050511 Kemenhub Minta BUBU Dukung Koridor Ekonomi

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) meminta Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) mendukung program enam koridor ekonomi nasional untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan menyiapkan  seluruh bandara yang ada dalam naungannya  untuk  dibuka selama 24 jam.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayudha Gumay mengatakan, untuk sektor penerbangan Kemenhub akan  berkontribusi dengan dibukanya seluruh operasi penerbangan seluruh bandara provinsi selama 24 jam dalam mensukseskan program koridor ekonomi yang dicanangkan pemerintah.

“Saya sudah meminta kepada pihak Angkasa Pura I dan II untuk mengoperasikan bandara selama 24 jam. Tentunya itu harus ada persiapan yang matang,” katanya di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan catatan, saat ini bandara yang di bawah manajemen PT AP I dan II berjumlah 25 bandara, yang terdiri dari 13 bandara di sebelah timur Indonesia yang dioperasikan oleh PT AP I dan 12 bandara di
Indonesia bagian barat di bawah PT AP II. Sementara satu bandara internasional dalam unit pelayanan teknis (UPT) Kemenhub adalah bandara Hang Nadim, Batam.

“Diharapkan dengan dibukanya bandara-bandara selama 24 jam bisa meningkatkan arus transportasi. Pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi di masing-masing pulau,” jelasnya.

Aplikasinya, jelas Herry, bandara tidak langsung beroperasi 24 jam, karena lalu-lalang penerbangan juga masih terbatas. Namun hal itu akan dilakukan secara bertahap, bila potensi pasarnya besar maka akan semakin cepat terealisasi.

“Nantinya bandara di timur Indonesia juga akan beroperasi 24 jam seperti di Ambon dan Papua,” jelasnya.

Saat ini bandara di bagian timur yang telah beroperasi 24 jam adalah Ngurah Rai (Denpasar), Juanda (Surabaya) dan Hasanuddin (Makassar).

Direktur Teknik dan Operasi PT AP II, Salahuddin Rafi mengatakan, saat ini untuk bandara yang di bawah naungan PT AP II baru ada tiga yang telah beroperasi selama 24 jam sehari. Bandara tersebut adalah Bandara Soekarno Hatta (Cengkareng), Bandara Halim Perdanakusuma (carter/Jakarta) dan Bandara Polonia Medan.

“Secara prinsip kami mendukung arahan dari regulator. AP II akan mengupayakan agar seluruh bandara di bawah manajemen kami beroperasi selama 24 jam sehari,” kata Rafi.

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang mengkaji untuk menyiapkan sejumlah bandara yang akan dioperasikan selama 24 jam. Bandar udara tersebut adalah, Bandara Minangkabau (Padang), Bandara Supadio (Pontianak) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (Palembang) dan Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru). “Semua akan dikaji lebih dahulu kesiapannya,” tandasnya.

Dijelaskan, untuk beroperasi 24 jam, bandara harus memliki beberapa syarat yang harus dipenuhi, hal ini yang masih menjadi kajian AP II. Menurutnya, jumlah penerbangan menjadi pertimbangan penting. Percuma saja kalau bandara beroperasi 24 jam, kalau trafik penerbangannya sedikit. “Kalau flight terakhir saja jam lima sore, masa iya harus beroperasi 24 jam. Selain itu bandara bersangkutan harus bukan bandara transit,” tandasnya.

Selain itu, jelasnya, potensi pasar ke depan juga akan dijadikan tolok ukur pengoperasian bandara selama 24 jam. Empat bandara yang disiapkan tersebut, jelasnya, memiliki potensi tersebut. Saat ini seluruh bandara di bawah AP II telah memiliki instrument landing system (ILS) sehingga pada intinya telah bisa dilewati tengah malam.

Sekretaris Perusahaan PT AP I, Miduk Situmorang menyatakan, pihaknya juga mendukung program enam koridor ekonomi nasional tersebut. Saat ini, AP I sedang melakukan pengkajian terhadap beroperasinya bandara selama 24 jam. “Ada beberapa bandara yang berpotensi untuk beroperasi selama 24 jam, misalnya di Manado (bandara Samratulangi) yang penerbangan terakhir bisa sampai jam 24.00 atau di Balikpapan (Sepinggan). Pada intinya program ini dikaji agar terjadi efisiensi dalam operasi bandara,” tandasnya.

Menurutnya,  operasi 24 jam dibutuhkan bagi bandara yang cukup sibuk, agar pengaturan slot time penerbangan bisa berjalan lancar. Hal ini telah dilakukan di Makassar, Surabaya dan Denpasar.

Berdasarkan catatan, jumlah penumpang pesawat melalui 13 bandara yang dikelola Angkasa Pura I  sepanjang kuartal I 2011 tumbuh 17,09 persen atau melayani 12,68 juta penumpang. Angka itu  lebih tinggi dibandingkan jumlah penumpang melalui 12 bandara kelolaan Angkasa Pura II  yang hanya tumbuh 6,23 persen atau melayani 14,83 juta penumpang.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s