020511 Kemenhub Kembangkan Bandar Udara Rogojampi

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan mengembangkan bandara udara Rogojampi di Kabupaten Banyuwangi dalam rangka  menyediakan akses transportasi yang memadai dan memajukan perekonomian daerah setempat.

“Kami bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah sepakat bekerjasama dalam mengoperasikan bandara Rogojampi. Salah satu rencana pengembangan adalah memperpanjang landasan pacu sepanjang 400 m dari yang ada saat ini sekitar 1400 m x 35  m,” ungkap Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, saat ini sedang disiapkan rencana induk Bandar udara Rogojampi. Bandara udara ini disahkan berdasarkan hasil studi kelayakan pembangunan Bandar udara dan ditetapkan melalui keputusan menteri perhubungan No 49/2003. Pembebasan tanah bandara seluas 129 Ha dilakukan mulai 2002 sampai dengan sekarang. Sementara pembangunannya mulai 2004. Bandara ini bisa didarati oleh pesawat jenis Cesna 712, Cesna Grand Caravan, dan Fokker-50. Kapasitas dari bandara ini per januari 2011 adalah menampung 200 penumpang.

“Sejak 2005 sudah dihabiskan anggaran sekitar 20 miliar rupiah untuk mengembangkan anggaran ini. Rencananya akan ditambah lagi karena sudah ada beberapa perusahaan penerbangan berbicara dengan Bupati Banyuwangi yang berjanji mengisi bandara udara itu. Ini artinya fasilitas harus ditingkatkan,” jelasnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, sudah terdapat dua perusahaan penerbangan yang ingin mengoptimalkan bandara Rogojampi yakni sekolah penerbangan  BIFA dan PT Sky Aviation. “Pada Senin (2/5) nanti akan ada penerbangan perdana Fokker-50 milik Sky Aviation. Rutenya Banyuwangi-Surabaya-Denpasar. Selain itu, kedua perusahaan ini juga ingin membangun hangar di Rogojampi. Satu maskapai lagi yang dalam tahap penjajakan adalah Merpati Nusantara Airlines,” ungkapnya.

Menurut Azwar, kerjasama dengan Ditjen Perhubungan Udara ini memiliki arti strategis bagi pengembangan bandar udara Rogojampi agar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam membangun fasilitas transportasi tidak menyalahi aturan. ”Ini adalah wujud dari pembinaan yang dilakukan oleh regulator sesuai amanah Undang-undang Penerbangan. Saya senang Dirjen Hubud memiliki respons positif membantu kami membangun bandara Rogojampi,” katanya.

Dijelaskannya, Kabupaten Banyuwangi memandang hadirnya bandara udara memiliki arti strategis karena sejak adanya bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo maka akses ke wilayahnya menjadi semakin lama dari Surabaya. ”Adanya bandara udara bisa mendorong perekonomian karena Banyuwangi memiliki potensi perekonomian yang menjanjikan. Uang beredar di Banyuwangi mencapai 26 triliun rupiah dengan APBD mencapai 1,3 triliun rupiah. Andalan kami adalah sektor perikanan, perdagangan, dan kelautan dimana semuanya membutuhkan akses transportasi yang cepat bagi para pelaku usahanya,” jelasnya[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s