190411 Operator Berpolemik Soal Tarif Batas Bawah

JAKARTA—Operator telekomunikasi masih berpolemik soal penetapan tarif batas bawah untuk menjadi jalan keluar agar  perang tarif yang terjadi di industri tidak saling merugikan pelaku usaha.

Demikian rangkuman pendapat dari Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi, dan VP Sales & Distribution Axis Syakieb A. Sungkar ketika dihubungi secara terpisah terkait perang tarif yang terjadi di jasa telekomunikasi.

“Sebagai pemain besar, kami lebih senang ditetapkan tarif batas bawah agar tidak terjadi predatory pricing di pasar. Ini akan membuat margin keuntungan bisa  terjaga,” ungkap Sarwoto.

Sementara Hasnul mengakui, sudah dipanggil Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) belum lama ini untuk berdiskusi tentang jalan keluar dari perang tarif. “Sebenarnya ada dua solusi. Satu, penetapan tarif batas bawah. Kedua, menjaga kualitas layanan. Kami lebih senang yang diatur itu masalah kualitas layanan,” katanya.

Menurutnya, jika masalah kualitas layanan ini dijaga, operator akan berfikir dua kali bila ingin menetapkan tarif terlalu murah mengingat ada biaya untuk kualitas layanan yang harus dikeluarkan. “Sebenarnya tarif panggilan lintas operator bisa makin murah jika pemerintah berani menurunkan biaya interkoneksi di atas 6 persen mengingat beban keseluruhan dari operator berkurang secara signifikan tiga tahun belakangan ini,” katanya.

Masih menurut Hasnul, jika biaya interkoneksi dipangkas besar, maka bisa juga menghemat penggunaan nomor karena masyarakat selama ini cenderung mengoleksi banyak nomor untuk menikmati panggilan yang murah ke sesama operator. “Jika panggilan lintas operator murah, tidak ada gunanya lagi mengoleksi banyak nomor,” jelasnya.

Sedangkan Syakieb meminta pemerintah untuk memberikan perhatian bagi operator baru yang sedang membangun jaringan dari serangan pemain besar, terutama dalam perang tarif.

“Jika incumbent ikutan obral tarif, sama saja menutup peluang bagi pemain baru untuk dikenal masyarakat. Harusnya pemain baru diberi kesempatan untuk berkembang,” jelasnya.

Syakieb berharap, regulator dapat mendengar suara hati operator pemain baru dan memberikan batas tarif bawah yang berbeda antara pemain baru dengan incumbent. Sehingga pemain baru ini diberi kesempatan berkembang. “Contohnya di Arab Saudi, ketika Etisalat masuk pasar, Saudi Telecom (STC) selaku incumbent dilarang untuk menurunkan tarif mereka,” tuturnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s