290411 Biaya Angkutan Haji Diperkirakan Sulit Turun

JAKARTA—Biaya angkutan haji untuk tahun ini diperkirakan akan sulit untuk diturunkan karena harga bahan bakar pesawat masih tinggi dan adanya monopoli penyedia jasa ground handling di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

“Sulit untuk menurunkan biaya angkutan haji jika melihat kondisi yang terjadi sekarang. Saya justru khawatir yang terjadi biaya angkutan untuk haji itu malah naik tahun ini,” ungkap Direktur Niaga Batavia Air Sukirno Sukarna di Jakarta, Kamis (28/4).

Dijelaskannya, saat ini harga avtur untuk penerbangan internasional berkisar satu hingga 1,5 dollar AS per liter. Angka ini berbeda dengan kondisi tahun lalu dimana berada di kisaran di bawahnya. Naiknya harga minyak mentah di dunia juga memberikan pengaruh kepada biaya pengadaan jasa pendukung seperti katering.

“Kondisi makin runyam dengan di mergernya tiga perusahaan pengelola ground handling di Bandara King Abdul Aziz yang mengakibatkan biaya sewanya naik hampir 100 persen dibanding tahun lalu karena sudah terjadi monopoli. Belum lagi pengenaan biaya per jemaah 25 riyal dan pajak bandara 50 riyal per jemaah,” jelasnya.

Sebelumnya, Pada 2010, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat sepakat menurunkan biaya naik haji sebesar 80 dollar AS  menjadi 3.342 dollar AS  dengan cara menurunkan biaya pemondokan dari usulan 3.000 riyal menjadi 2.850 riyal, serta memotong margin maskapai penerbangan dari usulan 10 menjadi hanya 4 persen.

Untuk merealisasikan hal tersebut pemerintah akan membuka kesempatan multi operator untuk melayani angkutan haji.
Sukirno mengatakan, Batavia Air siap mengikuti tender operator haji yang dikelola oleh pemerintah karena dari sisi sarana dan prasaran sudah siap.

“Kami memiliki armada dan dinyatakan lolos dari embargo penerbangan ke Eropa. Pihak otoritas penerbangan Arab Saudi menggunakan standar Eropa untuk mengukur keselamatan penerbangan, ini tentu membuat peluang batavia semakin besar memenangkan tender,” katanya.

Dijelaskannya, untuk angkutan haji sebenarnya yang berlaku adalah penerbangan carter sehingga operator manapun bisa menjalani setelah memenuhi syarat yang ditetapkan. “Namun, akan lebih mudah jika mendapatkan izin khusus,” jelasnya.

Diungkapkannya, untuk melayani jemaah haji pihaknya berencana akan menyewa enam hingga tujuh pesawat berbadan lebar. Profil pesawat yang dipilih diantaranya A330, B777, B747-400, atau B767-300. Satu unit dari pesawat ini jika ingin mendapatkan titik impas dari biaya sewanya harus mengangkut 18 ribu jemaah haji. Pihal lessor yang dibidik untuk pengadaan pesawat berasal dari Eropa, Turki, Amerika Serikat, dan China.

Sebelumnya, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang Supriyadi Ervan mengatakan,  pemerintah berencana akan menambah operator penerbangan untuk mengangkut ibadah haji agar bisa memberikan kenyamanan bagi jemaah Indonesia.

“Kami sudah meminta kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk menambah perusahaan angkutan haji. Selama ini angkutan haji hanya dioperasikan oleh dua maskapai yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penambahan operator penerbangan telah diusulkan oleh Kementerian Agama kepada Kemenhub. Kemenhub harus meminta kepada pihak Arab Saudi untuk memberikan izin.

Sesuai dengan perjanjian bilateral untuk  penerbangan, operasi penerbangan harus bersifat resiprokal.  Bila dari Indonesia mengusulkan penambahan menjadi dua operator angkutan haji, maka pihak Arab Saudi pun berhak untuk mewakilkan dua operator penerbangan juga.

Pemerintah Arab Saudi  akan memilih maskapai yang salama ini telah terbang secara reguler ke Arab yaitu Lion Air dan Batavia Air. Arab Saudi  juga akan memilih maskapai lain untuk mendampingi Saudi Arabian Airlines.

Menurutnya, izin dari pemerintah Arab sangat penting mengingat saat  musim haji penerbangan sangat padat. “Pemerintah Arab sangat selektif saat memberikan landing permit (izin mendarat) di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah,” jelasnya.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan,  siap menerbangkan sebanyak 15.000 jemaah haji bila pemerintah memberikan izin maskapai tersebut menjadi salah satu penyelenggara haji Indonesia.

Direktur Operasi  Garuda Indonesia Ari Sapari menegaskan, perseroan menargetkan minimal bisa menerbangkan jemaah dengan persentase yang sama seperti tahun lalu.

Pada 2010, Garuda menerbangkan 118.999 jemaah atau 56,39 persen  dari total 211.000 jemaah. Garuda sudah mulai melakukan tender pesawat yang akan disewa mulai 26 September-12 Desember 2011 untuk melayani penerbangan haji.

Garuda sudah membuka tender pada 21 Maret untuk mencari pesawat seperti Boeing 747-400, 767-300 ER, 777-200 LR, 777-300 dan Airbus A330-200 atau Airbus A330-300.

“Kami sudah melakukan tender jauh-jauh hari karena ketersediaan pesawat sewa saat ini sangat terbatas. Jumlah pesawat yang akan kami operasikan untuk haji tidak berbeda jauh dibanding 2010,” kata Ari.

Pada 2010, Garuda menyewa 14 pesawat dari tujuh lessor dari total 15 pesawat yang digunakan untuk melayani penerbangan haji, terdiri dari empat Boeing 747, satu Boeing 767, enam Airbus A330-300, dan tiga Airbus A330-200. Sementara satu unit pesawat milik perseroan yang digunakan adalah Airbus A330-200

Berdasarkan perhitungan, jika Garuda memasang target bisa melayani 56,39 persen  atau 133.982 jemaah dari rencana kuota 237.600 jemaah, Garuda berpotensi memperoleh pendapatan  2,07 triliun rupiah  dari penerbangan haji 2011.

Sedangkan secara total, maskapai nasional bisa mendapatkan omset  3,68 triliun rupiah  dari penyelenggaraan penerbangan haji 2011, naik 12,53 persen dibandingkan nilai pendapatan penerbangan haji 2010 yang sebesar 3,27 triliun rupiah dengan catatan penambahan kuota disetujui pemerintah Arab Saudi.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s