180411 Kemenhub Tolak Fuel Surcharge

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub)  akhirnya  menolak usulan Asosiasi Perusahaan Angkutan Udara  Sipil Nasional Indonesia (INACA) untuk memberlakukan kembali fuel surcharge atau biaya selisih harga bahan bakar pesawat untuk penerbangan domsetik meski harga avtur terus merangkak naik sejak Maret lalu.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayudha Gumay, fluktuasi harga BBM bisa menurun lagi setelah masalah politik dan peperangan di negara penghasil minyak di Afrika mulai mereda, sehigga tidak perlu diterapkan fuel surcharge untuk mengantisipasi gejolak harga avtur.

“Kita sudah mendengar adanya kenaikan harga BBM, kalau harganya belum melebihi   10 ribu rupiah  per liter tidak perlu dikhawatirkan. Kenaikannya mungkin tidak terjadi dalam tiga bulan ke depan, jadi maskapai tidak perlu khawatir,” tegas Herry di Jakarta, akhir pekan lalu.

Karena itu, ditegaskannya,  hingga saat ini belum ada keputusan untuk mengubah ketentuan   dalam tarif batas atas maskapai yang diatur Keutusan Menteri (KM) 26 tahun 2010 tentang Pengaturan Tarif Pesawat Komersial Kelas Ekonomi.

Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait menjelaskan, kenaikan avtur tersebut memang menggerus biaya operasional maskapai, tapi hingga saat ini maskapainya  masih mengikuti ketentuan pemerintah.

Edward pun menegaskan, hingga akhir April Lion juga tidak akan menaikkan tarif terkait kenaikan avtur.  “Dalam waktu dekat, Lion masih akan melakukan efisiensi saja,” ujarnya.

Ketua Umum INACA, Emirsyah Satar menyatakan, pihaknya telah melayangkan surat usulan kepada pemerintah untuk segera merevisi aturan tarif batas atas penerbangan komersial kelas ekonomi.

“Kalau usulan pemberlakuan fuel surcharge ditolak, harapannya pemerintah segera merevisi tarif batas atas,” tandasnya.

Dijelaskannya, dalam kondisi normal biaya avtur menyumbang sekitar 32 persen bagi total biaya operasi suatu maskapai penerbangan. Sehingga asosiasi merasa perlu mengadakan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk membahas kenaikan harga avtur tersebut.

“Dengan adanya kenaikan harga tersebut maka biaya operasional bisa naik sebesar 10 persen-15 persen, bayangkan pada 2009 rata-rata harga avtur  70 dollar AS per barel lalu naik menjadi 90 dollar AS per barel pada 2010,” jelas Emirsyah.

Diungkapkanny,  saat ini harga avtur di Indonesia bagian timur telah mencapai lebih dari  10 ribu rupiah per liter. Saat ini rata-rata harga avtur di Indonesia hampir  10 ribu rupiah  per liter.

Hal tersebut penting dibahas karena menurutnya sesuai Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, maskapai diizinkan mengenakan biaya fuel surcharge jika harga avtur sudah melebihi Rp 10.000 per liter dan kondisi itu menambah biaya operasi maskapai penerbangan sebesar 20 persen selama tiga bulan berturut-turut.”Kebijakan yang bisa diambil pemerintah saat ini adalah penerapan biaya tambahan bahan bakar atau merevisi aturan tarif batas atas,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga avtur yang dijualnya periode 1 April-15 April 2011 di 61 titik penjualan Pertamina Aviasi mulai dari 0,5 persen untuk harga avtur penerbangan domestik, sampai yang tertinggi 1,1 persen  untuk avtur penerbangan internasional.

Kenaikan harga tersebut, lebih rendah dibandingkan saat Pertamina menaikkan harga jual periode 16 Maret-31 Maret 2011 terhadap harga 1 Maret-15 Maret masing-masing sebesar 6,2  dan 7,1 persen.

Situs resmi Pertamina Aviasi menyebutkan, perseroan menjual harga avtur tertinggi senilai 10.736 rupiah per liter untuk penerbangan domestik dan  111,9 sen dollar AS per liter di sepuluh bandara antara lain Frans Kaisepo Biak, Sentani Jayapura, Kaimana, Mopah Merauke, Pattimura Ambon, dan Sultan Babullah Ternate.

Pada periode sebelumnya, di sepuluh bandara tersebut Pertamina menjual avtur  10.681 rupiah  untuk penerbangan domestik dan  110,7 sen dollar AS untuk penerbangan internasional.

Sementara harga avtur terendah dijual Pertamina di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng dengan harga  9.075 rupiah  per liter untuk penerbangan domestik, naik 0,73 persen  dibanding harga jual periode sebelumnya  9.009 per liter. Untuk penerbangan internasional harganya naik 1,1 persen  menjadi  95,5 sen dollar AS per liter dari  94,4 sen dollar AS per liter.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s