270411 AP I Kembangkan Sistem TI Tiga Bandara

JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) mengembangkan sistem teknologi informasi (TI) hasil besutan specialists in air transport communications and IT solutions (SITA) di tiga bandara yang dikelolanya untuk meningkatkan layanan bagi pelanggannya.

Ketiga bandara yang dikelola itu adalah Bandara Ngurah Rai (Bali), Bandara Juanda (Surabaya) dan Bandara Sepinggan (Balikpapan).

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo menjelaskan,  penerapan sistem TI terbaru sebagai solusi peningkatan pelayanan terhadap lebih dari 49 juta penumpang dalam satu tahun di 13 bandara yang berada dibawah pengelolaannya.

“SITA mempunyai keahlian teknologi khusus untuk memudahkan seluruh proses yang berkenaan dengan perpindahan orang dan barang di bandara, semua itu butuh IT mulai dari check in hingga menurunkan penumpang di bandara,” katanya di Jakarta, Selasa (26/4).

Diungkapkannya,  sebelumnya pada bandara yang dikelola AP I masih menggunakan sistem teknologi yang masih senderhana. Sedangkan dengan adanya kerjasama dengan perusahaan TI asal Singapura ini, diharapkan tiga bandara yang akan dikembangkan tersebut dapat membuat lebih mudah, cepat dan nyaman bagi seluruh penumpang yang menggunakan bandara itu.

“Dalam perjanjian kerjasama ini kami menggunakan skema MoC, jadi kita tidak membeli alat teknologi kepada SITA melainkan lebih pinjaman yaitu akan dikenakan charge pada penggunaannya berdasarkan jumlah penumpang yang menggunakan di tiga bandara itu,” tuturnya.

Dijelaskannya,  mekanisme pembayaran kemungkinan dihitung berdasarkan banyaknya penumpang yang datang ke bandara. Jika penumpang di bandara tersebut mencapai 1 juta orang, pembayaran dari penumpang tersebut pun akan dihitung.

Dia menargetkan, teknologi manajemen penumpang tersebut dapat dinikmati para penumpang pada 2013 mendatang.

Wakil Presiden Regional SITA Asia Selatan dan India Damien Hickey menyambut baik kerjasama tersebut, pasalnya pertumbuhan jumlah penumpang di Indonesia ada di peringkat 12 terbesar di dunia pada saat ini.

Hal tersebut menurutnya adalah tantangan sekaligus peluang yang besar untuk melakukan pengembangan usaha IT si seluruh bandara di Indonesia.

“Kami telah bekerjasama dengan 500 bandara dari seluruh dunia, tapi pangsa pasar di Indonesia sunggu unik karena mereka mempunyai karakter dan kebudayaan yang berbeda dengan negara lainnya,” kata Damien saat ditemui ditempat yang sama.

Sementara itu, Direktur Komersial AP I Robert Daniel Walomi menambahkan, ada tiga hal yang diperhatikan perusahaannya dalam pengembangan bandara, ketiganya yaitu kepuasan pelanggan, kontribusi terhadap perekonomian dan yang terakhir kelangsungan lingkungan hidup.

“Pengembangan IT di bandara ini termasuk dalam kepuasan pelanggan, penumpang akan dimudahkan dengan teknologi informasi airport system ini, nantinya penumpang bisa membooking tempat parkir di bandara,”jelasnya.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s