200411 Telkom Tegaskan Konsisten Tawarkan Internet Tanpa Batas


 

JAKARTA—PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) menegaskan secara konsisten akan tetap mempertahankan penawaran  layanan internet cepat melalui produk  Speedy yang betul-betul tanpa batas atau Real Unlimited untuk memanjakan pelanggannya.

 

 ”Telkom betul-betul menyediakan layanan internet tanpa batas, yakni tanpa batas waktu maupun kuota,” tegas  Operation Vice President Public Relation Telkom, Agina Siti Fatimah di Jakarta, Selasa (19/4).

 

Menurut Agina, pihaknya merasa perlu menegaskan hal tersebut, mengingat selama ini telah terjadi kesalahpahaman  terkait layanan internet tanpa batas (unlimited). ”Meski paket yang ditawarkan tersebut diposisikan sebagai layanan unlimited, kenyataannya, kecepatan dan kuota layanan broadband bergantung pada paket layanan yang ditawarkan. Biasanya semakin cepat dan semakin banyak kuotanya, ya semakin mahal tarifnya,” jelasnya.

 

Selain itu kecepatan layanan broadband juga sangat ditentukan oleh jenis teknologi dan media pengiriman data yang digunakan. Misalnya masyarakat bisa pilih koneksi wireless yang dinamis dan bisa dibawa ke mana saja, tetapi ia harus rela berbagi akses dengan pengguna lainnya  yang mengakibatkan turunnya kecepatan akses atau bisa juga memilih saluran kabel yang dapat dipastikan kecepatannya karena untuk setiap pengguna mendapatkan satu saluran kabel tersendiri.

 

Masih menurutnya,  Internet unlimited  seharusnya tidak dibatasi kuota atau waktu. Kondisi saat ini selain dibatasi waktu aksesnya, seringkali setelah melampaui batas pemakaian tertentu, kecepatan akses pengguna biasanya otomatis diturunkan secara drastis.

 

“Kondisi tersebut sering tidak dipahami oleh pengguna, terutama mengenai kuota pemakaian atau jatah maksimum upload dan download serta waktu akses untuk layanan berbasis waktu yang diberikan provider. Rumitnya penghitungan  kuota tersebut jelas mengurangi kenyamanan pengguna,” jelasnya.

 

Telkom sendiri melalui  layanan “The Real Unlimited” Speedy dari Telkom benar-benar tidak dibatasi waktu, tidak dibatasi kuota dengan kecepatan stabil. Hal inilah yang menjadi keunggulan koneksi Speedy sebagai fixed broadband access. Layanan “The Real Unlimited” memungkinkan pengguna lancar mengunduh file besar atau video streaming.

  

Telkom menargetkan Speedy  mencapai 2,5 juta-2,7 juta pelanggan hingga akhir tahun 2011. Jumlah pelanggan Speedy terus tumbuh secara signifikan dan telah mencapai hampir 1,7 juta pelanggan tahun 2010.

 

Perkuat Jaringan

Direktur Network and Solutions Telkom Ermady Dahlan  mengungkapkan, perseraon sendiri terus memperkuat jaringan backbone dengan  secara bertahap mulai merealisasikan Nusantara Super Highway sepanjang 47.099 kilometer. Ini merupakan pembangunan jaringan infrastruktur information and communication technology (ICT) nasional yang berbasis optical network platform.

 

Dijelaskannya,   pembangunan Nusantara Super Highway dibagi ke dalam enam ring untuk menghubungkan berbagai gugusan kepulauan di Indonesia. Keenam ring Nusantara Super Highway tersebut terdiri dari Ring Sumatra sepanjang 9.981 kilometer yang terbentang dari kota Banda Aceh hingga kota Bandarlampung. Pada Ring Sumatra, yang terakhir diselesaikan adalah pembangunan ring yang menghubungkan kota Banda Aceh hingga Medan.

 

Kedua adalah Ring Jawa sepanjang 11.524 kilometer yang terbentang dari kota Merak hingga kota Banyuwangi. Ketiga adalah Ring Kalimantan sepanjang 6.664 kilometer yang terbentang dari kota Pontianak hingga Tarakan.

 

Keempat adalah Ring Sulawesi dan Maluku Utara sepanjang 7.233 kilometer yang terbentang dari kota Makasar, Manado, Ternate hingga Sanana, Maluku Utara. Kelima adalah Ring Bali dan Nusa Tenggara sepanjang 3.444 kilometer yang terbentang dari kota Denpasar, Mataram, Kupang hingga Atambua, Nusa Tenggara Timur.

 

Terakhir adalah Ring Kepulauan Maluku dan Papua sepanjang 8.254 kilometer yang terbentang dari kota Ambon, Fak-Fak, Sorong, Manokwari, hingga Jayapura dan Merauke.

 

Tidak hanya jaringan dalam negeri, Telkom juga memperkuat backbone di luar negeri dengan tergabung dalam 12 Perusahaan  membentuj konsorsium global South East Asia Japan Cable  dengan  membangun 8.900 km kabel laut serat optik yang akan menghubungkan delapan negara Asia, termasuk Indonesia.

 

Presiden Direktur PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) Ririek Adriansyah, mengatakan 12 anggota konsorsium global South-East Asia Japan Cable (SJC) mulai pekan lalu secara resmi memulai pembangunan.

 

Dijelaskannya, dengan dimulainya pembangunan kabel bawah laut maka delapan negara akan terhubung diantaranya Brunei, China Daratan, Hong Kong, Filipina, Jepang dan Singapura dengan opsi diperpanjang sampai ke Indonesia dan Thailand.

 

Kabel bawah laut tersebut awalnya direncanakan memiliki panjang 8.300 kilometer dan menghubungkan lima negara atau teritorial. Namun, panjang kabel bawah laut SJC kemudian diperluas menjadi 8.900 km dan berpotensi diperpanjang sampai dengan 10.700 km untuk menghubungkan delapan negara atau teritorial yang didukung oleh kapasitas awal lebih dari 15 terra bit per detik (Tbps). Adapun saat ini kapasitas yang dimiliki Telin dalam SJC mencapai 1,4 Tbps.

 

Diungkapkannya,  konsorsium SJC telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan dua perusahaan pemasok yaitu TE SubCom dan NEC Corporation sebagai pihak yang ditunjuk untuk menyediakan dan menginstalasi sistem kabel bawah laut yang diharapkan siap beroperasi pada semester kedua 2013.

 

Konsorsium SJC terdiri dari Telin, Brunei International Gateway Sendirian Berhad, China Mobile, China Telecommunications Corporation, China Telecom Hong Kong International Ltd, Donghwa Telecom Co. Ltd., Globe Telecom, Inc, Google SJC Bermuda Ltd, KDDI Corporation, Singapore Telecommunications Limited, Telemedia Pacific Inc. dan TOT Public Co. Ltd.[dni]

 


Telkom Tegaskan Konsisten Tawarkan Internet Tanpa Batas

 

JAKARTA—PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) menegaskan secara konsisten akan tetap mempertahankan penawaran  layanan internet cepat melalui produk  Speedy yang betul-betul tanpa batas atau Real Unlimited untuk memanjakan pelanggannya.

 

 ”Telkom betul-betul menyediakan layanan internet tanpa batas, yakni tanpa batas waktu maupun kuota,” tegas  Operation Vice President Public Relation Telkom, Agina Siti Fatimah di Jakarta, Selasa (19/4).

 

Menurut Agina, pihaknya merasa perlu menegaskan hal tersebut, mengingat selama ini telah terjadi kesalahpahaman  terkait layanan internet tanpa batas (unlimited). ”Meski paket yang ditawarkan tersebut diposisikan sebagai layanan unlimited, kenyataannya, kecepatan dan kuota layanan broadband bergantung pada paket layanan yang ditawarkan. Biasanya semakin cepat dan semakin banyak kuotanya, ya semakin mahal tarifnya,” jelasnya.

 

Selain itu kecepatan layanan broadband juga sangat ditentukan oleh jenis teknologi dan media pengiriman data yang digunakan. Misalnya masyarakat bisa pilih koneksi wireless yang dinamis dan bisa dibawa ke mana saja, tetapi ia harus rela berbagi akses dengan pengguna lainnya  yang mengakibatkan turunnya kecepatan akses atau bisa juga memilih saluran kabel yang dapat dipastikan kecepatannya karena untuk setiap pengguna mendapatkan satu saluran kabel tersendiri.

 

Masih menurutnya,  Internet unlimited  seharusnya tidak dibatasi kuota atau waktu. Kondisi saat ini selain dibatasi waktu aksesnya, seringkali setelah melampaui batas pemakaian tertentu, kecepatan akses pengguna biasanya otomatis diturunkan secara drastis.

 

“Kondisi tersebut sering tidak dipahami oleh pengguna, terutama mengenai kuota pemakaian atau jatah maksimum upload dan download serta waktu akses untuk layanan berbasis waktu yang diberikan provider. Rumitnya penghitungan  kuota tersebut jelas mengurangi kenyamanan pengguna,” jelasnya.

 

Telkom sendiri melalui  layanan “The Real Unlimited” Speedy dari Telkom benar-benar tidak dibatasi waktu, tidak dibatasi kuota dengan kecepatan stabil. Hal inilah yang menjadi keunggulan koneksi Speedy sebagai fixed broadband access. Layanan “The Real Unlimited” memungkinkan pengguna lancar mengunduh file besar atau video streaming.

  

Telkom menargetkan Speedy  mencapai 2,5 juta-2,7 juta pelanggan hingga akhir tahun 2011. Jumlah pelanggan Speedy terus tumbuh secara signifikan dan telah mencapai hampir 1,7 juta pelanggan tahun 2010.

 

Perkuat Jaringan

Direktur Network and Solutions Telkom Ermady Dahlan  mengungkapkan, perseraon sendiri terus memperkuat jaringan backbone dengan  secara bertahap mulai merealisasikan Nusantara Super Highway sepanjang 47.099 kilometer. Ini merupakan pembangunan jaringan infrastruktur information and communication technology (ICT) nasional yang berbasis optical network platform.

 

Dijelaskannya,   pembangunan Nusantara Super Highway dibagi ke dalam enam ring untuk menghubungkan berbagai gugusan kepulauan di Indonesia. Keenam ring Nusantara Super Highway tersebut terdiri dari Ring Sumatra sepanjang 9.981 kilometer yang terbentang dari kota Banda Aceh hingga kota Bandarlampung. Pada Ring Sumatra, yang terakhir diselesaikan adalah pembangunan ring yang menghubungkan kota Banda Aceh hingga Medan.

 

Kedua adalah Ring Jawa sepanjang 11.524 kilometer yang terbentang dari kota Merak hingga kota Banyuwangi. Ketiga adalah Ring Kalimantan sepanjang 6.664 kilometer yang terbentang dari kota Pontianak hingga Tarakan.

 

Keempat adalah Ring Sulawesi dan Maluku Utara sepanjang 7.233 kilometer yang terbentang dari kota Makasar, Manado, Ternate hingga Sanana, Maluku Utara. Kelima adalah Ring Bali dan Nusa Tenggara sepanjang 3.444 kilometer yang terbentang dari kota Denpasar, Mataram, Kupang hingga Atambua, Nusa Tenggara Timur.

 

Terakhir adalah Ring Kepulauan Maluku dan Papua sepanjang 8.254 kilometer yang terbentang dari kota Ambon, Fak-Fak, Sorong, Manokwari, hingga Jayapura dan Merauke.

 

Tidak hanya jaringan dalam negeri, Telkom juga memperkuat backbone di luar negeri dengan tergabung dalam 12 Perusahaan  membentuj konsorsium global South East Asia Japan Cable  dengan  membangun 8.900 km kabel laut serat optik yang akan menghubungkan delapan negara Asia, termasuk Indonesia.

 

Presiden Direktur PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) Ririek Adriansyah, mengatakan 12 anggota konsorsium global South-East Asia Japan Cable (SJC) mulai pekan lalu secara resmi memulai pembangunan.

 

Dijelaskannya, dengan dimulainya pembangunan kabel bawah laut maka delapan negara akan terhubung diantaranya Brunei, China Daratan, Hong Kong, Filipina, Jepang dan Singapura dengan opsi diperpanjang sampai ke Indonesia dan Thailand.

 

Kabel bawah laut tersebut awalnya direncanakan memiliki panjang 8.300 kilometer dan menghubungkan lima negara atau teritorial. Namun, panjang kabel bawah laut SJC kemudian diperluas menjadi 8.900 km dan berpotensi diperpanjang sampai dengan 10.700 km untuk menghubungkan delapan negara atau teritorial yang didukung oleh kapasitas awal lebih dari 15 terra bit per detik (Tbps). Adapun saat ini kapasitas yang dimiliki Telin dalam SJC mencapai 1,4 Tbps.

 

Diungkapkannya,  konsorsium SJC telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan dua perusahaan pemasok yaitu TE SubCom dan NEC Corporation sebagai pihak yang ditunjuk untuk menyediakan dan menginstalasi sistem kabel bawah laut yang diharapkan siap beroperasi pada semester kedua 2013.

 

Konsorsium SJC terdiri dari Telin, Brunei International Gateway Sendirian Berhad, China Mobile, China Telecommunications Corporation, China Telecom Hong Kong International Ltd, Donghwa Telecom Co. Ltd., Globe Telecom, Inc, Google SJC Bermuda Ltd, KDDI Corporation, Singapore Telecommunications Limited, Telemedia Pacific Inc. dan TOT Public Co. Ltd.[dni]

 


Iklan

1 Komentar

  1. internet tanpa batas bahkan gratis agar menguasai rakyat tanpa batas.. tidak disangkal lagi telkomsel punya billing system amdocs yg dipergunakan secara tak langsung oleh agen israell untuk spytools untuk intelijen mereka, amdocs dimiliki secara tak langsung oleh israel dan dana yg kita beli produk telkomsel secara tak langsung membayar amdocs dan akan mendukung israel membunuh rakyat palestin


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s