040511 Pelindo II Naikkan Tarif

JAKARTA—PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menaikan tarif pelayanan jasa di dermaga peti kemas dan penumpukan mulai 1 Mei 2011. Kenaikan tarif bervariasi dari 15 hingga 1.263 persen.

Sekretaris Perusahaan Bidang Humas Pelindo II Hambar Wiyadi mengatakan kenaikan tarif tersebut untuk menjamin perbaikan layanan dan penyediaan fasilitas kepada pengguna jasa.

” Kenaikan itu  sudah disepakai pengguna jasa, yaitu dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) DKI Jakarta dan Gabungan Importir Seluruh Indonesia (GINSI) DKI Jakarta. Kesepakatan tarif itu tanggal 15 Oktober tahun lalu,” katanya di Jakarta, kemarin.

Kenaikan itu tertuang dalam Surat Keputusan Direksi Pelindo II No HK.56/1/14/PI.II-11 tanggal 1 April 2011, tentang Tarif Pelayanan Jasa Barang di Lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok. Kenaikan tarif seiring dengan peningkatan pelayanan dan penambahan 47 unit alat bongkar muat dan 2 unit kapal tunda.

”Pelindo II  akan membuat standar mutu pelayanan jasa di Pelabuhan Tanjung Priok. Jika ada layanan tidak sesuai standar, pengguna jasa bisa komplain dan Pelindo II bisa kena sanksi,” katanya.

Berdasarkan catatan,    tarif jasa dermaga jasa peti kemas kosong 20″ feet naik dari 15.650 rupiah  per boks per hari menjadi 18 ribu rupiah  per boks per hari atau naik 15 persen. Kemudian tarif jasa dermaga peti kemas isi 20″ feet naik 34,6 persen dari  31.200 rupiah  per boks per hari menjadi  42 ribu rupiah

Kenaikan tarif tertinggi terjadi pada jasa penumpukan peti kemas isi ukuran 40″ feet yang naik 169 persen, dari 13 ribu rupiah  per boks per hari menjadi 35 ribu rupiah  per boks per hari. Tarif jasa penumpukan barang umum naik dari 165 rupiah  per ton per hari menjadi  2.250 rupiah  atau naik 1.263 persen.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan kenaikan tarif ini bukan ditentukan oleh kementerian perhubungan, tetapi sudah dikonsultasikan oleh Pelindo II ke instansinya.

Dalam konsultasi tersebut, ditentukan bahwa penetapan tarif itu harus merupakan kesepakatan antara penyedia dan pengguna jasa pelabuhan. “Saat konsultasi, Pelindo menyatakan sudah disepakati,” kata Bambang.

Dikataannya,  kenaikan tarif tersebut karena pengguna jasa sudah diberikan gratis penumpukan selama 5 hari pertama di dalam pelabuhan. Tarif akan berlaku jika penumpukan melampaui 5 hari “Meski tarif naik, harganya masih lebih murah dibandingkan dengan tarif  penumpukkan di luar pelabuhan,” tutur dia.

Berdasarkan aturan, dalam penentuan tarif pelabuhan, Pelindo II mesti mengacu aturan Menteri Perhubungan KM 72 Tahun 2005 tentang Jenis, Struktur dan Golongan Tarif Pelayanan Jasa Kepelabuhan untuk Pelabuhan Laut. Aturan itu menyebutkan, penentuan tarif mesti mengajak asosiasi dan pengguna pelabuhan.

Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut Kadin Carmelita Hartoto  mengakui para pengguna jasa  menyepakati kenaikan tarif dasar pelayanan jasa dermaga dan jasa penumpukan peti kemas.

Diungkapkannya,  pembicaraan mengenai kenaikan tarif dasar pelayanan jasa dermaga dan jasa penumpukan kontainer di pelabuhan Tanjung Priok sudah beberapa bulan ini dibicarakan. “Kesepakatan mengenai kenaikan tarif akhirnya ditemukan meski para pengguna jasa mengakui terpaksa menerimanya,” tutur Carmelita.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s