180411 2012, Garuda Bayarkan Dividen

JAKARTA—PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) diperkirakan pada tahun depan akan bisa membayarkan dividen kepada para pemegang sahamnya seiring mulai membaiknya kinerja maskapai pelat merah itu.

”Saya optimistis Garuda akan mampu membayarkan dividen kepada para pemegang sahamnya. Saat ini manajemen sedang berusaha keras untuk memperbaiki kinerjanya agar laba membaik,” ungkap Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di Bandara Soekarno-Hatta usai menyaksikan kedatangan armada Airbus 330-200 milik Garuda, Sabtu (16/4).

Sayangnya, Mustafa enggan mengungkapkan berapa persentase dari laba yang akan dibagikan sebagai dividen atau target dari laba Garuda pada tahun ini. ”Itu tidak bisa kita ungkap, apalagi Garuda adalah pionir yang mencatatkan saham di bursa lokal. Banyak kajian harus dilakukan. Tetapi dengan strategi pengembangan armada dan efisiensi, saya yakin profitabilitas Garuda akan membaik pada tahun ini,” jelasnya.

Berdasarkan catatan, pada 2010 Garuda membukukan  laba bersih sebesar  515,5 miliar rupiah   atau anjlok sebesar 49 persen dibanding tahun sebelumnya yang diatas satu  triliun rupiah. Sedangkan  dari sisi pendapatan,   ada kenaikan 9,4 persen dari 17,8 triliun rupiah pada 2009 menjadi 19,5 triliun rupiah pada 2010. Manajemen Garuda sendiri pada awal tahun ini berkeinginan mengmbalikan laba bersih Garuda pada angka satu triliun rupiah.

Mustafa menjelaskan, melemahnya kinerja laba Garuda pada tahun lalu tak bisa dilepaskan dari kondisi industri penerbangan dunia yang melambat dan  pasar saham yang lesu, ditambah besarnya investasi yang dilakukan untuk pengembangan armada. ”Bisnis penerbangan ini bergantung seasonal. Saya yakin kurva penerimaan Garuda akan naik sebentar lagi,” jelasnya.

Mustafa pun menjelaskan, pada bulan depan akan digelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dimana agendanya adalah mengevaluasi kinerja perseroan. ”Ada kemungkinan penambahan direksi dan evaluasi secara menyeluruh kinerja manajemen. Kami akan pertahankan yang performanya baik, jika ada yang kurang akan diganti. Saat ini nama-nama direksi sedang difinalisasi oleh Kementrian BUMN untuk diusulkan ke Tim Penilai Akhir. Kandidatnya ada dari internal dan eksternal,” ungkapnya.

Berkaitan dengan nasib sisa saham Initial Public Offering (IPO) milik Garuda yang tidak terserap   investor sebanyak 3,008 miliar lembar dengan nilai  2,25 triliun rupiah, Mustafa mengungkapkan, sudah terdapat pembicaraan dengan calon investor baik dari lokal atau asing yang ingin memborongnya.

”Kami membuka peluang bagi investor lokal dan luar. Dari lokal ada Rajawali grup dan Djarum Grup. Sementara dari luar ada dari maskapai dan pasar modal. Nanti kita adakan beauty contest dan fasilitas cara pembeliannya ke Underwriter,” jelasnya.

Tiga sekuritas yang menjadi Joint Lead Underwriter (JLU) Garuda adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities. Total saham yang masih mereka pegang jumlahnya sekitar 13 persen.

 

Kembangkan Armada

Sementara Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengungkapkan, perseroan   kembali mendatangkan satu pesawat Airbus 330-200 yang tiba di Jakarta, Sabtu (16/4) pagi, setelah serah terima pesawat dilakukan di pabrik pesawat Airbus di Toulouse, Perancis, Jumat (15/4) siang.
Dijelaskannya, pesawat berkapasitas 222 kursi ini akan digunakan untuk memperkuat jaringan penerbangan pada rute menengah, baik di Asia maupun Australia.

“Ini pesawat ke-12 seri Airbus yang dimiliki Garuda. Rencananya, memang untuk memperkuat jaringan pada rute menengah Asia dan Australia, misalnya ke Jepang, Sydney, Melbourne, dan kota lainnya. Targetnya, dalam lima tahun kedepan pesawat seri ini akan berjumlah 20 pesawat,” ungkap Emir.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia M Arif Wibowo mengatakan, dengan penambahan satu pesawat A330-200 ini, Garuda pun segera melakukan ekspansi penerbangan ke beberapa kota di luar negeri. Rute Jakarta-Seoul (Korea Selatan) saat ini lima kali dan akan ditingkatkan menjadi tujuh kali per pekan. Sama halnya rute Jakarta-Hongkong, Jakarta- Shanghai (China), dan beberapa kota lainnya.

”Kami targetkan paling lambat November 2011, peningkatan rute penerbangan ke sejumlah kota di luar negeri itu direalisasikan,” katanya.

Kedatangan satu pesawat baru ini menambah jumlah pesawat Airbus 330-200 menjadi enam unit. Garuda pun saat ini telah mengoperasikan enam unit Airbus 330-300, serta 43 unit pesawat Boeing 737-800 NG. Pesawat Airbus 330 melayani rute Jakarta atau Bali ke beberapa kota di Jepang, Australia, China, serta Amsterdam (Belanda), Hongkong, dan Seoul.

Selain satu pesawat A330-200, hingga akhir tahun 2011, Garuda Indonesia juga membeli 9 unit pesawat Boeing 737-800 NG.

“Hari Minggu (17/4), kami juga akan kedatangan satu pesawat seri Boeing 737-800NG,” kata VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto.

Pujobroto menambahkan, seiring bertambahnya pesawat-pesawat baru, secara otomatis akan meningkatkan kebutuhan kru dan pilot. ”Kehadiran satu pesawat A330-200 menuntut Garuda harus menambah 66 orang kru dan 14 pilot, sementara Boeing 737-800 NG membutuhkan 9 pilot,” ujarnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s