280411 Bandara Selaparang Dijadikan Bandara Khusus

JAKARTA–PT Angkasa Pura I (Persero) menjadikan bandara Selaparang di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pelabuhan udara khusus perusahaan pertambangan dengan menggandeng PT Merukh Ama Coal dan PT Merukh International Airport sebagai mitra pengguna.

“Bandara Internasional Lombok (BIL) segera beroperasi pada Juni atau Juli nanti. Beroperasinya bandara itu akan membuat bandara Selaparang menjadi kosong karena aktifitasnya dipindahkan ke bandara baru itu. Nah, dengan adanya kekosongan kegiatan komersial, maka Selaparang bisa digunakan untuk kegiatan khusus seperti pertambangan,” ungkap Direktur Utama AP I Tommy Soetomo di Jakarta, Rabu (27/4).

Diungkapkannya, terdapat penawaran minat dari Merukh Ama Coal, perusahaan tambang yang beroperasi di bagian timur Indonesia untuk memanfaatkan lahan eks bandara udara Selaparang sebagai home base dari operasi aviasinya.

“Ini Memorandum Of Understanding (MOU)  pertama kami untuk menjadikan bandara kebutuhan khusus, yakni kebutuhan internal Merukh. Kami langsung membicarakannya dengan ditjen perhubungan kementerian perhubungan dan pemengang saham kami Kementerian BUMN. MoU ini tidak melanggar ketentuan, karena berdasarkan peraturan, bandara dapat digunakan untuk dua tujuan, yakni untuk komersial dan untuk kebutuhan khusus. Mudah-mudahan kedepannya bisa menjadi kerjasama yang saling menguntungkan,” tutur Tommy.

Dijelaskannya,  pola kerjasama pemanfaatan bandara internasional Selaparang ini berbentuk sewa pakai antara PT Merukh Ama Coal dan PT Merukh International Airport dengan AP I sebagai operator bandara.

Lamanya sewa pakai, lanjut Tommy, kemungkinan jangka panjang karena harus menutupi biaya yang dikeluarkan AP I untuk menyediakan fasilitas tambahan yang dibutuhkan Merukh.

“Jangka waktu sewa mestinya lama, bisa jadi 10 tahun, tetapi belum kami hitung pastinya karena harus disesuaikan dengan rencana bisnis Merukh. Kalau hanya dalam waktu hitungan bulan, jangka pendek, tidak menutupi biaya yang kami keluarkan misalnya harus menambah runway (landasan pacu),” kata Tommy.

Direktur Operasi Bidang Teknik PT AP I Haryoso Catur mengatakan Bandara Selaparang ini kapasitasnya masih mampu menampung kebutuhan penerbangan Merukh. Untuk terminalnya, mampu menampung 1,5 juta per tahun, dan pergerakan pesawat mencapai 15-20 trafik per jam.

“Kapasitas bandara ini, kalau untuk Merukh masih lebih dari cukup. Mungkin hanya menambah hanggar untuk maintenance,” kata Tommy.

CEO Merukh Enterprises Rudy Merukh  mengharapkan, mulai Juli nanti Selaparang bisa beroperasi bagi perseroan.

Diungkapkannya, perseroan berencana akan  akan mendatangkan 12 unit pesawat buatan China Y 12F yang menelan investasi  24 juta dollar AS.  42 Cessna Caravan dengan investasi 100 juta dollar AS,  dan  helikopter Bell  412 (6 unit) dan 429 (3unit) yang menelan investasi  100 juta dollar AS. Ditambah 12 unit Sukhoi SSJ 100 yang menelan investasi  30-33 juta  doolar AS yang akan datang pada tahun ini dan  3-4 unit sisanya pada  2013.

“Pesawat-pesawat itu akan digunakan untuk  operasional 80 ribu  di Kalimantan. Kami rencananya akan menggunakan konsep sewa operasi untuk  Bandara Selaparang  dimana proses operasi disiapkan dana  30 juta dollar AS,” jelasnya.

SVP Merukh Internasional Airport F.X Suwarno  mengakui Merukh membutuhkan  bandara sebagai home base di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Dikatakannya,  Merukh memiiki 7 tambang baru yang akan menggeliat, sehingga perlu diantisipasi operasionalnya melalui kegiatan penerbangan. Ketujuh tambang tersebut yakni di Sumbawa Barat, Sumbawa Timur, Lembata Flores, Batu Licin Kalsel, Lowa Manado Selatan, Kutai Timur, dan Kaimana Papua Barat.

“Pengoperasian pesawat-pesawat ini menggunakan Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) dan Air Operation Certificate (AOC) milik PT Dirgantara Air Service dan PT Sabang Merauke Air Charter (SMAC) yang telah diakuisisi kepemilikannya oleh Merukh,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s