020511 Batavia Air Bidik Pertumbuhan Penumpang 5%

JAKARTA– PT Batavia Airlines (Batavia Air) membidik pertumbuhan penumpangnya pada tahun ini sebesar 5 persen atau membawa 9,45 juta dibandingkan periode 2010 yang mengangkut 9 juta penumpang.

”Kami membidik adanya pertumbuhan karena armada terus ditambah dan rute ditingkatkan frekuensinya. Jika semua berjalan lancar, target di atas bisa dicapai,” ungkap Direktur Komersial Batavia Airlines, Sukirno Sukarna di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkanya, pada tahun lalu, jumlah penumpang Batavia meningkat 6 persen  dibandingkan tahun 2009. Pendapatan yang diraup pada tahun lalu sekitar 4 triliun rupiah. Sedangkan pada kuartal I tahun ini jumlah penumpangnya menembus angka 3 juta, naik 10 persen dari kuartal I tahun lalu yang hanya mencapai 2,7 juta penumpang.

”Kami terus berimporvisasi karena industri sedang tertekan oleh harga avtur. Salah satunya dengan  undian paket Umroh dan hadiah tiket penerbangan ke Singapura,” jelasnya.

Diharapkannya,  adanya program undian berhadiah paket Umroh dan juga tiket penerbangan Jakarta-Singapura  bisa meningkatkan jumlah penumpang naik hingga 10 persen dari tahun lalu melalui program promosi yang sama.

PR Manager Batavia Airlines, Elly Simanjuntak menambahkan, perusahaannya menyelenggarakan program undian berhadiah total 360 paket umroh dan 360 tiket Jakarta-Singapura bagi para penumpang Batavia baik domestik maupun interanasional yang membelinya pada masa periode Mei 2011 hingga April 2012.

“Jadi program ini akan berjalan selama satu tahun, setiap bulan pada tanggal lima akan diundi 30 pemenang paket umroh dan 30 tiket Jakarta-Singapura,” ujarnya.

Secara terpisah, Presiden Direktur Indonesia AirAsia Dharmadi mengugkapkan, maskapainya  akan memberlakukan fuel surcharge mulai tanggal 3 Mei 2011 untuk seluruh penerbangan internasionalnya.

Dijelaskannya, ketentuan fuel surcharge ini diberlakukan oleh AirAsia guna mengompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak yang telah melampaui 140 dollar AS per barel.

“Kenaikan harga bahan bakar minyak akibat situasi di Timur Tengah serta berbagai faktor eksternal lain, memaksa kami untuk kembali menerapkan kebijakan fuel surcharge, terlepas dari upaya keras yang telah kami lakukan untuk tidak menerapkannya sejauh yang kami mampu. Kami berharap situasi ini hanya bersifat sementara. Kami akan terus memastikan bahwa tarif yang kami berikan tetap hemat,” tuturnya.[dni]

020511 Kemenhub Kembangkan Bandar Udara Rogojampi

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan mengembangkan bandara udara Rogojampi di Kabupaten Banyuwangi dalam rangka  menyediakan akses transportasi yang memadai dan memajukan perekonomian daerah setempat.

“Kami bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah sepakat bekerjasama dalam mengoperasikan bandara Rogojampi. Salah satu rencana pengembangan adalah memperpanjang landasan pacu sepanjang 400 m dari yang ada saat ini sekitar 1400 m x 35  m,” ungkap Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, saat ini sedang disiapkan rencana induk Bandar udara Rogojampi. Bandara udara ini disahkan berdasarkan hasil studi kelayakan pembangunan Bandar udara dan ditetapkan melalui keputusan menteri perhubungan No 49/2003. Pembebasan tanah bandara seluas 129 Ha dilakukan mulai 2002 sampai dengan sekarang. Sementara pembangunannya mulai 2004. Bandara ini bisa didarati oleh pesawat jenis Cesna 712, Cesna Grand Caravan, dan Fokker-50. Kapasitas dari bandara ini per januari 2011 adalah menampung 200 penumpang.

“Sejak 2005 sudah dihabiskan anggaran sekitar 20 miliar rupiah untuk mengembangkan anggaran ini. Rencananya akan ditambah lagi karena sudah ada beberapa perusahaan penerbangan berbicara dengan Bupati Banyuwangi yang berjanji mengisi bandara udara itu. Ini artinya fasilitas harus ditingkatkan,” jelasnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, sudah terdapat dua perusahaan penerbangan yang ingin mengoptimalkan bandara Rogojampi yakni sekolah penerbangan  BIFA dan PT Sky Aviation. “Pada Senin (2/5) nanti akan ada penerbangan perdana Fokker-50 milik Sky Aviation. Rutenya Banyuwangi-Surabaya-Denpasar. Selain itu, kedua perusahaan ini juga ingin membangun hangar di Rogojampi. Satu maskapai lagi yang dalam tahap penjajakan adalah Merpati Nusantara Airlines,” ungkapnya.

Menurut Azwar, kerjasama dengan Ditjen Perhubungan Udara ini memiliki arti strategis bagi pengembangan bandar udara Rogojampi agar inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam membangun fasilitas transportasi tidak menyalahi aturan. ”Ini adalah wujud dari pembinaan yang dilakukan oleh regulator sesuai amanah Undang-undang Penerbangan. Saya senang Dirjen Hubud memiliki respons positif membantu kami membangun bandara Rogojampi,” katanya.

Dijelaskannya, Kabupaten Banyuwangi memandang hadirnya bandara udara memiliki arti strategis karena sejak adanya bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo maka akses ke wilayahnya menjadi semakin lama dari Surabaya. ”Adanya bandara udara bisa mendorong perekonomian karena Banyuwangi memiliki potensi perekonomian yang menjanjikan. Uang beredar di Banyuwangi mencapai 26 triliun rupiah dengan APBD mencapai 1,3 triliun rupiah. Andalan kami adalah sektor perikanan, perdagangan, dan kelautan dimana semuanya membutuhkan akses transportasi yang cepat bagi para pelaku usahanya,” jelasnya[dni]