120511 KNKT China Siap Bantu Investigasi Kecelakaan MA-60

JAKARTA– Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) China siap membantu investigasi penyebab kecelakaan pesawat MA-60 di Selat Kaimana, Papua, akhir pekan lalu.

“Pada hari Jumat (13/5) mendatang delegasi safety board association investigation yaitu asosiasi investigasi keselamatan udara dari negeri China akan datang,” ungkap Ketua Sub Komite Kecelakaan Transportasi Udara KNKT Masruri di Jakarta, Rabu (11/5).

Diungkapkannya,  kedatangan tiga orang perwakilan tim investigasi dari China tersebut akan merepresentatifkan Xian Aircraft Corporation perwakilan dari negara pembuat pesawat jenis Modern Art (MA) 60 miliki PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang jatuh pada Sabtu (7/5) lalu di Selat Kaimana, Papua Barat.

“Kedatangan mereka sesuai standar internasional untuk membantu KNKT, kehadiran mereka di tanah air sebagai pemberi informasi tambahan terkait sistem pesawat MA 60 yang jatuh di Kaimana. Kalau KNKT butuh informasi nanti kami tanyakan mereka,” jelasnya.

Menurutnya, permintaan informasi kepada tiga delegasi China tersebut, sesuai kebutuhan informasi KNKT. “Pertanyaan nantinya sesuai data yang didapat KNKT di lapangan. Informasi yang diminta bisa apa saja, misalnya manufaktur ataupun interior pesawat.  Mereka bersifat pasif saja. Kalau kita butuh info, mereka kasih dan bantu,” tuturnya.

Setelah menemukan kotak hitam (black box) pesawat berjenis MA 60 dengan nomor penerbangan MZ-8968 pada Selasa (10/5) lalu, KNKT akan mengirimkan bagian dari kotak hitam tersebut yaitu flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recording (CVR) pada minggu ke China negeri pembuat jenis pesawat tersebut.

“Black box pesawat yang jatuh kemarin sudah diterima di Jakarta, setelah semua berkas dan data selesai pasti akan segera kami kirimkan, saat ini kami masih menunggu visa pengiriman tim KNKT ke China, diharapkan besok sudah bisa selesai,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan berdasarkan keterangan tim investigas yang diturunkan KNKT ke lapangan, pihaknya telah menemukan bagian dari kotak hitam yaitu FDR dan CVR dari pesawat bernomor penerbangan MZ-8968 tersebut.

“Kami akan mengirimkan FDR tersebut ke negara pembuatan pesawat MA 60 yaitu Cina, hal ini karena kami tidak mempunyai program data yang bisa membaca rekaman,” kata Tatang.

Dijelaskanya,  FDR dari pesawat tersebut akan dikirim bersama dengan FDR MA 60 lainnya yang pada 19 Februari lalu pernah tergelincir keluar dari runway (landasan) di Bandar Udara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Tadinya kalau tidak ada kejadian itu, black box akan dikirim pada 11 Mei 2011. Namun, karena ada kecelakaan dengan pesawat yang sama, pengiriman pun ditunda,” ujarnya.

Tatang menjelaskan FDR tidak dapat dibuka dan dianalisis oleh KNKT karena tidak memiliki perangkat lunaknya. “Software yang kami miliki buatan Amerika. Sedangkan FDR itu buatan China,” ujarnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s