030511 Penguasa yang Sedang Tertatih

Kerasnya persaingan jasa seluler tidak hanya dialami oleh para pemain medioker. Telkomsel yang menjadi penguasa dengan 100 juta pelanggan juga sedang mengalami hal yang sama.

Lihat saja, untuk mencapai angka 100 juta pelanggan yang sebenarnya ditargetkan diraih pada tahun lalu, baru bisa  tercapai pada April 2011. Alhasil kinerja Telkomsel pada 2010 mulai melambat dimana untuk pertama kalinya mendapatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 4 persen atau sebesar 42 triliun rupiah dengan sekitar 95 juta pelanggan.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno masih memiliki harapan  pertumbuhan pendapatan dari perseroan pada tahun ini bisa mencapai 10 persen. Padahal, kinerja kuartal pertama dari Telkomsel  belum bangkit dari keterpurukan dengan hanya omset tumbuh 4 persen atau dibawah Indosat yang tumbuh 6,2 persen atau XL sebesar 9 persen.

“Kami masih mengincar pertumbuhan 10 persen. Harapannya dari jasa data yang telah ditanamkan investasi sebesar 60 persen dari total belanja modal sekitar 10,9 triliun rupiah. Tahun lalu jasa data berkontribusi 15 persen bagi total omset, kita harapkan lebih pada tahun ini,” katanya di Jakarta, belum lama ini.

Diungkapkannya, dari total  100 juta pelanggan  saat ini, pelanggan Telkomsel yang  menjadi pengguna data tercatat 41 juta nomor.  “Ini akan kami dorong terus agar mereka memiliki kemampuan mengakses broadband Internet sehingga lebih familiar dengan era gaya hidup baru dari hanya voice-SMS ke broadband based service.” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini operator seluler di Indonesia diperkirakan segera memasuki era zero sum game menyusul tekanan saturasi dan indikasi penetrasi lebih dari 100 persen.

Zero sum game adalah situasi di saat keuntungan yang diperoleh oleh satu pihak merupakan kerugian yang sama jumlahnya di pihak lain. Artinya, di saat terjadi akuisisi 10 juta SIMcard oleh satu operator berarti ada operator yang lain yang juga kehilangan 10 juta pelanggan.

Menurutnya, di era ini masalah  kapasitas,  cakupan dan sistem pendukung, infrastruktur seperti 2G, 3G, billing, solusi customer relationship management, storage dan solusi lainnya yang memiliki kemampuan proses cepat menjadi kunci untuk menang di pasar.

Telkomsel memang sudah mempersenjatai diri untuk urusan itu dengan membeli perangkat Operating System Software, Billing Software System (OSS, BSS) milik Amdocs. Sayangnya, perangkat ini sempat bermasalah dimana tidak optimal menghitung jumlah pelanggan yang berujung ekspansi menjadi terhambat selama kuartal I 2011.

Masalah lain yang dihadapi Telkomsel adalah gonjang-ganjing menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada medio Mei ini. Kabar tak sedap menerpa manajemen Telkomsel yang dituding tidak transparan dalam pengadaan perangkat BTS di Jabotabek dan SIM Card untuk produk mobile money.

Menanggapi hal ini, Komisaris Utama Telkomsel yang juga Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah berjanji akan mengklarifikasi isu tersebut. “Saya belum tahu kabar miring itu. Tetapi patut saya tegaskan, Telkom Grup adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selalu transparan dalam pengadaan barang,” tegasnya.

Secara terpisah, Praktisi Telematika Teguh Prasetya menyarankan, bagi operator sekelas Telkomsel sudah saatnya masuk ke segmen yang penggunanya bukan lagi “orang” akan tetapi “peralatan”  untuk langkah akuisisi. Sedangkan  untuk pelanggan lama  diperlukan upaya inovatif untuk meretensi dan mempertahankan bahkan kalau memungkinkan  menaikkan Average Revenue Per User (ARPU).

Pengamat telekomunikasi Guntur S Siboro menyarankan, Telkomsel jangan terpancing dengan aksi pemasaran kompetitor yang berujung pada penderitaan dalam meraup omset. ”Kekurangan Telkomsel sekarang adalah tidak ada figur lokal untuk mengkomunikasikan program pemasaran dan penjualan. Padahal, dunia pemasaran Indonesia selalu membutuhkan icon sehingga informasi yang diberikan tidak generik ke pasar,” jelasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s