakilan dari Singtel.

Pemekaran dilakukan  dengan menambah posisi direksi sumber daya manusia, penjualan, dan Teknologi Informasi.  Kabar beredar memberikan sinyal kuat Sarwoto, Herfini, dan Direktur Utama anak usaha lainnya, Metra, Alex Sinaga bersaing ketat dipromosikan menjabat orang nomor satu di perusahaan yang berkontribusi bagi 60 persen pendapatan Telkom grup itu.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s