120511 Grup Bakrie Akan Akuisisi Dua Operator 4G

JAKARTA—Grup Bakrie atau perusahaan yang terafiliasi dengannya akan mengakuisisi dua operator yang mengusung teknologi 4G untuk mengembangkan bisnis jasa data di industri telekomunikasi.

“Pada kuartal kedua ini sudah ada satu perusahaan yang closing untuk dibeli. Sedangkan satu lagi akan diselesaikan pada semester kedua tahun ini. Kita berharap proses akuisisi ini  bisa terealisasikan pada tahun ini, lebih cepat lebih baik,” ungkap salah seorang petinggi Grup Bakrie, Anindya N Bakrie di Jakarta, Rabu (11/5).

Diungkapkannya, untuk aksi korporasi tersebut, Bakrie Telecom Tbk (BTEL) tidak akan dijadikan sebagai kendaraan. Melainkan perusahaan investasi atau yang terafiliasi dengan grup Bakrie. “Masalah nantinya ada Special Purpose Vehicle (SPV) itu akan dibahas lebih lanjut,” katanya.

Dikatakannya, walau yang akan diakuisisi adalah perusahaan berbasis teknologi 4G, tetapi tidak ada kaitannya dengan 8 operator yang memenangkan tender Broadband Wireless Access (BWA) tiga tahun lalu. “Tidak ada kaitannya dengan 8 operator itu. Saya tidak bisa ungkap lebih lanjut karena ada perjanjian dengan kedua perusahaan bersangkutan. Yang jelas operator ini beroperasi nasional,” elaknya.

Dijelaskannya, telah disiapkan  dana untuk mengakuisisi dan memperkuat jaringan sebesar 100 juta dollar AS  untuk empat tahun ke depan yang berasal dari kas internal. Sedangkan untuk pengembangan BTEL belanja modal yang disapkan sekitar 200 juta dollar AS.

Berkaitan dengan izin prinsip seluler yang dikantongi oleh BTEL, Anindya yang menjadi direktur utama operator berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) itu  izin operasional dikeluarkan Kemenkominfo  pada akhir tahun 2011.

Diharapkannya, dikantonginya ijin seluler menjadikan omset BTEL tumbuh minimal 10 persen  dari 2010 yang sebesar 3,4 triliun rupiah.  Pangsa pasar seluler sendiri di Indonesia sebesar 80 triliun rupiah, sementara untuk lisensi yang selama ini dimiliki, Fixed Wireless Access (FWA), hanya sekitar  8 triliun rupiah.

Sebelumnya, beredar kabar BTEL yang dijadikan oleh Keluarga Bakrie untuk mengakuisisi operator 4G di Indonesia untuk mengakali keterbatasan frekuensi dalam menyelenggarakan jasa data kecepatan tinggi.

Sinyal operator yang akan diakuisisi adalah salah satu dari 8 operator pemenang tender BWA tiga tahun lalu karena Anindya dalam blog pribadinya memberikan sinyal akan menggelar teknologi Worldwide interoperability for Microwave Access (Wimax).

Beberapa pemenang beserta zona yang digarapnya dan telah mendapatkan Uji Laik Operasi (ULO) diantaranya First Media di Sumatera Bagian Utara dan Jabodetabek. Berikutnya Berca  yang  tersebar di sebagian besar daerah-daerah di luar Jawa, yakni Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian Selatan, Bali dan Nusa Tenggara. Terakhir,  Telkom di Jateng, Jatim, Sulut, Papua, dan Maluku

Kabar beredar mengatakan BTEL akan mengakuisisi pemenang tender yang berada di area gemuk seperti  Jabotabek atau Jawa serta telah memiliki basis pelanggan dan infrastruktur. Nama tiga operator pun diapungkan yakni First Media, Berca, dan Internux.

Direktur Utama Internux Adnan Nizar mengakui belum lama ini didekati oleh BTEL tetapi hingga sekarang  keputusan terhadap penawaran dari operator itu belum diambil.

Namun langkah tersebut sepertinya berubah seiring adanya penolakan halus dari Kemenkominfo yang mengingatkan dalam ijin prinsip yang diberikan pada pemenang tender kepemilikan  tidak boleh berubah.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s