260411 Bersaing dengan Skema Tanpa Batas

 

Tarif murah dengan kecepatan akses yang tinggi adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh operator penyedia akses internet jika ingin keluar sebagai  pemenang  di pasar Indonesia.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pun menyadari era monopoli sebagai penyelenggara akses internet dengan kabel tembaga atau serat optik sudah usai sejalan liberalisasi di era reformasi.

Melalui produk Speedy, Telkom  menegaskan secara konsisten akan tetap mempertahankan penawaran  layanan internet cepat melalui produk  Speedy yang betul-betul tanpa batas atau Real Unlimited untuk memanjakan pelanggannya.

”Telkom betul-betul menyediakan layanan internet tanpa batas, yakni tanpa batas waktu maupun kuota,” tegas  Operation Vice President Public Relation Telkom, Agina Siti Fatimah di Jakarta, belum lama ini

Menurut Agina, pihaknya merasa perlu menegaskan hal tersebut, mengingat selama ini telah terjadi kesalahpahaman  terkait layanan internet tanpa batas (unlimited). ”Meski paket yang ditawarkan tersebut diposisikan sebagai layanan unlimited, kenyataannya, kecepatan dan kuota layanan broadband bergantung pada paket layanan yang ditawarkan. Biasanya semakin cepat dan semakin banyak kuotanya, ya semakin mahal tarifnya,” jelasnya.

Dijelaskannya, kecepatan layanan broadband juga sangat ditentukan oleh jenis teknologi dan media pengiriman data yang digunakan. Misalnya masyarakat memilih koneksi wireless yang dinamis dan bisa dibawa ke mana saja, tetapi harus rela berbagi akses dengan pengguna lainnya  yang mengakibatkan turunnya kecepatan akses atau bisa juga memilih saluran kabel yang dapat dipastikan kecepatannya karena  setiap pengguna mendapatkan satu saluran kabel tersendiri.

Masih menurutnya,  Internet unlimited  seharusnya tidak dibatasi kuota atau waktu. Kondisi saat ini selain dibatasi waktu aksesnya, seringkali setelah melampaui batas pemakaian tertentu, kecepatan akses pengguna biasanya otomatis diturunkan secara drastis.

“Kondisi tersebut sering tidak dipahami oleh pengguna, terutama mengenai kuota pemakaian atau jatah maksimum upload dan download serta waktu akses untuk layanan berbasis waktu yang diberikan provider. Rumitnya penghitungan  kuota tersebut jelas mengurangi kenyamanan pengguna. Layanan The Real Unlimited Speedy, pengguna    benar-benar tidak dibatasi waktu, tidak dibatasi kuota dengan kecepatan stabil,” jelasnya.

Peneliti dari Lembaga riset Sharing Vision  Dimitri Mahayana menyarankan, agar pelanggan tidak dirugikan para penyelenggara jasa internet harus berani menawarkan konsep from to menggantikan  pola up to.

Konsep up to adalah akses internet  yang seolah-olah menjanjikan kecepatan tinggi, padahal susah sekali terealisasi. Misalnya, kecepatan yang dijanjikan adalah up to 1 Mbps, tetapi dalam realisasinya, kecepatan itu tidak pernah dirasakan pelanggan. Jika pelanggan melakukan komplain terhadap kecepatan  yang didapat, PJI akan berkilah,  sedari awal sudah diingatkan akses yang ditawarkan adalah up to bukan from to.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono mengatakan, bahasa up to atau unlimited dalam akses internet tak lebih dari bahasa pemasaran. Hal ini karena operator harus pintar mengelola bandwitdh yang dimiliki jika tidak ingin jaringan jebol.

”Jika diberikan pun penawaran unlimited, itu biasanya akan ada Fair Usage Policy (FUP) dimana kala mencapai kuota tertentu, kecepatan yang dinikmati oleh pengguna akan menurun. Ini semua karena keterbatasan spektrum untuk menjalankan data,” jelasnya.[dni]

Iklan

1 Komentar

  1. bersaing tidak dg akal2an seperti terjadi pada tender di telkomsel yg diakali manajemen dan agen asing … tidak disangkal lagi telkomsel punya billing system amdocs yg dipergunakan secara tak langsung oleh agen israell untuk spytools untuk intelijen mereka, amdocs dimiliki secara tak langsung oleh israel dan dana yg kita beli produk telkomsel secara tak langsung membayar amdocs dan akan mendukung israel membunuh rakyat palestin


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s