150411 UU Pelayaran Dukung Persaingan Usaha

JAKARTA–Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan kehadiran Undang-undang No.17/2008 tentang Pelayaran mendukung persaingan usaha sehat bagi pelaku usaha di industri yang diaturnya.

“Saya bisa pastikan kehadiran UU Pelayaran itu memberikan kepastian investasi, meningkatkan keamanan, dan persaingan usaha sehat,” tegas Dirjen Perhubungan Laut Sunaryo di Jakarta, Kamis (14/4).

Dijelaskannya, semangat dari persaingan sehat itu bisa dilihat dari dipisahnya fungsi regulator dan operator melalui pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dan Otoritas Pelabuhan (OP).

“BUP itu membuat pihak swasta atau pemerintah daerah bisa bermain di pelabuhan. Jika hanya mengandalkan pada pemerintahan pusat, tidak bisa pelabuhan itu berkembang. Saat ini sudah ada 24 BUP dan masih puluhan yang antri untuk disahkan,” jelasnya.

Sedangkan OP diharapkan bisa menekan biaya tinggi di pelabuhan dan meningkatkan ketertiban dan keamanan.

Dikatakannya, jika ada pihak-pihak yang tidak puas dengan keberadaan dari UU Pelayaran, terbuka untuk dilakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi.”Ini era demokrasi. Itu hal yang biasa jika ada yang tidak puas,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pelindo II RJ Lino meminta UU Pelayaran. direvisi dan tetap memposisikan badan usaha milik negara bidang pelabuhan itu sebagai operator pelabuhan.

“Mestinya direvisi karena spiritnya benar, tetapi implementasinya malah jauh dari nilai kompetisi, Pelindo malah bisa jadi monopoli,” katanya.

Lino mengatakan bahwa semangat untuk memisahkan regulator dan operator bagus, tetapi ternyata implementasinya malah menjadikan Pelindo II bisa menjadi operator biasa.

“Dulu, Pelindo swasta bisa masuk dan kerja sama dengan Pelindo, kini UU No 17/2008 malah menjadikan Pelindo tak perlu ajak swasta. Artinya, Pelindo II kini bisa jadi monopoli,” katanya.

Menurut Lino, silahkan saja fungsi regulator diambil, tetapi fungsi bisnis di pelabuhan tetap bisa kompetitif. “Fungsi Pelindo II sebagai `land lord` bisa saja diambil, tetapi fungsi sebagai port operator mestinya dipertahankan, selesai !,” katanya.

Saat ini fungsi `land lord` tersebut akan diambilalih oleh Otoritas Pelabuhan (OP), sementara organ di dalam OP selama ini adalah birokrasi dan tak punya pengalaman bisnis.

“Mestinya OP ini diserahkan ke Pelindo II sehingga kesannya adalah makin memperkuat posisi dan membesarkan Pelindo, bukan sebaliknya, sementara fungsi pengaturan dan pengawasan tetap di tangan pemerintah,” katanya.

Lino pun mengkritisi masterplan yang dibuat oleh Kemenhub dalam mengembangkan Pelabuhan Tanjung Priok khususnya pembangunan pelabuhan Kali Baru. Hal yang disorot adalah adanya pembangunan jembatan melewati perkampungan nelayan sehingga menjadikan kawasan itu tidak efisien.

Pelindo II pun sedang mempertimbangkan untuk mengikuti tender yang akan dibuka oleh Kemenhub jika masterplan tak direvisi.

Menanggapi hal itu, Sunaryo menegaskan tidak menjadi masalah Pelindo II enggan mengikuti tender karena masterplan sudah ditandatangani oleh Menhub Freddy Numberi sehingga kecil kemungkinan direvisi.

“Dalam membangun Kali Baru itu kita harus melihat dampak sosialnya. Jika kampung nelayan digusur, itu ada 150 kepala keluarga yang nasibnya terganggu. Pembangunan jembatan itu justru memudahkan perpindahan barang masih dikawasan Priok,” jelasnya.

Diungkapkannya, pemerintah akan menyelesaikan dokumen tender Kali Baru pada minggu ketiga April, selanjutnya pada akhir Mei atau awal Juni, tender dilaksanakan. ” Fase pertama itu menelan investasi sekitar 8,8 triliun rupiah dan bisa mendapatkan kapasitas sekitar 1,92 juta Teus,” tuturnya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s