200411 Dua Maskapai Perkuat Armada

JAKARTA— Dua maskapai yang selama ini bermain di rute jarak pendek memperkuat armada untuk meningkatkan layanan dan penetrasi pasar. Kedua maskapai itu adalah  PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air) dan PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati).

Direktur Niaga Merpati Tony Aulia Achmad mengungkapkan, perseroan  akan menerima empat lagi pesawat jenis MA-60 buatan China pada Mei nanti. Hal ini menjadikan   maskapai tersebut akan mengoperasikan 15 unit pesawat jenis itu.

”Pesawat-pesawat tersebut nantinya akan dioperasikan untuk ekspansi rute-rute antar kabupaten di Indonesia. Sebelum kedatangan pesawat itu, bulan ini Merpati juga akan membuka rute intra Sulawesi yaitu Ujungpandang (Makassar)-Poso, Makassar-Mamuju (Sulbar), Makassar-Buton (Sultra) dan Makassar-Poso (Sulteng),” ungkapnya di Jakarta,  Selasa (19/4).

Dijelaskan, MA-60 dengan kapasitas penumpang sebanyak 50 orang tersebut sangat cocok untuk penerbangan antar kabupaten dengan jarak tempuh satu jam. Saat ini telah ada 11unit  MA-60, namun Merpati masih mengoperasikan sembilan unit, karena dua unit yang lainnya masih dalam persiapan untuk dioperasikan.

Dijelaskannya, kedatangan empat unit selanjutnya pada Mei nanti akan lebih memberikan kemampuan baru lagi bagi Merpati untuk menerbangi lebih banyak kota di Indonesia.

“Rencana selanjutnya adalah menghubungkan kota-kota di Jawa dengan Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi,” jelasnya.

Rencananya, bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta direncanakan akan dijadikan basis penerbangan Merpati untuk MA-60 tersebut. Rute-rute yang akan dibuka antara lain Jakarta-Tanjungkarang (Lampung), Jakarta-Bandung-Semarang, Jakarta-Cilacap serta Semarang ke beberapa kota di Kalimantan.

Sementara   Presiden Direktur Susi Air Susi Pudjiastuti  mengungkapkan,  berencana mendatangkan 11 unit pesawat pada tahun ini dengan  menyiapkan belanja modal sebesar  290 miliar rupiah.

Pesawat yang akan didatangkan adalah 10 unit Cessna C208B Grand Caravan dengan harga per unit  22 miliar rupiah, serta satu Piaggio P180 Avanti dengan harga  70 miliar rupiah.

Saat ini, maskapai yang beroperasi secara carter tersebut memiliki 31 pesawat jenis Cessna C208B Grand Caravan, Pilatus PC-6 Porter sebanyak 7 unit, Piaggio P180 Avanti sebanyak 3 unit, dan helikopter sebanyak 2 unit.

Pesawat jenis Cessna selama ini dioperasikan untuk rute-rute antar kabupaten di pedalaman Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pesawat berkapasitas 12 kursi-14 kursi tersebut dipesan langsung dari Cessna Aircraft Company yang bermarkas di Wichita, Kansas, Amerika Serikat. Sementara, Piaggio P180 Avanti adalah pesawat turboprop bermesin ganda dari Italia yang dibuat Piaggio Aero berkapasitas sembilan kursi.

“Saat ini kami sedang mengurus Surat Izin Usaha Penerbangan berjadwal dari Kementerian Perhubungan untuk 168 rute penerbangan jarak pendek di rute-rute terpencil. Mudah-mudahan pekan depan kami sudah bisa memperoleh izin tersebut,” ungkapnya.

Susi Air beroperasi dari lima basis utamanya di Medan, Jakarta, Balikpapan, Kendari, Bandung, Cilacap, dan Sentani.[dni]

200411 Telkom Tegaskan Konsisten Tawarkan Internet Tanpa Batas


 

JAKARTA—PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) menegaskan secara konsisten akan tetap mempertahankan penawaran  layanan internet cepat melalui produk  Speedy yang betul-betul tanpa batas atau Real Unlimited untuk memanjakan pelanggannya.

 

 ”Telkom betul-betul menyediakan layanan internet tanpa batas, yakni tanpa batas waktu maupun kuota,” tegas  Operation Vice President Public Relation Telkom, Agina Siti Fatimah di Jakarta, Selasa (19/4).

 

Menurut Agina, pihaknya merasa perlu menegaskan hal tersebut, mengingat selama ini telah terjadi kesalahpahaman  terkait layanan internet tanpa batas (unlimited). ”Meski paket yang ditawarkan tersebut diposisikan sebagai layanan unlimited, kenyataannya, kecepatan dan kuota layanan broadband bergantung pada paket layanan yang ditawarkan. Biasanya semakin cepat dan semakin banyak kuotanya, ya semakin mahal tarifnya,” jelasnya.

 

Selain itu kecepatan layanan broadband juga sangat ditentukan oleh jenis teknologi dan media pengiriman data yang digunakan. Misalnya masyarakat bisa pilih koneksi wireless yang dinamis dan bisa dibawa ke mana saja, tetapi ia harus rela berbagi akses dengan pengguna lainnya  yang mengakibatkan turunnya kecepatan akses atau bisa juga memilih saluran kabel yang dapat dipastikan kecepatannya karena untuk setiap pengguna mendapatkan satu saluran kabel tersendiri.

 

Masih menurutnya,  Internet unlimited  seharusnya tidak dibatasi kuota atau waktu. Kondisi saat ini selain dibatasi waktu aksesnya, seringkali setelah melampaui batas pemakaian tertentu, kecepatan akses pengguna biasanya otomatis diturunkan secara drastis.

 

“Kondisi tersebut sering tidak dipahami oleh pengguna, terutama mengenai kuota pemakaian atau jatah maksimum upload dan download serta waktu akses untuk layanan berbasis waktu yang diberikan provider. Rumitnya penghitungan  kuota tersebut jelas mengurangi kenyamanan pengguna,” jelasnya.

 

Telkom sendiri melalui  layanan “The Real Unlimited” Speedy dari Telkom benar-benar tidak dibatasi waktu, tidak dibatasi kuota dengan kecepatan stabil. Hal inilah yang menjadi keunggulan koneksi Speedy sebagai fixed broadband access. Layanan “The Real Unlimited” memungkinkan pengguna lancar mengunduh file besar atau video streaming.

  

Telkom menargetkan Speedy  mencapai 2,5 juta-2,7 juta pelanggan hingga akhir tahun 2011. Jumlah pelanggan Speedy terus tumbuh secara signifikan dan telah mencapai hampir 1,7 juta pelanggan tahun 2010.

 

Perkuat Jaringan

Direktur Network and Solutions Telkom Ermady Dahlan  mengungkapkan, perseraon sendiri terus memperkuat jaringan backbone dengan  secara bertahap mulai merealisasikan Nusantara Super Highway sepanjang 47.099 kilometer. Ini merupakan pembangunan jaringan infrastruktur information and communication technology (ICT) nasional yang berbasis optical network platform.

 

Dijelaskannya,   pembangunan Nusantara Super Highway dibagi ke dalam enam ring untuk menghubungkan berbagai gugusan kepulauan di Indonesia. Keenam ring Nusantara Super Highway tersebut terdiri dari Ring Sumatra sepanjang 9.981 kilometer yang terbentang dari kota Banda Aceh hingga kota Bandarlampung. Pada Ring Sumatra, yang terakhir diselesaikan adalah pembangunan ring yang menghubungkan kota Banda Aceh hingga Medan.

 

Kedua adalah Ring Jawa sepanjang 11.524 kilometer yang terbentang dari kota Merak hingga kota Banyuwangi. Ketiga adalah Ring Kalimantan sepanjang 6.664 kilometer yang terbentang dari kota Pontianak hingga Tarakan.

 

Keempat adalah Ring Sulawesi dan Maluku Utara sepanjang 7.233 kilometer yang terbentang dari kota Makasar, Manado, Ternate hingga Sanana, Maluku Utara. Kelima adalah Ring Bali dan Nusa Tenggara sepanjang 3.444 kilometer yang terbentang dari kota Denpasar, Mataram, Kupang hingga Atambua, Nusa Tenggara Timur.

 

Terakhir adalah Ring Kepulauan Maluku dan Papua sepanjang 8.254 kilometer yang terbentang dari kota Ambon, Fak-Fak, Sorong, Manokwari, hingga Jayapura dan Merauke.

 

Tidak hanya jaringan dalam negeri, Telkom juga memperkuat backbone di luar negeri dengan tergabung dalam 12 Perusahaan  membentuj konsorsium global South East Asia Japan Cable  dengan  membangun 8.900 km kabel laut serat optik yang akan menghubungkan delapan negara Asia, termasuk Indonesia.

 

Presiden Direktur PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) Ririek Adriansyah, mengatakan 12 anggota konsorsium global South-East Asia Japan Cable (SJC) mulai pekan lalu secara resmi memulai pembangunan.

 

Dijelaskannya, dengan dimulainya pembangunan kabel bawah laut maka delapan negara akan terhubung diantaranya Brunei, China Daratan, Hong Kong, Filipina, Jepang dan Singapura dengan opsi diperpanjang sampai ke Indonesia dan Thailand.

 

Kabel bawah laut tersebut awalnya direncanakan memiliki panjang 8.300 kilometer dan menghubungkan lima negara atau teritorial. Namun, panjang kabel bawah laut SJC kemudian diperluas menjadi 8.900 km dan berpotensi diperpanjang sampai dengan 10.700 km untuk menghubungkan delapan negara atau teritorial yang didukung oleh kapasitas awal lebih dari 15 terra bit per detik (Tbps). Adapun saat ini kapasitas yang dimiliki Telin dalam SJC mencapai 1,4 Tbps.

 

Diungkapkannya,  konsorsium SJC telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan dua perusahaan pemasok yaitu TE SubCom dan NEC Corporation sebagai pihak yang ditunjuk untuk menyediakan dan menginstalasi sistem kabel bawah laut yang diharapkan siap beroperasi pada semester kedua 2013.

 

Konsorsium SJC terdiri dari Telin, Brunei International Gateway Sendirian Berhad, China Mobile, China Telecommunications Corporation, China Telecom Hong Kong International Ltd, Donghwa Telecom Co. Ltd., Globe Telecom, Inc, Google SJC Bermuda Ltd, KDDI Corporation, Singapore Telecommunications Limited, Telemedia Pacific Inc. dan TOT Public Co. Ltd.[dni]

 


Telkom Tegaskan Konsisten Tawarkan Internet Tanpa Batas

 

JAKARTA—PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) menegaskan secara konsisten akan tetap mempertahankan penawaran  layanan internet cepat melalui produk  Speedy yang betul-betul tanpa batas atau Real Unlimited untuk memanjakan pelanggannya.

 

 ”Telkom betul-betul menyediakan layanan internet tanpa batas, yakni tanpa batas waktu maupun kuota,” tegas  Operation Vice President Public Relation Telkom, Agina Siti Fatimah di Jakarta, Selasa (19/4).

 

Menurut Agina, pihaknya merasa perlu menegaskan hal tersebut, mengingat selama ini telah terjadi kesalahpahaman  terkait layanan internet tanpa batas (unlimited). ”Meski paket yang ditawarkan tersebut diposisikan sebagai layanan unlimited, kenyataannya, kecepatan dan kuota layanan broadband bergantung pada paket layanan yang ditawarkan. Biasanya semakin cepat dan semakin banyak kuotanya, ya semakin mahal tarifnya,” jelasnya.

 

Selain itu kecepatan layanan broadband juga sangat ditentukan oleh jenis teknologi dan media pengiriman data yang digunakan. Misalnya masyarakat bisa pilih koneksi wireless yang dinamis dan bisa dibawa ke mana saja, tetapi ia harus rela berbagi akses dengan pengguna lainnya  yang mengakibatkan turunnya kecepatan akses atau bisa juga memilih saluran kabel yang dapat dipastikan kecepatannya karena untuk setiap pengguna mendapatkan satu saluran kabel tersendiri.

 

Masih menurutnya,  Internet unlimited  seharusnya tidak dibatasi kuota atau waktu. Kondisi saat ini selain dibatasi waktu aksesnya, seringkali setelah melampaui batas pemakaian tertentu, kecepatan akses pengguna biasanya otomatis diturunkan secara drastis.

 

“Kondisi tersebut sering tidak dipahami oleh pengguna, terutama mengenai kuota pemakaian atau jatah maksimum upload dan download serta waktu akses untuk layanan berbasis waktu yang diberikan provider. Rumitnya penghitungan  kuota tersebut jelas mengurangi kenyamanan pengguna,” jelasnya.

 

Telkom sendiri melalui  layanan “The Real Unlimited” Speedy dari Telkom benar-benar tidak dibatasi waktu, tidak dibatasi kuota dengan kecepatan stabil. Hal inilah yang menjadi keunggulan koneksi Speedy sebagai fixed broadband access. Layanan “The Real Unlimited” memungkinkan pengguna lancar mengunduh file besar atau video streaming.

  

Telkom menargetkan Speedy  mencapai 2,5 juta-2,7 juta pelanggan hingga akhir tahun 2011. Jumlah pelanggan Speedy terus tumbuh secara signifikan dan telah mencapai hampir 1,7 juta pelanggan tahun 2010.

 

Perkuat Jaringan

Direktur Network and Solutions Telkom Ermady Dahlan  mengungkapkan, perseraon sendiri terus memperkuat jaringan backbone dengan  secara bertahap mulai merealisasikan Nusantara Super Highway sepanjang 47.099 kilometer. Ini merupakan pembangunan jaringan infrastruktur information and communication technology (ICT) nasional yang berbasis optical network platform.

 

Dijelaskannya,   pembangunan Nusantara Super Highway dibagi ke dalam enam ring untuk menghubungkan berbagai gugusan kepulauan di Indonesia. Keenam ring Nusantara Super Highway tersebut terdiri dari Ring Sumatra sepanjang 9.981 kilometer yang terbentang dari kota Banda Aceh hingga kota Bandarlampung. Pada Ring Sumatra, yang terakhir diselesaikan adalah pembangunan ring yang menghubungkan kota Banda Aceh hingga Medan.

 

Kedua adalah Ring Jawa sepanjang 11.524 kilometer yang terbentang dari kota Merak hingga kota Banyuwangi. Ketiga adalah Ring Kalimantan sepanjang 6.664 kilometer yang terbentang dari kota Pontianak hingga Tarakan.

 

Keempat adalah Ring Sulawesi dan Maluku Utara sepanjang 7.233 kilometer yang terbentang dari kota Makasar, Manado, Ternate hingga Sanana, Maluku Utara. Kelima adalah Ring Bali dan Nusa Tenggara sepanjang 3.444 kilometer yang terbentang dari kota Denpasar, Mataram, Kupang hingga Atambua, Nusa Tenggara Timur.

 

Terakhir adalah Ring Kepulauan Maluku dan Papua sepanjang 8.254 kilometer yang terbentang dari kota Ambon, Fak-Fak, Sorong, Manokwari, hingga Jayapura dan Merauke.

 

Tidak hanya jaringan dalam negeri, Telkom juga memperkuat backbone di luar negeri dengan tergabung dalam 12 Perusahaan  membentuj konsorsium global South East Asia Japan Cable  dengan  membangun 8.900 km kabel laut serat optik yang akan menghubungkan delapan negara Asia, termasuk Indonesia.

 

Presiden Direktur PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) Ririek Adriansyah, mengatakan 12 anggota konsorsium global South-East Asia Japan Cable (SJC) mulai pekan lalu secara resmi memulai pembangunan.

 

Dijelaskannya, dengan dimulainya pembangunan kabel bawah laut maka delapan negara akan terhubung diantaranya Brunei, China Daratan, Hong Kong, Filipina, Jepang dan Singapura dengan opsi diperpanjang sampai ke Indonesia dan Thailand.

 

Kabel bawah laut tersebut awalnya direncanakan memiliki panjang 8.300 kilometer dan menghubungkan lima negara atau teritorial. Namun, panjang kabel bawah laut SJC kemudian diperluas menjadi 8.900 km dan berpotensi diperpanjang sampai dengan 10.700 km untuk menghubungkan delapan negara atau teritorial yang didukung oleh kapasitas awal lebih dari 15 terra bit per detik (Tbps). Adapun saat ini kapasitas yang dimiliki Telin dalam SJC mencapai 1,4 Tbps.

 

Diungkapkannya,  konsorsium SJC telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan dua perusahaan pemasok yaitu TE SubCom dan NEC Corporation sebagai pihak yang ditunjuk untuk menyediakan dan menginstalasi sistem kabel bawah laut yang diharapkan siap beroperasi pada semester kedua 2013.

 

Konsorsium SJC terdiri dari Telin, Brunei International Gateway Sendirian Berhad, China Mobile, China Telecommunications Corporation, China Telecom Hong Kong International Ltd, Donghwa Telecom Co. Ltd., Globe Telecom, Inc, Google SJC Bermuda Ltd, KDDI Corporation, Singapore Telecommunications Limited, Telemedia Pacific Inc. dan TOT Public Co. Ltd.[dni]